Roger Federer Tersingkir dari Wimbledon 2013
Editor Bolanet | 27 Juni 2013 17:30
- Juara bertahan Roger Federer tersingkir dari putaran kedua Wimbledon 2013 pada Rabu (26/6), setelah kalah dari petenis Ukraina, Sergiy Stakhovsky 7(7/5)-6, 6-7 (7/5), 7-5, 6-7 (5/7). Kekalahan ini merupakan kekalahan terburuk Federer di Grand Slam selama satu dekade terakhir.
Sebelum ini, Federer yang merupakan unggulan ketiga di Wimbledon 2013, telah menjalani 36 laga perempat final Grand Slam secara beruntun.
Ini juga merupakan kekalahan terdini Federer di Wimbledon sejak dikalahkan Mario Ancic pada putaran pertama 2002. Tahun berikutnya, ia kalah di putaran pertama Perancis Terbuka dari Luis Horna.
Saya sangat kecewa. Kalah di Wimbledon memang selalu tak menyenangkan. Saya hanya ingin berlalu dari hasil ini. Beberapa kekalahan di final turnamen lain jelas tidaklah sepahit ini, ujar Federer usai laga.
Stakhovsky sendiri mengaku tak percaya bisa mengalahkan Federer di putaran kedua. Saya tak tahu bagaimana cara menggambarkannya. Ini keajaiban, tuturnya. Ketika anda melawan Roger di Wimbledon, rasanya seperti melawan dua orang. Yang pertama adalah melawan egonya, dan yang kedua melawannya di Centre Court, di mana ia menjadi legenda di sana. Jadi ini seperti melawan dua orang, tutupnya. (ant/kny)
Sebelum ini, Federer yang merupakan unggulan ketiga di Wimbledon 2013, telah menjalani 36 laga perempat final Grand Slam secara beruntun.
Ini juga merupakan kekalahan terdini Federer di Wimbledon sejak dikalahkan Mario Ancic pada putaran pertama 2002. Tahun berikutnya, ia kalah di putaran pertama Perancis Terbuka dari Luis Horna.
Saya sangat kecewa. Kalah di Wimbledon memang selalu tak menyenangkan. Saya hanya ingin berlalu dari hasil ini. Beberapa kekalahan di final turnamen lain jelas tidaklah sepahit ini, ujar Federer usai laga.
Stakhovsky sendiri mengaku tak percaya bisa mengalahkan Federer di putaran kedua. Saya tak tahu bagaimana cara menggambarkannya. Ini keajaiban, tuturnya. Ketika anda melawan Roger di Wimbledon, rasanya seperti melawan dua orang. Yang pertama adalah melawan egonya, dan yang kedua melawannya di Centre Court, di mana ia menjadi legenda di sana. Jadi ini seperti melawan dua orang, tutupnya. (ant/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Aryna Sabalenka Kritik Keras WTA: Jadwal Gila, Aturan Kaku, dan Risiko Cedera
Tenis 9 Januari 2026, 11:43
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Tenis SEA Games 2025, 10-19 Desember 2025
Tenis 16 Desember 2025, 09:40
LATEST UPDATE
-
Dilema Real Madrid Menentukan Nasib Gonzalo Garcia
Liga Spanyol 27 Juli 2026, 02:32
-
Liverpool Tak Lagi Sama, Sunderland Rasakan Langsung Bedanya
Liga Inggris 26 Juli 2026, 21:51
-
Rodri, Arsitek Kejayaan Manchester City yang Sulit Ditandingi
Liga Inggris 26 Juli 2026, 20:58


















