Demi Timnas, La Nyalla Pinta PSSI Pecat Limbong
Editor Bolanet | 16 Juni 2012 13:45
- La Nyalla Mahmud Mattalitti menegaskan bahwa kembalinya dirinya ke Executive Committee (Exco) tetaplah bersyarat. Yakni, PSSI harus memecat Bernhard Limbong.
Butir pertama dari nota kesepahaman yang ditandatangani 7 Juni lalu menyebutkan bahwa empat anggota Exco yang sempat dipecat lalu untuk kembali ke posisinya.
Mereka di antaranya, Robertho Rhouw, Erwin Dwi Budiawan, Tonny Apriliani serta La Nyalla. Prosedur pelaksanaan pengembalian hak tersebut akan dilakukan oleh Joint Committee/Komite Gabungan PSSI.
Saya akan patuhi MoU (Memorandum of Understanding) itu. Tapi jika saya kembali maka yang pertama saya lakukan adalah menuntut agar PSSI memecat Limbong, tegas La Nyalla pada .
Pemegang jabatan Ketua Komite Hukum PSSI ini menilai kalau Limbong sudah terlalu lama melanggar statuta PSSI tentang dua jabatan rangkap yang dipegangnya. Seperti diketahui, anggota TNI berbintang satu itu saat ini menjabat sebagai ketua Komisi Disiplin serta Penanggung Jawab Timnas. Jabatan terakhir itu sendiri muncul setelah PSSI membubarkan Badan Tim Nasional (BTN) yang dulu dipegang Iman Arif.
La Nyalla beranggapan bahwa jabatan yang dipegang Limbong itu sangat buruk efeknya bagi pemain Timnas.
Tidak bisa itu pegang jabatan rangkap yang sangat erat kaitannya dengan kebijakan-kebijakan untuk pemain Timnas. Kalau dia mau tetap di PSSI, ia harus letakkan salah satu jabatannya, sambungnya.
Kalau tidak mau letakkan salah satu, ya ia harus dipecat! tegas La Nyalla. (fjr/end)
Butir pertama dari nota kesepahaman yang ditandatangani 7 Juni lalu menyebutkan bahwa empat anggota Exco yang sempat dipecat lalu untuk kembali ke posisinya.
Mereka di antaranya, Robertho Rhouw, Erwin Dwi Budiawan, Tonny Apriliani serta La Nyalla. Prosedur pelaksanaan pengembalian hak tersebut akan dilakukan oleh Joint Committee/Komite Gabungan PSSI.
Saya akan patuhi MoU (Memorandum of Understanding) itu. Tapi jika saya kembali maka yang pertama saya lakukan adalah menuntut agar PSSI memecat Limbong, tegas La Nyalla pada .
Pemegang jabatan Ketua Komite Hukum PSSI ini menilai kalau Limbong sudah terlalu lama melanggar statuta PSSI tentang dua jabatan rangkap yang dipegangnya. Seperti diketahui, anggota TNI berbintang satu itu saat ini menjabat sebagai ketua Komisi Disiplin serta Penanggung Jawab Timnas. Jabatan terakhir itu sendiri muncul setelah PSSI membubarkan Badan Tim Nasional (BTN) yang dulu dipegang Iman Arif.
La Nyalla beranggapan bahwa jabatan yang dipegang Limbong itu sangat buruk efeknya bagi pemain Timnas.
Tidak bisa itu pegang jabatan rangkap yang sangat erat kaitannya dengan kebijakan-kebijakan untuk pemain Timnas. Kalau dia mau tetap di PSSI, ia harus letakkan salah satu jabatannya, sambungnya.
Kalau tidak mau letakkan salah satu, ya ia harus dipecat! tegas La Nyalla. (fjr/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Mengapa Lautaro Martinez Tidak Mendapatkan Kartu Kuning Kedua?
Piala Dunia 13 Juli 2026, 00:53
-
Kilas Balik Semifinal Piala Dunia: Kisah-kisah Unik yang Sulit Dilupakan
Piala Dunia 12 Juli 2026, 23:32
-
Ini Adalah DNA Argentina
Piala Dunia 12 Juli 2026, 22:56
-
Ditekuk Inggris, Ayah Erling Haaland Klaim Norwegia Dicurangi Wasit
Piala Dunia 12 Juli 2026, 21:55
-
Argentina di Jalur Juara Dunia: Kekuatan, Celah, dan Peluang Meraih Gelar
Piala Dunia 12 Juli 2026, 20:41
-
Kartu Merah Breel Embolo Saat Lawan Argentina, VAR Dinilai Melewati Batas
Piala Dunia 12 Juli 2026, 20:04
-
Alasan Sebenarnya Declan Rice Diganti Saat Jeda
Piala Dunia 12 Juli 2026, 19:26
-
Erling Haaland dan Piala Dunia yang Mengubah Dirinya
Piala Dunia 12 Juli 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













