Kursi Stadion Utama Riau Kembali Dipasang
Editor Bolanet | 26 Juni 2012 10:00
- Masalah masih saja terjadi dalam pembangunan Stadion Utama PON Riau jelang kualifikasi Piala Asia U-22.
Masalah sebenarnya bukan diakibatkan PSSI atau segala sesuatu yang berhubungan dengan gelaran yang baru pertama kali ini, namun masalah yang terjadi akibat adanya miss komunikasi antara para kontraktor dengan pemerintah daerah yang menangani pembangunan stadion ini.
Setelah sebelumnya sempat terhenti, kini ratusan kursi penonton dibongkar kembali dan digital papan skor serta alat pembesar suara dan lampu sorot dicabut oleh para pekerja, hal tersebut terkait kekecewaan para subkontraktor pengerja proyek Stadion Riau senilai Rp 900 miliar, di mana tagihan atas hasil pekerjaan mereka tak kunjung ada pelunasan.
Wawan mengatakan, pada kesepakatan awal antara subkontraktor dan konsorsium yang terdiri dari PT Adhi Karya, Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan di Pekanbaru, sempat muncul kesepakatan akan ada pelunasan tagihan sebesar 80 persen dari hasil pekerjaan yang dibayarkan yakni mencapai Rp 20 Miliar sampai Rp 25 Miliar.
Namun pada kenyataannya, pelunasan tagihan hanya direalisasikan sebesar 30 persen atau sekitar Rp 8 miliar, kata juru bicara Forum Subkontraktor Stadion Utama PON Riau Ari Setiawan.
Dengan melencengnya komitmen itu, demikian Wawan, pihaknya bersama sejumlah rekan subkontraktor lainnya yang tergabung dalam forum kemudian berinisiatif untuk melakukan pembongkaran secara bertahap hingga ada pelunasan atas tagihan.
Sempat kami bongkar kembali beberapa pekerjaan, termasuk kursi penonton, katanya.
Namun, ketika tim PSSI melakukan kunjungan ke Stadion Riau, kursi-kursi tersebut kembali dipasang kembali.
Senin ada kunjungan tim PSSI sehubungan pelaksanaan kualifikasi Piala Asia U-22 di Pekanbaru, tandasnya.
Sementara itu, Pejabat sementara (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau Emrizal Pakis di kesempatan terpisah membantah adanya pembongkaran kursi stadion.
Yang ada itu penggantian kursi. Hal ini sesuai dengan kesepakatan bersama dengan konsorsium, katanya.
(ant/end)
Masalah sebenarnya bukan diakibatkan PSSI atau segala sesuatu yang berhubungan dengan gelaran yang baru pertama kali ini, namun masalah yang terjadi akibat adanya miss komunikasi antara para kontraktor dengan pemerintah daerah yang menangani pembangunan stadion ini.
Setelah sebelumnya sempat terhenti, kini ratusan kursi penonton dibongkar kembali dan digital papan skor serta alat pembesar suara dan lampu sorot dicabut oleh para pekerja, hal tersebut terkait kekecewaan para subkontraktor pengerja proyek Stadion Riau senilai Rp 900 miliar, di mana tagihan atas hasil pekerjaan mereka tak kunjung ada pelunasan.
Wawan mengatakan, pada kesepakatan awal antara subkontraktor dan konsorsium yang terdiri dari PT Adhi Karya, Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan di Pekanbaru, sempat muncul kesepakatan akan ada pelunasan tagihan sebesar 80 persen dari hasil pekerjaan yang dibayarkan yakni mencapai Rp 20 Miliar sampai Rp 25 Miliar.
Namun pada kenyataannya, pelunasan tagihan hanya direalisasikan sebesar 30 persen atau sekitar Rp 8 miliar, kata juru bicara Forum Subkontraktor Stadion Utama PON Riau Ari Setiawan.
Dengan melencengnya komitmen itu, demikian Wawan, pihaknya bersama sejumlah rekan subkontraktor lainnya yang tergabung dalam forum kemudian berinisiatif untuk melakukan pembongkaran secara bertahap hingga ada pelunasan atas tagihan.
Sempat kami bongkar kembali beberapa pekerjaan, termasuk kursi penonton, katanya.
Namun, ketika tim PSSI melakukan kunjungan ke Stadion Riau, kursi-kursi tersebut kembali dipasang kembali.
Senin ada kunjungan tim PSSI sehubungan pelaksanaan kualifikasi Piala Asia U-22 di Pekanbaru, tandasnya.
Sementara itu, Pejabat sementara (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau Emrizal Pakis di kesempatan terpisah membantah adanya pembongkaran kursi stadion.
Yang ada itu penggantian kursi. Hal ini sesuai dengan kesepakatan bersama dengan konsorsium, katanya.
(ant/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Batal Jajal Timnas U-22, Arema FC Tak Risau
Bola Indonesia 17 Maret 2017, 20:02
-
Dendy Siap Berjuang Maksimal Demi Masuk Timnas U-22
Tim Nasional 4 Maret 2017, 15:49
-
Inilah Para Pemain Seleksi Tahap Ketiga Timnas U-22
Tim Nasional 4 Maret 2017, 14:21 -
Timnas U-22 Akan Gelar TC di Spanyol dan Keliling Asia
Tim Nasional 9 Januari 2017, 20:30
-
Aji Santoso Sudah Miliki Formasi Baku Yang Akan Digunakan
Tim Nasional 4 Maret 2015, 23:17
LATEST UPDATE
-
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss
Piala Dunia 13 Juni 2026, 23:55
-
Tempat Menonton Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 23:45
-
Ghana Protes Keras Kanada Usai Tolak Visa Thomas Partey
Piala Dunia 13 Juni 2026, 23:12
-
Hasil Final Piala AFF U-19 2026: Australia Juara Usai Kandaskan Thailand
Tim Nasional 13 Juni 2026, 22:24
-
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 21:59
-
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini di TVRI
Piala Dunia 13 Juni 2026, 21:58
-
Klasemen Pembalap WorldSBK 2026
Otomotif 13 Juni 2026, 21:17
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28










