CEO Kelme Blak-blakan soal Heboh Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026, Ternyata Ini Penyebabnya!

Asad Arifin | 7 Mei 2026 18:07
CEO Kelme Blak-blakan soal Heboh Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026, Ternyata Ini Penyebabnya!
CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, memberi keterangan pers pada saat peluncuran jersey Timnas Indonesia (c) Bagaskara Lazuardi

Bola.net - CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya memberikan penjelasan terkait insiden nameset jersey Timnas Indonesia yang sempat copot saat FIFA Series 2026. Kejadian tersebut sebelumnya ramai dibahas di media sosial setelah terekam kamera pertandingan.

Beberapa nameset pemain terlihat terlepas dari posisi aslinya ketika pertandingan berlangsung. Nama Dony Tri Pamungkas dan Ole Romeny menjadi yang paling banyak mendapat perhatian publik.

Advertisement

Kevin menjelaskan bahwa nameset yang digunakan pemain Timnas Indonesia sebenarnya sudah dirancang khusus untuk kebutuhan pertandingan. Menurutnya, material dan teknologi yang dipakai sudah disesuaikan dengan standar jersey pemain profesional.

"Ketika kami meluncurkan nameset memang sudah direncanakan dipakai untuk pemain. Jadi teknologi dan bahan sudah disesuaikan untuk dipakai pemain," ujar Kevin kepada wartawan.

"Untuk nameset pemain itu pakai silicon dibandingkan vinyl atau rubber," katanya menambahkan.

1 dari 2 halaman

Alasan Bahan Silicon

Alasan Bahan Silicon

Para pemain Timnas Indonesia pada laga lawan Bulgaria di final FIFA Series, Senin (30/3/2026) (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Kevin menyebut bahan silicon dipilih karena memiliki karakter lebih lentur dan fleksibel. Material tersebut dianggap lebih nyaman digunakan pemain ketika bertanding di lapangan.

"Secara material itu lebih lentur dan bisa fleksibel untuk pemain," tegas Kevin.

Kein kemudian melakukan penelusuran internal untuk mencari penyebab utama insiden tersebut. Proses investigasi dilakukan sekitar satu bulan setelah FIFA Series yang berlangsung pada akhir Maret 2026.

"Soal yang lagi ramai tentang nameset copot, berdasarkan yang kami telusuri ada tiga komponen. Pertama untuk nameset bisa menempel bergantung pada material jersey, lalu material nameset, dan proses melakukan pressing-nya," tutur Kevin.

"Kami melakukan penelusuran menyeluruh sekitar satu bulan setelah FIFA Series di akhir Maret," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Proses Press Nameset

Proses Press Nameset

Selebrasi pemain Ole Romeny bersama Ramadhan Sananta di laga Timnas Indonesia vs St Kitts Nevis. (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Kevin mengatakan masalah utama ditemukan pada proses pressing nameset ke jersey. Ia menyebut proses tersebut ternyata dipengaruhi banyak faktor, mulai dari mesin hingga operator yang melakukan penempelan.

“Ada persoalan di proses pressing-nya. Soal penempelan itu bergantung juga ke mesin penempel, operator penempel, dan SOP-nya. Kelme sudah memberikan SOP soal temperatur 160 derajat yang ditekan 15 detik," beber Kevin.

"Tapi ada satu hal yang kami lewatkan dan kami memohon maaf. Tidak semua mesin press itu sama. Satu mesin dan mesin lainnya itu perlu perlakuan yang berbeda. Kami transparan saja apa yang terlewat dari kami, tinggal bagaimana langkah berikutnya dari Kelme untuk memperbaiki," imbuhnya.

LATEST UPDATE