Fakhri Husaini: Saya Dulu Bukan Pemain yang Sukses, Jauh dari Sempurna
Serafin Unus Pasi | 22 Juni 2020 18:14
Bola.net - Tidak ada yang membantah kemampuan Fakhri Husaini ketika menjadi pemain tengah. Ia selalu menjadi nyawa lapangan tengah, baik di klub maupun Timnas Indonesia.
Namun, Fakhri menolak disebut sebagai pemain yang sukses. Menurutnya, ia sama sekali tidak sukses. Bahkan sepanjang kariernya, ia hanya pernah bermain di tiga klub.
"Kalau dibilang sukses ya sebenarnya belum sempurna. Saat jadi pemain, saya hanya main di tiga klub, Lampung Putera, Petrokimia Putera, dan PS Pupuk Kaltim," ujar Fakhri dalam channel YouTube, Hanif & Rendy Show.
Di tiga klub itupun, Fakhri mengaku tidak pernah merasakan gelar juara. Paling banter hanya dua kali menjadi runner-up kompetisi bersama Pupuk Kaltim. Alasan itu yang membuat Fakhri menyebut kariernya sebagai pemain tidak sempurna.
Lantas, bagaimana di level Timnas Indonesia? Lagi-lagi Fakhri mengatakan dirinya tidak ada apa-apanya ketika menjadi pemain.
"Saya belum pernah juga dapat medali emas bersama Timnas Indonesia. Hanya di SEA Games 1997 itu jadi runner-up dapat medali perak, setelah kalah dari Thailand di final yang adu penalti," kata pria kelahiran Lhokseumawe, Aceh ini.
Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.
Siap Tidak Populer
Lebih lanjut, Fakhri mengatakan dirinya adalah pemain yang tidak bisa diatur, dalam konteks match fixing dan sejenisnya. Ia tidak mengelak pernah diminta untuk mengatur pertandingan.
Tapi, semua ditolaknya. Pria berusia 54 tahun ini tidak mau mengkhianati sepak bola, pekerjaan yang sangat dicintainya, dan memilih menjadi pemain yang tak populer.
"Saya sudah pernah disuruh atur-atur pertandingan. Saya sampaikan kepada pelatih, kalau pasang saya, maka saya akan buat gol, tidak peduli tim ini menang," tutur Fakhri.
"Tapi kalau memang kalian mau atur, jangan mainkan saya. Akhirnya kesepakatannya saya dikeluarkan di babak kedua. Ya saya bilang terserah kalau memang babak kedua diatur-atur, yang penting saya tidak ikut main," imbuhnya.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Baca Juga:
Sebelum Shin Tae-yong, Ini 5 Pelatih Timnas Indonesia yang Pernah Perang dengan PSSI
Dari Ruud Gullit hingga Robert Alberts, Ini 5 Calon Pengganti Shin Tae-yong di Timnas Indonesia
Bima Sakti, Nomor Punggung 11, dan Sebuah Cerita dari Swedia
Komparasi Prestasi Shin Tae-yong dan Luis Milla, 2 Pelatih Top yang Perang dengan PSSI
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Semakin Mengaum, Persija Cuma Terpaut 3 Poin dari Puncak Klasemen BRI Liga 1
Bola Indonesia 26 Oktober 2024, 23:41
-
7 Pemain Didikan Fakhri Husaini yang Jasanya Dipakai Shin Tae-yong di Timnas Indonesia
Tim Nasional 20 September 2024, 10:17
-
Masterclass Fakhri Husaini Sudahi 16 Tahun Puasa Medali Emas Jawa Timur di Sepak Bola PON
Bola Indonesia 18 September 2024, 22:28
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Presiden 2026: Persija vs Arema FC 6 Agustus 2026
Bola Indonesia 6 Agustus 2026, 05:16
-
Prediksi Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya 6 Agustus 2026
Bola Indonesia 6 Agustus 2026, 04:52
-
Hasil Uji Coba: PSG Dibungkam Mallorca 0-3 pada Laga Perdana Pramusim
Liga Eropa Lain 6 Agustus 2026, 04:25
-
Hasil Uji Coba: Arsenal Tumbang 1-3 dari Real Betis
Liga Inggris 6 Agustus 2026, 04:17
-
Rating dan Share Piala Presiden 2026 Melonjak, Final Diprediksi Pecahkan Rekor
Bola Indonesia 6 Agustus 2026, 00:35
-
Balsa Sekulic Bidik Gelar Perdana di Final Piala Presiden 2026
Bola Indonesia 5 Agustus 2026, 23:37
-
Victor Osimhen Ditawarkan ke Atletico Madrid
Liga Spanyol 5 Agustus 2026, 21:23
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16









