Cerita Keluarga Pandu Aryo: Rombongan dari Mojokerto ke Gresik untuk Dukung Langsung Laga Timnas Indonesia U-17

Asad Arifin | 17 April 2026 14:42
Cerita Keluarga Pandu Aryo: Rombongan dari Mojokerto ke Gresik untuk Dukung Langsung Laga Timnas Indonesia U-17
Keluarga pemain Timnas Indonesia U-17, Pandu Aryo, memberi dukungan langsung pada laga di Stadion Gelora Joko Samudro (c) Asad Arifin

Bola.net - Langit Gresik mulai gelap ketika rombongan keluarga Pandu Aryo tiba di Stadion Gelora Joko Samudro. Mereka datang dengan satu tujuan, memberi dukungan langsung untuk sang putra yang membela Timnas Indonesia U-17.

Perjalanan dari Mojokerto ke Gresik bukan halangan bagi mereka. Semangat dan kebanggaan menjadi bahan bakar utama untuk hadir di momen penting melawan Malaysia.

Advertisement

Di tengah riuh suporter, keluarga Pandu tampil mencolok dengan atribut merah putih. Ada yang mengenakan jersey putih, ada pula yang memilih warna merah sebagai simbol dukungan penuh.

Laga melawan Malaysia bukan sekadar pertandingan bagi Pandu Aryo. Ini adalah panggung pembuktian, bukan hanya untuk tim, tetapi juga untuk keluarga yang telah mengiringi setiap langkahnya.

Dari tribun penonton, doa dan harapan mengalir tanpa henti. Keluarga menjadi saksi perjalanan panjang seorang anak pendiam yang kini berdiri di panggung internasional.

1 dari 4 halaman

Perjalanan Keluarga: Dukungan Tanpa Batas

Perjalanan Keluarga: Dukungan Tanpa Batas

Timnas Indonesia U-17 saat menghadapi Malaysia pada matchday kedua Grup A Piala AFF U-17 2026, Kamis (16/4/2026) malam WIB. (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Kehadiran keluarga Pandu Aryo di stadion menjadi cerita tersendiri. Mereka datang bersama-sama, menempuh perjalanan darat demi memberikan energi tambahan bagi sang pemain.

"Iya, kami keluarga dari Pandu Aryo. Ini bapaknya, ibunya, dan saudara-saudaranya. Kami datang dari Mojokerto untuk mendukung," ucap Yayok Setyobudi, paman Pandu Aryo.

Rombongan berangkat sekitar pukul 15.00 WIB menggunakan kendaraan pribadi. Mereka memastikan tiba tepat waktu untuk menyaksikan langsung perjuangan Pandu di lapangan.

Kebersamaan menjadi kekuatan utama keluarga ini. Bahkan anggota keluarga paling kecil pun turut serta, menunjukkan betapa besar dukungan yang diberikan.

"Tadi berangkat sekitar pukul 15.00, menggunakan kendaraan pribadi bersama-sama."

Di balik perjalanan itu, tersimpan keyakinan bahwa kehadiran mereka bisa memberi dampak psikologis positif. Dukungan langsung dari keluarga sering kali menjadi energi tambahan yang tak terlihat di lapangan.

2 dari 4 halaman

Anak Pendiam dengan Mimpi Besar

Di mata keluarga, Pandu Aryo bukan sosok yang banyak bicara. Namun, di balik sikap pendiamnya, tersimpan tekad kuat untuk menembus level tertinggi sepak bola.

"Anaknya pendiam sejak kecil, tidak banyak tingkah. Tapi memang suka sepak bola," ucap Yayok.

Bakat Pandu tidak muncul begitu saja. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga atlet yang memahami disiplin dan kerja keras.

"Iya, dari ayahnya yang melatih sendiri sejak kecil. Ayahnya juga seorang atlet, meski di cabang bola voli. Ibunya juga atlet voli, jadi memang berasal dari keluarga atlet," sambungnya.

Sejak usia dini, arah hidup Pandu sudah mulai terlihat. Ia mengikuti berbagai seleksi hingga akhirnya menempuh pendidikan sepak bola di Jakarta sejak usia SMP.

Perjalanan itu tidak selalu mulus. Pandu sempat mengikuti seleksi Piala Dunia U-17 2025, bahkan masuk skuad, meski belum mendapat kesempatan bermain.

3 dari 4 halaman

Mimpi Lolos Piala Dunia

Mimpi Lolos Piala Dunia

Keluarga pemain Timnas Indonesia U-17, Pandu Aryo, memberi dukungan langsung pada laga di Stadion Gelora Joko Samudro (c) Asad Arifin

Komunikasi antara Pandu dan keluarga kini tidak sebebas dulu. Ada aturan ketat terkait penggunaan ponsel selama turnamen Piala AFF U-17 2026 ini berlangsung.

"Memang dibatasi penggunaan HP. Biasanya komunikasi hanya saat dia diberi kesempatan memegang HP, jadi kami saling memberi kabar di waktu-waktu tersebut."

Meski terbatas, hubungan emosional tetap terjaga. Momen singkat komunikasi menjadi sangat berarti bagi kedua belah pihak.

"Tadi juga sempat komunikasi sebelum berangkat, biasanya di pagi hari," katanya.

Harapan keluarga terhadap Pandu tidak sederhana. Mereka ingin melihatnya melangkah lebih jauh, bahkan hingga ke panggung dunia.

"Harapannya tentu sukses dan bisa masuk Piala Dunia, bahkan kalau bisa dua kali berturut-turut," ucapnya.

4 dari 4 halaman

Batasi Penggunan Media Sosial

Di tengah tekanan sepak bola modern, keluarga memastikan Pandu tetap membumi. Sikapnya yang tidak aktif di media sosial menjadi salah satu cara menjaga fokus.

"Sejauh ini, anaknya juga patuh pada orang tua, pendiam, dan tidak macam-macam. Di media sosial juga tidak aktif, sehingga tetap fokus dan terjaga," tutup Yayok.

LATEST UPDATE