Xavi Hernandez Bongkar Borok Barcelona: Larangan Rekrut Bintang Arsenal Hingga Ditusuk dari Belakang

Afdholud Dzikry | 10 Maret 2026 05:31
Xavi Hernandez Bongkar Borok Barcelona: Larangan Rekrut Bintang Arsenal Hingga Ditusuk dari Belakang
Selebrasi Martin Zubimendi dalam laga Chelsea vs Arsenal di semifinal Carabao Cup 2025/2026, Kamis (15/1/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Legenda hidup Barcelona, Xavi Hernandez, baru saja melempar pernyataan yang mengguncang dunia sepak bola Spanyol. Dalam wawancara terbarunya, ia mengungkapkan bagaimana permintaannya untuk mendatangkan Martin Zubimendi ditolak mentah-mentah oleh petinggi klub.

Penolakan itu terjadi pada musim panas 2023, saat Barcelona tengah mencari pengganti yang sepadan untuk Sergio Busquets. Ironisnya, Zubimendi, yang kini bersinar di Arsenal, justru ditolak karena alasan finansial yang menurut Xavi janggal.

Advertisement

Xavi merasa rencana besarnya untuk membangun kemajuan tim mulai digembosi oleh kebijakan sepihak manajemen. Ia bahkan menuding adanya kampanye hitam yang sengaja dijalankan untuk menjatuhkan kredibilitasnya di mata para pemain.

Situasi ini semakin memanas menjelang pemilihan presiden Barcelona yang akan datang. Pernyataan pedas sang mantan pelatih seolah menyingkap carut-marut kepemimpinan Joan Laporta di balik layar.

1 dari 4 halaman

Penolakan Rekrut Martin Zubimendi

Penolakan Rekrut Martin Zubimendi

Xavi saat masih melatih Barcelona (c) La Liga Official

Xavi mengaku telah menyusun daftar belanja yang jelas untuk menambal lubang yang ditinggalkan Busquets. Namun, alih-alih mendapat dukungan, ia justru menyaksikan kepercayaan dalam timnya mulai terkikis.

"Busquets akan pergi, jadi saya meminta mereka untuk mendatangkan Zubimendi," ujar Xavi Hernandez.

Klub berdalih masalah ekonomi menjadi penghalang utama kesepakatan. Tak lama setelah itu, sosok penting seperti Jordi Cruyff dan Mateu Alemany justru didepak dari struktur manajemen.

"Mereka mengatakan tidak kepada saya karena masalah ekonomi," jelasnya.

2 dari 4 halaman

Drama Pengkhianatan di Balik Layar

Drama Pengkhianatan di Balik Layar

Xavi saat masih melatih Barcelona (c) La Liga Official

Kekecewaan Xavi memuncak saat ia mengetahui manajemen diam-diam melakukan negosiasi dengan suksesornya, Hansi Flick, tanpa pemberitahuan resmi padanya.

"Klub menyuruhnya (Flick) untuk tidak memberitahu saya apa pun, itulah sebabnya dia datang ke rumah saya untuk meminta maaf," tutur Xavi Hernandez.

Meski merasa dikhianati, Xavi menegaskan hubungannya dengan Flick tetap baik. Flick bahkan mendatangi kediaman Xavi untuk meminta maaf atas situasi canggung tersebut.

"Hubungan saya dengan Hansi Flick sangat baik, kami terus berkirim pesan secara konstan," tambahnya.

3 dari 4 halaman

Fitnah Kejam di Ruang Ganti

Xavi juga membongkar upaya adu domba yang dilakukan pihak manajemen kepada para pemain bintang Barcelona. Beberapa nama besar seperti Pedri hingga Ronald Araujo disebut sengaja diprovokasi dengan informasi palsu.

"Mereka membuat kampanye melawan saya di media, dan yang lebih buruk lagi, mereka bicara kepada para pemain dan mengatakan saya ingin menjual mereka," ungkapnya.

Fitnah tersebut bahkan sempat membuat kapten tim, Sergi Roberto, meragukan masa depannya di Camp Nou. Padahal, Xavi merupakan sosok yang paling gigih memperjuangkan kontrak baru bagi pemain serba bisa tersebut.

"Sergi Roberto mendatangi saya dan bertanya 'Xavi, apakah kamu benar-benar tidak ingin saya lanjut?'. Saya katakan kepadanya justru sebaliknya," tegas Xavi Hernandez.

4 dari 4 halaman

Titik Terendah Barcelona

Mantan pelatih Al Sadd ini menilai penurunan performa Barcelona saat ini bukan kebetulan. Ia yakin intervensi berlebihan dari manajemen menjadi penyebab hilangnya taring klub kebanggaan Catalan.

"Saat kami yang membuat keputusan, tim berkembang dan naik, tetapi saat mereka mulai membuat keputusan, level tim menurun," kata Xavi Hernandez.

Xavi menyesali keputusannya yang tidak segera meninggalkan klub ketika manajemen mulai ikut campur urusan teknis. Kini, ia hanya berharap kebenaran yang ia ungkapkan bisa menjadi pelajaran bagi masa depan Barcelona.

"Pada saat itu seharusnya saya juga pergi," tutupnya.

LATEST UPDATE