Mengenal Emilia Achmadi, Eks Ahli Gizi Persija yang Jadi Senjata Baru Timnas Indonesia Era John Herdman
Asad Arifin | 25 Maret 2026 19:09
Bola.net - PSSI resmi memperkenalkan jajaran staf kepelatihan Timnas Indonesia di era John Herdman. Struktur baru ini disiapkan untuk menghadapi tantangan besar, termasuk FIFA Series 2026.
Herdman tidak bekerja sendiri. Ia didukung sembilan staf dengan peran spesifik untuk meningkatkan performa Skuad Garuda. Setiap posisi diisi oleh sosok dengan keahlian khusus.
Dari komposisi tersebut, terdapat empat tenaga lokal yang ikut ambil bagian. Kehadiran mereka menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pendekatan global dan kebutuhan lokal tim.
Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Emilia Achmadi. Ia dipercaya sebagai ahli gizi olahraga Timnas Indonesia.
Perannya sangat vital. Ia bertanggung jawab memastikan kondisi fisik pemain tetap optimal melalui pengaturan nutrisi selama latihan hingga pertandingan.
Pengalaman Panjang di Level Elite

Emilia Achmadi bukan sosok baru di dunia olahraga. Ia memiliki pengalaman panjang dalam mendampingi atlet di berbagai cabang olahraga. Dia pernah jadi bagian Persija Jakarta pada era Thomas Doll.
Ia pernah bekerja bersama sejumlah federasi besar seperti PABBSI, PRSI, PERBASASI, PERBASI, PELTI, hingga PGI. Pengalamannya mencakup olahraga individu hingga tim.
Tak hanya itu, Emilia juga terlibat dalam persiapan atlet Indonesia di ajang multicabang. Ia menjadi ahli nutrisi pada Olimpiade Rio 2016, Asian Games 2018, dan Olimpiade Tokyo 2020.
Di level klub, ia juga pernah menjabat sebagai ahli gizi olahraga Persija Jakarta. Pengalaman ini membuatnya memahami kebutuhan atlet sepak bola secara spesifik.
Selain itu, Emilia merupakan pendiri MesaAcademy. Ia juga aktif sebagai konsultan kesehatan dan olahraga di berbagai program pengembangan atlet.
Peran Krusial dan Pendekatan Ilmiah

Secara akademis, Emilia merupakan lulusan Oklahoma State University, Amerika Serikat. Fokus studinya meliputi manajemen penyakit, pencegahan, dan nutrisi olahraga.
Sejak 1993, ia telah aktif di bidang nutrisi. Pengalamannya mencakup berbagai level kompetisi, dari SEA Games hingga Olimpiade.
Pendekatannya menekankan pentingnya nutrisi terhadap performa fisik. Ia juga mengedepankan konsep kesehatan preventif berbasis teknologi modern, termasuk analisis DNA.
Dalam praktiknya, Emilia memastikan setiap pemain mendapatkan asupan yang tepat. Hal ini penting untuk menjaga stamina, pemulihan, dan performa selama kompetisi.
"Hidup sehat artinya juga nggak boleh melewati jam makan, yaitu pagi, siang, dan malam hari. Selama seseorang sering skipping meals, dia makin punya masalah," ucap Emilia Achmadi dalam wawancara dengan Fimela.
Baca Ini Juga:
- Disorot dan Diperdebatkan, Beckham Putra Tetap Tenang: Fokus Buktikan Diri di Timnas Indonesia
- Tim Kepelatihan Timnas Indonesia Era John Herdman: Ada 9 Asisten, 4 Lokal, dan Eks Kapten Kanada Ikut Memimpin
- Menebak Gaya Main Timnas Indonesia Era John Herdman: Minim Dribel dan Kick and Rush
- Komentar Jujur Pelatih Saint Kitts and Nevis: Sudah Kenal Lama John Herdman, Penuh Motivasi
- FIFA Series 2026: Gelandang St. Kitts dan Nevis Ini Yakin Bisa Bikin Timnas Indonesia Kerepotan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Brasil vs Prancis 27 Maret 2026
Piala Dunia 25 Maret 2026, 21:09
-
Prediksi Wales vs Bosnia dan Herzegovina 27 Maret 2026
Piala Dunia 25 Maret 2026, 20:48
-
Prediksi Slowakia vs Kosovo 27 Maret 2026
Piala Dunia 25 Maret 2026, 19:52
-
Prediksi Denmark vs Makedonia Utara 27 Maret 2026
Piala Dunia 25 Maret 2026, 19:38
-
Prediksi Italia vs Irlandia Utara 27 Maret 2026
Piala Dunia 25 Maret 2026, 19:27
-
Prediksi Ceko vs Irlandia 27 Maret 2026
Piala Dunia 25 Maret 2026, 19:03
-
Prediksi Polandia vs Albania 27 Maret 2026
Piala Dunia 25 Maret 2026, 18:28
LATEST EDITORIAL
-
5 Mega Transfer yang Wajib Dipantau pada Musim Panas 2026
Editorial 25 Maret 2026, 13:37
-
6 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Baru Mohamed Salah Usai Tinggalkan Liverpool
Editorial 25 Maret 2026, 11:07
-
Tottenham Menyusul? 6 Kasus Degradasi Paling Mengejutkan di Premier League
Editorial 24 Maret 2026, 11:00









