Menerka Gaya Bermain Timnas Indonesia di Bawah John Herdman: Andalkan Pressing Ketat dan Transisi Kilat

Bola.net - PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan pada Sabtu (3/1/2026) sekaligus mengakhiri masa kekosongan kursi juru taktik Skuad Garuda sejak Oktober 2025.
Herdman dikontrak PSSI selama dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun lagi sampai 2029. Selain Timnas Indonesia, ia juga ditugaskan untuk melatih Timnas Indonesia U-23.
Herdman ditunjuk untuk menangani Timnas Indonesia dengan latar belakang pengalaman internasional. Pelatih asal Inggris tersebut pernah membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022.
Sepanjang karier kepelatihannya yang dimulai pada 2006, Herdman hanya menangani enam tim yang berbeda. Mulai dari Selandia Baru putri, Kanada putri, Kanada, dan Toronto FC.
Taktik yang Fleksibel

Berdasarkan data pertandingan tim yang pernah ditanganinya, Herdman dikenal menggunakan pendekatan taktik yang fleksibel. Ia tidak terpaku pada satu formasi sepanjang laga.
Formasi dasar yang kerap diterapkan Herdman adalah 3-4-3. Skema tersebut digunakan sebagai susunan awal sebelum menyesuaikan kondisi pertandingan.
Dalam perjalanannya, formasi 3-4-3 dapat berubah sesuai kebutuhan. Perubahan tersebut dilakukan Herdman untuk merespons strategi lawan di lapangan.
Formasi yang kerap menjadi transisi dari 3-4-3 adalah 4-4-2 atau 4-2-3-1. Perubahan ini memungkinkan penyesuaian jumlah pemain di lini tengah.
Pola Permainan

Dari sisi pola permainan, Herdman menerapkan build up dari lini belakang. Penjaga gawang dilibatkan dalam proses awal penguasaan bola.
Distribusi bola dilakukan melalui bek sebelum masuk ke area tengah. Para gelandang kemudian bergerak untuk melanjutkan aliran serangan.
Ciri lain dari tim asuhan Herdman adalah penerapan pressing ketat. Para pemain diarahkan untuk menekan lawan sejak area pertahanan lawan.
Garis pertahanan tinggi menjadi bagian dari pendekatan tersebut. Seluruh lini, termasuk penyerang, terlibat dalam upaya merebut bola.
Transisi Cepat

Saat kehilangan penguasaan bola, tim Herdman diarahkan untuk melakukan perebutan cepat. Transisi dari bertahan ke menyerang dilakukan dalam tempo singkat.
Serangan balik menjadi salah satu opsi utama dalam pola permainan Herdman. Kecepatan pemain sayap dimanfaatkan untuk menusuk area pertahanan lawan.
Pendekatan tersebut pernah diterapkan Herdman bersama Kanada. Pola yang sama menjadi bagian dari gambaran gaya bermain yang bakal dibawanya ke Timnas Indonesia.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Jangan Lewatkan!
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:57Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:07Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 21:46Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 18:05Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 31 Oktober 2026 15:21Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 15:16Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 15:11Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 15:06Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 15:01Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
-
Otomotif 31 Oktober 2026 14:43Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 29 Oktober 2026 17:20Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
-
tim nasional 29 Oktober 2026 17:12Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
MOST VIEWED
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday November 2026 Masih Misterius, PSSI: Kami Masih Mencari
Cerita Unik Mitchell Baker, Striker Timnas Indonesia yang Nyaris Magang di Wall Street
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
