Faktor Kegagalan Timnas Indonesia ke Final Piala AFF 2022: Strategi Janggal hingga Kelelahan
Ari Prayoga | 11 Januari 2023 17:05
Bola.net - Asisten pelatih Persis Solo, Rasiman menilai bahwa kegagalan Timnas Indonesia melaju ke final Piala AFF 2022 disebabkan oleh beberapa faktor krusial.
Langkah Timnas Indonesia di Piala AFF 2022 harus terhenti di babak semifinal setelah kalah agregat 0-2 dari Vietnam. Tim Merah Putih pun harus menunggu lebih lama untuk menuntaskan dahaga trofi.
Pada leg kedua yang berlangsung di Stadion My Dinh, Hanoi, Senin (9/1/2023), performa skuad Merah-Putih memang tampak seolah kehabisan bensin untuk meladeni tim tuan rumah.
Setidaknya ada sejumlah faktor yang bisa menjelaskan permasalahan ini. Utamanya berkaitan dengan akumulasi kelelahan akibat strategi Shin Tae-yong dalam merotasi pemain Timnas Indonesia yang patut dipertanyakan.
Rasiman memberikan analisisnya terkait persoalan ini. Menurut pelatih yang tengah menempuh kursus kepelatihan lisensi AFC Pro ini, ada aspek sports science yang kurang dimaksimalkan Timnas Indonesia di Piala AFF 2022.
Strategi Janggal sebelum Semifinal

Masalah kebugaran yang dialami Timnas Indonesia di Piala AFF 2022 ini sebetulnya sudah bisa dilacak sejak pertandingan melawan Filipina pada duel pamungkas di Grup A.
Rasiman mengatakan keputusan Shin Tae-yong untuk tetap menurunkan skuad utamanya, alih-alih merotasi kompetisi pemainnya pada laga kontra Filipina, patut dipertanyakan.
Sebetulnya, aspek ini sudah sempat disampaikan Rasiman saat berbincang dengan Bola.com satu hari sebelum laga leg kedua semifinal Piala AFF 2022 antara Indonesia kontra Vietnam. Analisisnya pun akhirnya terbukti di atas lapangan.
"Dari kemarin sudah saya bahas tentang ambisi Timnas Indonesia untuk memenangkan dengan sebanyak-banyaknya gol ketika menghadapi Filipina dengan tidak merotasi pemain," ujar Rasiman ketika dihubungi Bola.com, Senin (9/1/2023).
"Inilah yang terjadi sekarang. Ada tiga pertandingan beruntun dalam delapan hari. Saya merasa dari segi energi tidak maksimal. Terbukti, Egy Maulana Vikri dan Rachmat Irianto cedera," lanjutnya.
Menurutnya, ambisi Shin Tae-yong untuk meraih kemenangan telak atas Filipina demi merebut staatus sebagai juara klasemen akhir Grup A Piala AFF 2022 memang menghasilkan masalah.
Nyaris seluruh pemain yang turun pada laga kontra Filipina adalah pemain yang biasa mengisi daftar sebelas pemain pertama. Hanya Rizky Ridho yang berbeda karena Jordi Amat mendapatkan larangan akumulasi kartu.
Akumulasi Kelelahan

Imbas dari keputusan Shin Tae-yong untuk menurunkan komposisi tim terbaiknya itu tentu bakal merembet kepada level kebugaran para pemain yang nyaris tanpa rotasi.
Apalagi ada tiga pertandingan krusial dalam delapan hari yang harus dijalani skuad Garuda. Momen ini bermula dari laga kontra Filipina dan dua laga kontra Vietnam pada semifinal.
Menurut pelatih asal Banjarnegara itu, hal ini disebut sebagai accumulated fatigue alias akumulasi kelelahan yang dialami para pemain karena proses pemulihan yang tidak maksimal.
"Faktor akumulasi kelelahan ini sudah bisa terlihat sejak laga kontra Filipina. Timnas Indonesia memutuskan tidak ada rotasi sama sekali setelah bermain melawan Thailand," ujarnya.
"Ada empat pertandingan sulit digelar berturut-turut kalau kita tarik ke belakang, yakni melawan Thailand, Filipina, dan dua laga kontra Vietnam di semifinal. Sementara Thailand melawan Indonesia saja merotasi beberapa pemain karena pelatihnya memahami kondisinya."
"At the end of the day, it's all about energy. Kalau level energi tidak maksimal, sebagus-bagusnya pemain kalau sudah kelelahan mau bagaimana?" lanjutnya.
Strategi dan Tata Kelola Energi

Pelatih berusia 49 tahun itu memang akhirnya lebih banyak menyoroti aspek sport science yang terlihat kurang maksimal di skuad Merah-Putih pada turnamen ini.
Menurut Rasiman, tugas Shin Tae-yong sebagai arsitek Timnas Indonesia bukan hanya soal melatih saja, melainkan mengelola sebuah tim.
Satu aspek tata kelolanya berkaitan dengan sisi fisiologis seorang pemain. Ada periode tertentu di mana pemain akan merasa keletihan. Pada titik ini, strategi untuk recovery menjadi krusial.
"Kalau dalam turnamen seperti ini tidak memperhitungkan faktor-faktor kelelahan, periode fatigue, ya itu menjadi tanda tanya besar," ujarnya.
"Sekarang teknologi sudah sedemikian maju. Setiap pelatih bisa mendapatkan informasi yang komprehensif tentang recovery, kondisi fisik pemain, masa pemulihannya berapa lama, dan apa yang harus dilakukan dengan pendekatan yang sesuai dengan fisiologis tubuh manusia," lanjutnya.
Hasil Semifinal Piala AFF 2022
Semifinal Leg 1
Jumat, 6 Januari 2023
Indonesia 0-0 Vietnam
Sabtu, 7 Januari 2023
Malaysia 1-0 Thailand
Semifinal Leg 2
Senin, 9 Januari 2023
Vietnam 2-0 Indonesia
Selasa, 10 Januari 2023
Thailand 3-0 Malaysia
Disadur dari: Bola.com (Radifa Arsa, Benediktus Gerendo Pradigdo) 11 Januari 2023
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Serba-Serbi ASEAN Hyundai Cup 2026: Hasil Undian Sampai Jadwal Timnas Indonesia
Tim Nasional 16 Januari 2026, 10:57
-
Jadwal Lengkap, Hasil, Klasemen, dan Top Skor Piala AFF 2026
Tim Nasional 15 Januari 2026, 20:56
LATEST UPDATE
-
Kabar Panas dari Stamford Bridge: Chelsea Siap Lepas Gelandang Juara Piala Dunia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 03:29
-
Prediksi Copenhagen vs Napoli 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Olympiakos vs Leverkusen 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:02
-
Prediksi Sporting CP vs PSG 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:01
-
Prediksi Inter vs Arsenal 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
-
Bara Api di Old Trafford: Tensi Tinggi Roy Keane dengan Istri Michael Carrick
Liga Inggris 19 Januari 2026, 22:24
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26






