4 Pemain Timnas Indonesia di Luar Negeri yang Minim Menit Bermain: Marselino dan Ragnar Belum Debut
Ari Prayoga | 21 September 2024 05:31
Bola.net - Timnas Indonesia saat ini diperkuat para pemain diaspora. Bahkan, beberapa di antaranya bermain di Eropa.
Jay Idzes bersama Venezia di Italia, Calvin Verdonk bersama NEC Nijmegen, dan Sandy Walsh di KV Mechelen menjadi nama-nama yang rutin dimainkan oleh klubnya masing-masing. Namun, tidak semua pemain bernasib sama seperti mereka.
Ada beberapa penggawa Timnas Indonesia yang kesulitan mendapatkan kesempatan bermain. Kalah bersaing sampai masih menjalani adaptasi jadi beberapa penyebab hal itu terjadi.
Lantas, siapa saja pemain abroad Timnas Indonesia yang minim bermain. Berikut ulasannya.
Marselino Ferdinan

Sejak memutuskan ke luar negeri untuk bergabung dengan KMSK Deinze (Belgia) pada 2023, Marselino Ferdinan kesulitan mendapat menit bermain. Situasi itu berlanjut saat Marselino bergabung dengan Oxford United.
Selama berseragam Deinze (2023-2024), Marselino Ferdinan hanya bermain tujuh kali. Menit bermainnya pun terhitung minim, yakni 134 di berbagai kompetisi.
Kurang mendapat kesempatan di Deinze, Marselino memutuskan hengkang ke klub Divisi Championship Inggris, Oxford United. Sejauh ini Marselino belum pernah diberi kesempatan bermain.
Ragnar Oratmangoen

Berstatus sebagai pemain keturunan, atau punya darah Belanda tak membuat Ragnar Oratmangoen mendapatkan garansi untuk jadi andalan di timnya. Sempat jadi andalan di TOP Oss, SC Cambuur, dan Go Ahead Eagles, kepercayaan terhadap Ragnar mulai memudar.
Di tim terakhirnya, Ragnar mencatatkan 31 caps. Itu pun kebanyakan sebagai pengganti.
Pada awal musim ini Ragnar memutuskan hengkang ke Belgia. Pemain 26 tahun itu bergabung dengan FCV Dender, tim yang dimiliki pengusaha Indonesia, Sihar Sitorus.
Shayne Pattynama

Shayne Pattynama sempat jadi andalan Timnas Indonesia di pos bek kiri. Namun, kedatangan Calvin Verdonk membuatnya tersisih.
Situasi itu juga terjadi di klub. Pattynama berpisah bersama Viking FK dan bergabung dengan KAS Eupen.
Di KAS Eupen, Pattynama baru main tiga kali. Salah satu sebabnya adalah cedera yang sempat menimpa bek 26 tahun tersebut.
Nathan Tjoe-A-On

Shayne Pattynama adalah pemain serbabisa. Ia mampu bermain dengan baik saat ditempatkan sebagai bek tengah, bek sayap, dan gelandang.
Namun, musim lalu di SC Heerenveen Nathan hanya bermain empat kali. Kondisi itu membuatnya kembali ke Swansea City awal musim ini.
Nathan sempat dipercaya bermain di Piala Liga saat Swansea berhadapan dengan Gillingham FC dan Wycombe. Sayangnya, di kompetisi Championship, Nathan belum mencatatkan satu penampilan pun.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Jangan Lewatkan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bekuk Como, Inter Milan Ingin Kawinkan Gelar Coppa Italia dan Serie A
Liga Italia 22 April 2026, 13:46
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Bali United 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persebaya 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:08
-
Presiden Real Madrid Pasang Badan untuk Vinicius Junior di Tengah Kritik
Liga Spanyol 22 April 2026, 18:45
-
Chivu Buka Peluang Rotasi Kiper Inter Milan untuk Final Coppa Italia
Liga Italia 22 April 2026, 18:21
-
Juventus Pasang Harga Teun Koopmeiners Usai Dilirik Manchester United
Liga Italia 22 April 2026, 17:48
-
Para Penyerang Chelsea Tumpul, Harapan ke Liga Champions Kian Semu
Liga Inggris 22 April 2026, 17:36
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37













