2 Laga Timnas Indonesia U-22 vs Mali: Kalah di Laga Pertama, Imbang di Laga Kedua
Gia Yuda Pradana | 18 November 2025 22:36
Bola.net - Timnas Indonesia U-22 baru saja menuntaskan agenda dua pertandingan uji coba penting melawan Timnas Mali U-22. Laga persahabatan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan intensif Garuda Muda menuju gelaran SEA Games 2025. Kedua pertandingan tersebut dihelat di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, memberikan kesempatan bagi pelatih Indra Sjafri untuk mengukur kekuatan timnya.
Pertemuan pertama pada 15 November 2025 berakhir dengan kekalahan telak 0-3 bagi Indonesia U-22, yang kemudian disusul hasil imbang 2-2 di laga kedua pada 18 November 2025. Hasil ini memberikan gambaran jelas mengenai area yang perlu diperbaiki oleh skuad Garuda Muda. Evaluasi mendalam menjadi kunci untuk mematangkan strategi dan komposisi tim sebelum bertolak ke Thailand.
SEA Games 2025 sendiri akan berlangsung di Thailand pada 9-20 Desember 2025, dengan cabang olahraga sepak bola putra dimulai lebih awal pada 3-18 Desember 2025. Oleh karena itu, setiap laga uji coba dan sesi latihan sangat krusial untuk memastikan Timnas Indonesia U-22 berada dalam kondisi terbaik. Pengalaman melawan tim kuat seperti Mali U-22 diharapkan dapat meningkatkan mental dan performa para pemain.
Latar Belakang dan Tujuan Uji Coba Timnas U-22

Timnas Indonesia U-22 melakoni dua pertandingan uji coba melawan Mali U-22 sebagai persiapan serius menghadapi SEA Games 2025. Agenda ini dirancang khusus untuk menguji kekompakan tim serta strategi yang telah dilatih. Pelatih Indra Sjafri terus membenahi skuadnya, mencari komposisi terbaik yang mampu bersaing di kancah Asia Tenggara.
Kedua laga uji coba ini diselenggarakan di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, memberikan keuntungan adaptasi lapangan bagi para pemain. Pemilihan lawan dari Afrika seperti Mali U-22 juga bertujuan untuk memberikan pengalaman bertanding melawan tim dengan gaya permainan yang berbeda. Hal ini penting untuk mengasah mental dan taktik Garuda Muda.
SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand, dengan harapan besar Timnas Indonesia U-22 dapat mempertahankan medali emas. Cabang olahraga sepak bola putra dijadwalkan dimulai pada 3 Desember 2025 sehingga waktu persiapan semakin mepet. Setiap detail dari laga uji coba ini menjadi bahan evaluasi berharga bagi staf pelatih.
Kekalahan Telak di Laga Pembuka Mali vs Indonesia

Pertandingan uji coba pertama antara Mali vs Indonesia berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025, dengan hasil yang kurang memuaskan bagi Garuda Muda. Timnas Indonesia U-22 harus mengakui keunggulan Mali U-22 dengan skor telak 0-3. Kekalahan ini menjadi alarm keras bagi skuad asuhan Indra Sjafri.
Gol-gol Mali dicetak oleh Sekou Doucoure pada menit ke-5 melalui sepak pojok, kemudian Wilson Samake pada menit ke-34 dengan aksi solo run yang memukau. Moulaye Haidara menutup pesta gol Mali pada menit ke-90+1 dengan tendangan jarak jauh yang keras. Timnas Indonesia U-22 memang menciptakan beberapa peluang, tapi penyelesaian akhir yang buruk menjadi kendala utama.
Hasil ini memicu evaluasi besar-besaran dari tim pelatih dan para pemain. Indra Sjafri menyoroti banyaknya kesalahan yang dilakukan, terutama dalam hal koordinasi dan efektivitas serangan. Kekalahan telak ini menjadi pelajaran berharga untuk laga-laga selanjutnya.
Kebangkitan Garuda Muda di Laga Kedua

