Bedah Gaya Taktik Timur Kapadze: Suka Pakai Formasi Khas STY dengan Cita Rasa Lebih Agresif, dan Gemar Orbitkan Youngster
Editor Bolanet | 21 November 2025 15:16
Bola.net - Nama Timur Kapadze mendadak jadi buah bibir di kalangan pencinta sepak bola nasional. Pelatih berusia 44 tahun ini santer dikabarkan masuk radar PSSI.
Isu ini mencuat kencang setelah Kapadze resmi mundur dari jabatannya sebagai asisten pelatih Timnas Uzbekistan. Padahal, ia sedang menikmati periode bulan madu bersama tim berjuluk White Wolves tersebut.
Spekulasi liar pun berkembang bahwa ia disiapkan untuk mengisi kursi panas pelatih kepala Skuad Garuda. Apalagi, PSSI telah mengantongi lima nama kandidat pelatih baru.
Menariknya, sosok Kapadze kerap disamakan dengan mantan pelatih Indonesia, Shin Tae-yong. Keduanya punya filosofi yang mirip, mulai dari skema permainan hingga keberanian memainkan para pemain muda.
Formasi Kapadze Mirip Gaya STY

Jika Kapadze benar-benar terpilih, Timnas Indonesia berpotensi kembali ke "setelan pabrik" era STY. Pasalnya, Kapadze juga gemar menggunakan formasi tiga bek.
Formasi 3-4-3 atau 3-5-2 menjadi andalan Shin Tae-yong selama lima tahun menukangi Garuda. Skema ini menuntut kerja keras dua bek sayap untuk aktif menyerang dan bertahan.
Namun, sejak kedatangan Patrick Kluivert, Indonesia beralih ke pakem 4-3-3. Kedatangan Kapadze bisa mengembalikan identitas tiga bek yang sempat hilang tersebut.
Meski demikian, ada perbedaan mendasar antara kedua pelatih. Jika STY fokus pada pertahanan solid, Kapadze dikenal dengan gaya main yang jauh lebih agresif dan menyerang.
Statistik Mengkilap dan Fleksibilitas Taktik

Kapadze punya rekam jejak mentereng selama menangani Uzbekistan sejak Januari 2025. Dalam 256 hari masa kerjanya, ia tak terkalahkan dalam delapan pertandingan.
Tim asuhannya mencetak 13 gol dan hanya kebobolan lima kali. Statistik ini menjadikannya salah satu pelatih paling konsisten di Asia tahun ini.
Selain pakem 4-3-3, ia sangat fleksibel meracik strategi. Formasi 3-4-3 atau 4-2-3-1 kerap dipakai untuk merespons kekuatan lawan yang berbeda.
Pendekatan ini membuat alur serangan Uzbekistan sangat variatif dan sulit ditebak. Transisi bertahan mereka pun tetap terjaga kestabilannya.
Raja Regenerasi Pemain Muda
Satu nilai plus terbesar Kapadze adalah keberaniannya mengorbitkan pemain muda. Ia tak ragu melakukan rotasi ekstrem dengan mencoba 35 pemain dalam delapan laga.
Nama-nama seperti Abbosbek Fayzullaev dan Abdurauf Buriev adalah bukti nyata tangan dinginnya. Ia sukses memoles potensi generasi emas Uzbekistan ke level tertinggi.
Prestasinya pun tak main-main di level kelompok umur. Ia membawa Uzbekistan U-23 ke final Piala Asia U-23 2024 dan lolos ke Olimpiade Paris 2024.
Karakter ini sangat cocok dengan kebutuhan Timnas Indonesia saat ini. Skuad Garuda butuh sosok yang mampu melanjutkan estafet regenerasi pemain.
Misteri Kedatangan di Jakarta
Kabar merapatnya Kapadze makin santer setelah ia tertangkap kamera mendarat di Jakarta pada Jumat (21/11/2025). Ia bahkan sempat melaksanakan Salat Jumat di Masjid Istiqlal.
Namun, pengamat sepak bola Effendi Gazali buru-buru meluruskan rumor tersebut. Ia menyebut kedatangan Kapadze murni untuk liburan dan difasilitasi pihak swasta.
Rencananya, sang pelatih akan melanjutkan perjalanan wisatanya ke Lombok dan Bali. Meski begitu, banyak pihak yang masih sangsi dan menduga ada agenda tersembunyi.
Pasalnya, kedatangannya bertepatan dengan rencana PSSI menggelar wawancara kandidat pelatih pekan depan. Ketua BTN Sumardji memastikan proses seleksi akan segera dimulai.
Peluang Timnas Masih Terbuka?
PSSI menyebut kandidat pelatih mereka mayoritas masih terikat kontrak dengan klub atau federasi lain. Hal ini membuat peluang Kapadze terlihat sedikit memudar karena statusnya yang free agent.
Namun, dalam sepak bola segala kemungkinan bisa terjadi. Profil Kapadze yang kuat secara taktik dan visi pembinaan tetap menjadi daya tarik tersendiri.
Publik kini hanya bisa menunggu pengumuman resmi dari PSSI. Siapapun yang terpilih, tugas berat menanti untuk membawa Garuda terbang lebih tinggi lagi.
BACA INI JUGA BOLANETERS!
- Alexander Zwiers Buka-bukaan, Ini Alasan Nova Arianto Sangat Cocok Latih Timnas U-20
- Timur Kapadze Sudah Tiba di Jakarta dan Salat Jumat di Masjid Istiqlal, Segera Jadi Pelatih Timnas Indonesia?
- PSSI Mulai Seleksi dan Wawancara Lima Calon Pelatih Timnas Indonesia Pekan Depan
- Berapa Gaji Timur Kapadze? Kandidat Pelatih Timnas Indonesia dengan Rekam Jejak Luar Biasa
- PSSI Proses 5 Kandidat Pelatih Timnas Indonesia, Yunus Nusi: Berikan Kami Kesempatan, Mohon Pemahaman
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
No Mbappe No Worry! Ada Vinicius yang Siap Selamatkan Real Madrid!
Liga Champions 26 Februari 2026, 11:15
-
Demi Kesejahteraan Pembalap, MotoGP Ingin Tetapkan Upah Minimum Mulai 2027
Otomotif 26 Februari 2026, 10:55
-
Real Madrid Memang Kureng Saat Lawan Benfica, Tapi yang Penting Menang!
Liga Champions 26 Februari 2026, 10:41
-
Tundukkan Benfica, Real Madrid Tinggalkan Santiago Bernabeu dengan Perasaan Positif
Liga Champions 26 Februari 2026, 10:33
-
Kalah Dramatis, Juventus Merana: Andai Tidak Teledor di Leg Pertama!
Liga Italia 26 Februari 2026, 09:55
-
Jadwal Lengkap Pertandingan All England 2026, 3-8 Maret 2026
Otomotif 26 Februari 2026, 09:33
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58












