Melihat Keputusan Wasit, Kenapa Witan Dilanggar tapi Timnas Indonesia U-23 Gak Dapat Penalti?
Richard Andreas | 29 April 2024 22:00
Bola.net - Timnas Indonesia U-23 masih bermain imbang 0-0 dengan Uzbekistan U-23 di babak pertama semifinal Piala Asia U-23 2024. Laga berlangsung sengit, Garuda Muda masih berjuang.
Senin (29/4/2024), duel semifinal AFC U-23 Asian Cup ini dimainkan di Abdullah bin Khalifa Stadium. Indonesia menantang Uzbekistan, lawan yang lebih unggul di setiap aspek.
Sesuai prediksi, pertandingan berlangsung ketat. Pasukan Shin Tae-yong bermain berhati-hati dan disiplin, mewaspadai ancaman Uzbekistan.
Saat artikel ini ditulis, pertandingan baru menutup duel 45 menit pertama. Skor sementara 0-0. Pertahanan Indonesia tampil solid untuk menetralisir ancaman lawan.
Nah salah satu momen penting yang diperhatikan fans di babak pertama adalah insiden pelanggaran terhadap Witan Sulaeman di kotak penalti. Apa yang terjadi?
Insiden pelanggaran terhadap Witan
Insiden ini terjadi di sekitar menit ke-27 pertandingan. Timnas Indonesia U-23 mendapatkkan momentum serangan balik. Bentuk pertahanan Uzbekistan belum kembali seperti semula.
Bola di sisi kiri kotak penalti lini serang Indonesia. Witan membuat penetrasi dengan cepat, berusaha mendapatkan bola lebih dahulu.
Di saat yang sama, pemain Uzbek nomor punggung 4, Khusanov melakukan sliding tackle ke arah bola. Witan terjatuh, wasit lantas meniup peluit pelanggaran.
Kenapa gak jadi pelanggaran?
Pada awalnya wasit memang memutuskan pelanggaran terhadap Witan. Indonesia mendapatkan kesempatan tendangan bebas di area berbahaya, Marselino dan Nathan sudah bersiap.
Meski begitu, sesaat sebelum menendang bola, wasit dipanggil ke tepi lapangan untuk melihat langsung monitor VAR. Fans Indonesia pun sempat berharap keputusan tendangan bebas bisa dirubah jadi penalti.
Wasit lantas kembali setelah melihat monitor dan justru mencoret keputusan pelanggaran. Tidak ada foul terhadap witan. Tekel Khusanov bersih, kakinya lebih dahulu menjangkau bola, sebelum akhirnya menjegal Witan.
Keputusan fair dari wasit. Harusnya Timnas Indonesia U-23 juga diuntungkan jika wasit terus menerapkan standar yang sama.
Statistik Indonesia U-23 vs Uzbekistan U-23
Babak pertama
Tembakan: 2 - 10
Tembakan tepat sasaran: 0 - 1
Penguasaan bola: 37% - 63%
Operan: 154 - 254
Akurasi operan: 74% - 83%
Pelanggaran: 7 - 2
Kartu kuning: 2 - 1
Kartu merah: 0 - 0
Offside: 0 - 1
Tendangan sudut: 1 - 5
Susunan pemain
INDONESIA U-23 (3-4-3): Ernando Ari; Rizky Ridho, Justin Hubner, Muhammad Ferrarri; Fajar Fathur Rahmah, Ivar Jenner, Nathan Tjoe-A-on, Pratama Arhan; Marselino Ferdinan, Witan Sulaeman, Ramadhan Sananta
Pelatih: Shin Tae-yong
UZBEKISTAN U-23 (4-2-3-1): Abduvakhir Nematov; Zafarmurod Abdirakhmatov, Abdukodir Khusanov, Rakhimjonov Asadbek, Alibek Davronov; Hojimat Erkinov, Abbosbek Fayzullaev, Umarali Rakhmonaliev, Abdurauf Buriev; Alisher Odilov, Ulugbek Khoshimov
Pelatih: Timur Kapadze
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Timnas Indonesia U-23 Dikabarkan Terancam Absen di Asian Games 2026, Ini Respons PSSI
Tim Nasional 12 Februari 2026, 18:37
LATEST UPDATE
-
Assist dan Titik Awal Kebangkitan Trent Alexander-Arnold di Real Madrid
Liga Spanyol 15 Februari 2026, 09:30
-
Kontroversi Derby D'Italia: Mengapa Wasit tak Melihat VAR pada Kartu Merah Pierre Kalulu?
Liga Italia 15 Februari 2026, 09:27
-
Man of the Match Liverpool vs Brighton: Mohamed Salah
Liga Inggris 15 Februari 2026, 07:38
-
Man of the Match Inter vs Juventus: Piotr Zielinski
Liga Italia 15 Februari 2026, 06:35
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00