Tiga hari berselang, Timnas Indonesia U-22 menunjukkan peningkatan performa signifikan di laga kedua Mali vs Indonesia yang digelar pada Selasa, 18 November 2025. Garuda Muda berhasil menahan imbang Mali U-22 dengan skor 2-2, sebuah hasil yang lebih baik dibandingkan pertemuan pertama. Pertandingan ini berlangsung lebih atraktif dan penuh semangat juang.
Mali sempat unggul dua kali melalui Sekou Kone pada menit ke-11 dan ke-71. Namun, Timnas Indonesia U-22 tidak menyerah dan berhasil menyamakan kedudukan. Mauro Zijlstra mencetak gol pertama Indonesia pada menit ke-38 memanfaatkan umpan dari Hokky Caraka, menunjukkan ketajaman lini depan.
Rafael Struick kemudian membalikkan keadaan dan membawa Indonesia unggul sementara pada menit ke-52 setelah menerima umpan dari Raka Cahyana. Meskipun akhirnya Mali berhasil menyamakan kedudukan, semangat juang dan peningkatan kualitas permainan Timnas Indonesia U-22 patut diacungi jempol. Rafael Struick bahkan menyatakan keyakinannya terhadap kualitas tim dan optimistis dapat mempertahankan medali emas SEA Games.
Analisis Performa dan Prospek Menuju SEA Games 2025

Dua pertandingan uji coba melawan Mali U-22 memberikan gambaran komprehensif mengenai kekuatan dan kelemahan Timnas Indonesia U-22. Dari kekalahan telak hingga hasil imbang dramatis, terlihat adanya progres dalam adaptasi dan strategi tim. Pelatih Indra Sjafri kini memiliki data lebih lengkap untuk membenahi skuadnya.
Pentingnya laga uji coba ini terletak pada kesempatan untuk menguji berbagai formasi dan pemain dalam situasi pertandingan sesungguhnya. Masalah penyelesaian akhir yang terlihat di laga pertama mulai teratasi pada laga kedua meskipun masih perlu diasah lebih lanjut. Pertahanan juga menjadi fokus perbaikan setelah kebobolan lima gol dari dua pertandingan.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju SEA Games 2025, fokus utama adalah mematangkan strategi, meningkatkan fisik, dan membangun chemistry antar pemain. Pengalaman berharga dari dua laga Mali vs Indonesia ini diharapkan menjadi modal penting. Timnas Indonesia U-22 memiliki potensi besar untuk bersaing dan mempertahankan medali emas asalkan terus bekerja keras dan belajar dari setiap pertandingan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
LATEST UPDATE
-
Surabaya Samator Tutup Babak Reguler Proliga 2026 dengan Kemenangan
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 20:23
-
Juventus Amburadul di Bursa Transfer: 3 Musim, Hanya 2 Pemain yang Sukses!
Liga Italia 22 Februari 2026, 20:22
-
Gagal ke Final Four, Bandung BJB Tandamata Kejar Kemenangan atas Jakarta Livin Mandiri
Voli 22 Februari 2026, 20:01
-
Persis Solo Terpuruk: 300 Hari Tanpa Kemenangan di Laga Kandang!
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 18:32
-
Nonton Live Streaming Persib vs Persita di Indosiar - BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 18:01
-
Inter Milan di Serie A: 92,6 Persen Scudetto!
Liga Italia 22 Februari 2026, 17:41
-
Bek Mereka Masuk Incaran MU, Juventus: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 22 Februari 2026, 17:00
-
5 Laga Tanpa Menang, Ada Apa dengan Juventus?
Liga Italia 22 Februari 2026, 16:46
-
Kata Michael Carrick soal Kobbie Mainoo: Dia Tulang Punggung Masa Depan MU!
Liga Inggris 22 Februari 2026, 16:22
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Minggu 22 Februari 2026
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 16:07
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV, MOJI, dan Vidio, 21-24 Februari 2026
Liga Inggris 22 Februari 2026, 15:53
-
Tempat Menonton Tottenham vs Arsenal Malam Ini, Tayang di TV Lokal?
Liga Inggris 22 Februari 2026, 15:47
-
Manchester United Bisa Daratkan Bintang Newcastle Ini, Tapi...
Liga Inggris 22 Februari 2026, 15:32
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


