AFC Resmi Hukum Malaysia Karena Skandal Naturalisasi: Kalah WO pada 2 Laga Kualifikasi Piala Asia 2027
Asad Arifin | 17 Maret 2026 16:16
Bola.net - Asian Football Confederation (AFC) akhirnya menjatuhkan sanksi kepada Timnas Malaysia menyusul polemik tujuh pemain naturalisasi bermasalah yang sempat mencuat. Keputusan ini datang setelah proses investigasi yang cukup panjang.
Dalam putusannya, AFC menyatakan Malaysia kalah walkover (WO) 0-3 pada dua laga lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2027. Dua pertandingan tersebut adalah saat menghadapi Timnas Nepal dan Timnas Vietnam.
Sebelumnya, Malaysia sempat meraih kemenangan di dua laga tersebut. Mereka menang 2-0 atas Nepal di Stadion Sultan Ibrahim, Johor, pada 25 Maret 2025.
Tak hanya itu, Harimau Malaya juga mencatat kemenangan meyakinkan 4-0 atas Vietnam di Stadion Bukit Jalil pada 10 Juni 2025. Namun, hasil tersebut dianulir karena melibatkan tujuh pemain yang terbukti tidak memiliki garis keturunan Malaysia.
Ketujuh pemain itu adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Denda Besar dan Upaya Banding FAM
Selain hukuman WO, Football Association of Malaysia juga dijatuhi sanksi finansial. FAM diwajibkan membayar denda sebesar 50 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp850 juta.
Sanksi tersebut menjadi pukulan tambahan bagi federasi. Tidak hanya kehilangan poin penting, mereka juga harus menanggung kerugian finansial.
Meski demikian, FAM tidak tinggal diam. Mereka berencana mengajukan banding untuk meminta kejelasan sekaligus peluang keringanan hukuman.
"FAM akan mengajukan permohonan tertulis untuk mendapatkan alasan keputusan tersebut dari Komite Disiplin dan Etika AFC sebelum mempertimbangkan langkah selanjutnya yang akan diambil dalam masalah ini," jelas pernyataan resmi FAM.
Perbedaan Kasus dengan Timor Leste

Sanksi terhadap Malaysia sempat memicu perbandingan dengan kasus yang menimpa Timnas Timor Leste. Namun, AFC menegaskan bahwa kedua kasus tersebut tidak bisa disamakan.
Sekretaris Jenderal AFC, Windsor John Paul, menjelaskan bahwa perbedaan utama terletak pada waktu terungkapnya pelanggaran.
"Dalam kasus Timor Leste, kompetisi sudah selesai sebelum pelanggaran ditemukan," ujar Windsor dinukil dari media Malaysia, New Straits Times.
"Ketika turnamen sudah berakhir dan pelanggaran baru ditemukan, Anda tidak bisa memberikan hukuman secara mundur, melainkan harus ke depan, itulah sebabnya Timor Leste dilarang tampil pada edisi berikutnya," jelas pria asal Malaysia itu.
Menurut Windsor, situasi Malaysia berbeda karena pelanggaran ditemukan saat kompetisi masih berjalan.
"Untuk Harimau Malaya, situasinya berbeda, karena masalah ini ditemukan ketika kompetisi masih berlangsung. Anda tidak bisa menyamakan kasus Timor-Leste dengan kasus FAM karena situasinya memang tidak sama," tuturnya.
Disadur dari: Bola.com/Hery Kurniawan
Baca Ini Juga:
- Rapor Emil Audero Merah, Cremonese Dihajar Fiorentina di Liga Italia
- Elkan Baggott Comeback ke Timnas Indonesia, Marc Klok: Dia Aset Besar Skuad Garuda
- Rapor Bintang Timnas Indonesia di Eropa: Calvin Verdonk Menang, Dean James Pesta Gol, Jay Idzes Kalah, Maarten Paes Clean Sheet
- Sassuolo Dijegal Bologna, Jay Idzez Dapat Kritik dari Media Italia: Lalai!
- Laporan Hasil Pertandingan Pemain Timnas Indonesia di Eropa Tadi Malam: Calvin Verdonk Menang, Jay Idzes Keok
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Liverpool vs Galatasaray Kamis 19 Maret 2026
Liga Champions 17 Maret 2026, 17:59
-
Prediksi Bayern vs Atalanta 19 Maret 2026
Liga Champions 17 Maret 2026, 17:00
-
Daftar Negara Lolos dan Pembagian Grup Piala Dunia 2026
Piala Dunia 17 Maret 2026, 16:40
-
Prediksi Barcelona vs Newcastle 19 Maret 2026
Liga Champions 17 Maret 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
















