Demi Bebas dari Sanksi FIFA, Federasi Malaysia Panggil Pengacara Kelas Dunia!
Ari Prayoga | 5 Oktober 2025 19:51
Bola.net - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dikabarkan akan menggandeng tim pengacara olahraga internasional untuk melawan sanksi FIFA terkait dugaan pemalsuan dokumen pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Langkah ini diambil agar FAM memiliki kekuatan hukum yang solid dalam upaya banding atas kasus yang mencoreng reputasi sepak bola Negeri Jiran tersebut.
Menurut laporan New Straits Times, federasi kini tengah menyiapkan strategi hukum dengan melibatkan para ahli berpengalaman di level global, yang sebelumnya juga pernah menangani berbagai kasus besar di dunia sepak bola.
Dalam pemberitaan itu, seorang sumber mengatakan bahwa banding ini hanya bisa dilakukan oleh seorang pengacara profesional untuk memastikan agar prosesnya bisa berjalan dengan tepat tanpa kesalahan.
“Hanya pengacara yang sangat terampil dan berpengalaman yang dapat memastikan setiap fakta, dokumen, dan argumen dalam banding tersebut sampai ke FIFA tanpa kesalahan teknis,” kata sumber tersebut dikutip dari NST.
Libatkan Pengacara Luar Negeri
Proses banding ini bertujuan untuk membela FAM serta tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang mendapatkan sanksi. Jika berhasil, banding tersebut berpotensi mengurangi hukuman yang dianggap terlalu berat oleh banyak pihak.
Menurut sumber tersebut, FAM butuh pengacara olahraga internasional untuk bisa memenangkan banding ini. Harapannya, proses ini bisa berjalan maksimal dan menghasilkan keputusan yang sesuai dengan ekspektasi publik Negeri Jiran.
“Ini dipahami bahwa manajemen tim nasional akan melibatkan pengacara dari luar negeri untuk menangani kasus ini. Tentu saja lebih baik diserahkan kepada para profesional dengan harapan mencapai hasil yang positif,” kata dia.
Punya Waktu 10 Hari
Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) hanya memiliki waktu selama 10 hari untuk melakukan banding terhadap sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang dijatuhkan pada Jumat (26/9/2025).
Tujuh pemain tersebut, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Hector Hevel, Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, dan Imanol Machuca, disanksi karena bersalah melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA tentang pemalsuan.
Dalam sanksi tersebut, FIFA menyebut bahwa FAM telah menyerahkan dokumen palsu saat memproses kelayakan para pemain naturalisasi untuk mewakili Harimau Malaya dalam pertandingan resmi.
FAM mendapatkan waktu 10 hari untuk mengajukan banding. Durasi ini memaksa badan induk sepak bola Malaysia itu bergerak cepat dalam mengamankan pengacara terbaik untuk memberikan bantuan hukum.
Hukuman Telak
Dalam sanksi tersebut, FAM mendapatkan sanksi sebesar 350 ribu franc Swiss, atau setara dengan 1,8 juta ringgit. Jika dikonversi ke rupiah, nominal ini mencapai Rp7,3 miliar. Adapun setiap pemain didenda 2.000 franc Swiss atau Rp41 juta.
Tak hanya itu, ketujuh pemain naturalisasi anyar Harimau Malaya ini juga mendapatkan hukuman larangan bermain selama 12 bulan dari semua kegiatan yang berhubungan dengan sepak bola.
Sumber: NST
Disadur dari Bola.com (Radifa Arsa, Gregah Nurikhsani) 5 Oktober 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Amerika Serikat vs Paraguay: Kick Off Jam Berapa?
Piala Dunia 13 Juni 2026, 00:01
-
Bukan Cuma Soal Taktik, Ancelotti Ubah Total Suasana Timnas Brasil
Piala Dunia 12 Juni 2026, 23:32
-
Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: Kanada vs Bosnia dan Herzegovina
Piala Dunia 12 Juni 2026, 23:25
-
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini Waktu Indonesia
Piala Dunia 12 Juni 2026, 23:06
-
Link Live Streaming Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 22:29
-
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 22:29
-
Ada Iklan di Tengah Laga, Tayangan Piala Dunia 2026 Langsung Tuai Kritik
Piala Dunia 12 Juni 2026, 19:31
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28













