Bedah Taktik John Herdman yang Bisa Bikin Timnas Indonesia Bangkit: Gegenpressing dalam Formasi 3-4-2-1
Afdholud Dzikry | 3 Januari 2026 15:53
Bola.net - PSSI akhirnya resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala baru Timnas Indonesia, Sabtu (3/1/2026) siang. Juru taktik yang sukses membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 ini kini memikul harapan besar publik tanah air.
Herdman datang dengan reputasi mentereng usai mengubah wajah sepak bola Kanada menjadi kekuatan yang disegani. Ia direkrut setelah berstatus tanpa klub pasca berpisah dengan Toronto FC.
Kehadiran pelatih asal Inggris ini menjanjikan revolusi taktik bagi Skuad Garuda. Herdman dikenal memiliki filosofi permainan modern yang cair, adaptif, dan berkarakter kuat.
Lantas, seperti apa gaya main yang akan dibawa Herdman ke Timnas Indonesia? Ia dikenal sebagai pemuja formasi 3-4-2-1 dengan intensitas pressing yang tinggi.
Fleksibilitas dan Formasi 3 Bek

John Herdman bukanlah pelatih yang kaku pada satu pakem strategi. Identitas utamanya adalah fleksibilitas dan kemampuan mengoptimalkan materi pemain yang ada.
Meski adaptif, Herdman memiliki satu sistem favorit yang menjadi andalannya. Formasi 3-4-3 atau lebih spesifik 3-4-2-1 adalah struktur yang paling sering ia gunakan.
Sistem ini terbukti sukses saat ia menukangi Timnas Kanada. Ia menempatkan tiga pemain depan eksplosif untuk menggedor pertahanan lawan.
"Sistem ini menempatkan Alphonso Davies, Cyle Larin, dan Jonathan David untuk membentuk trio eksplosif di lini depan," tulis analisis Kevin Pullein.
Jika dibutuhkan pendekatan yang lebih solid, Herdman tak ragu beralih ke pola empat bek. Transisi ke 4-4-2 atau 4-2-3-1 sering dilakukan demi stabilitas pertahanan.
Filosofi Build-up dari Bawah

Gaya main "long ball" tampaknya akan ditinggalkan di era Herdman. Ia sangat menekankan penguasaan bola yang dibangun rapi dari zona pertahanan (build-up).
Dalam skema tiga bek, seorang gelandang akan turun ke belakang untuk menjemput bola. Hal ini menciptakan struktur 3+1 yang memudahkan sirkulasi bola dari kiper dan bek.
Bola kemudian dialirkan secara progresif dan cepat ke depan. Sektor sayap menjadi jalur utama serangan tim asuhannya.
Umpan-umpan vertikal atau diagonal menjadi senjata mematikan Herdman. Tujuannya adalah memecah blok pertahanan lawan dengan seketika.
Poros Kreativitas dan Bek Sayap Agresif
Serangan tim Herdman dibangun melalui variasi gerakan yang dinamis. Di Kanada, ia menjadikan Alphonso Davies sebagai pusat kreativitas yang bergerak bebas.
Pemain dengan peran free role ini bertugas memancing lawan keluar dari posisinya. Selain itu, peran bek sayap (wing-back) sangatlah krusial.
Para bek sayap dituntut aktif melakukan overlap maupun underlap. Strategi ini menciptakan keunggulan jumlah pemain di sepertiga akhir lapangan lawan.
Rotasi posisi antara lini depan juga dibuat sangat cair. Pergerakan yang sulit diprediksi ini akan menjadi warna baru bagi lini serang Timnas Indonesia.
Tembok Pertahanan dan Counter-Pressing
Kedatangan Herdman juga membawa angin segar bagi pertahanan Skuad Garuda. Ia dikenal sukses membangun unit defensif yang disiplin dan agresif.
Salah satu ciri khas utamanya adalah penerapan counter-pressing yang intens. Para pemain diinstruksikan langsung menekan lawan sesaat setelah kehilangan bola.
Para gelandang bertugas sebagai penyaring serangan untuk memotong aliran bola. Sementara itu, para striker menjadi lini pertahanan pertama dari depan.
Struktur pertahanan yang rapi ini terbukti ampuh di level internasional. Kanada tercatat hanya kebobolan empat gol di fase akhir kualifikasi Piala Dunia di bawah asuhannya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
FIFA Gandeng TikTok, Konten Live Piala Dunia 2026 Hadir dan Bisa Diakses Langsung
Piala Dunia 9 Januari 2026, 17:58
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Charlton vs Chelsea - Link Nonton FA Cup/Piala FA di Vidio
Liga Inggris 10 Januari 2026, 20:00
-
Chelsea Tuntaskan Transfer Pertama di Era Liam Rosenior, Satu Gelandang Pergi
Liga Inggris 10 Januari 2026, 19:49
-
Phonska Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan Telak atas Falcons
Voli 10 Januari 2026, 19:36
-
Manchester United Siap Tikung Arsenal Demi Striker 17 Tahun
Liga Inggris 10 Januari 2026, 19:12
-
Jadwal Persib vs Persija di BRI Super League
Bola Indonesia 10 Januari 2026, 18:20
-
Prediksi BRI Super League: Arema vs Persik 11 Januari 2026
Bola Indonesia 10 Januari 2026, 17:53
-
Prediksi BRI Super League: Semen Padang vs Persis Solo 11 Januari 2026
Bola Indonesia 10 Januari 2026, 17:49
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Persija Jakarta 11 Januari 2026
Bola Indonesia 10 Januari 2026, 17:44
-
Hasil Persebaya vs Malut: Gali Freitas Borong Gol, Bajul Ijo Menang Tipis
Bola Indonesia 10 Januari 2026, 17:39
-
Live Streaming Roma vs Sassuolo - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 10 Januari 2026, 17:00
-
Prediksi Susunan Pemain Chelsea vs Charlton, Debut Liam Rosenior
Liga Inggris 10 Januari 2026, 16:49
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52





