Rahmad Darmawan Beberkan Resep Sukses di Adu Penalti
Editor Bolanet | 19 Desember 2013 21:53
- Pelatih timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan membeberkan salah satu kunci kemenangan timnya atas Malaysia U-23 adalah masalah persiapan.
Ya, persiapan disebut oleh Rahmad Darmawan menjadi salah satu kunci kemenangan Garuda Muda, terutama saat menghadapi babak adu penalti.
Menurut RD, timnya telah melakukan persiapan dengan melakukan simulasi adu penalti pada sesi latihan sebelum laga semifinal tersebut.
Kemarin kami melakukan latihan penalti meskipun hanya satu sesi saja. Kami memiliki pengalaman adu penalti di Islamic Solidarity Games beberapa waktu lalu, dan ini saya pikir sangat berguna, bebernya.
Berbeda dengan dua tahun lalu (final SEA Games 2011) ketika para pemain menolak saat ditunjuk sebagai algojo penalti. Hari ini, semua pemain justru antusias, tandasnya.
Pada laga tersebut, Indonesia mampu unggul terlebih dahulu melalui gol dari Bayu Gatra pada menit ke-30. Namun Malaysia mampu memanfaatkan kelengahan Indonesia untuk menyamakan kedudukan di menit ke-85 sekaligus memaksakan pertandingan hingga perpanjangan waktu.
Di babak extra time, kedua tim gagal menambah pundi-pundi gol sehingga pertandingan terpaksa harus ditentukan lewat adu penalti. Di babak tos-tosan tersebut, Kurnia Meiga menjadi pahlawan setelah sukses menggagalkan dua tendangan Malaysia, sementara di pihak Indonesia hanya Manahati Lestusen yang gagal menjalankan tugasnya dengan baik.[initial]
Ya, persiapan disebut oleh Rahmad Darmawan menjadi salah satu kunci kemenangan Garuda Muda, terutama saat menghadapi babak adu penalti.
Menurut RD, timnya telah melakukan persiapan dengan melakukan simulasi adu penalti pada sesi latihan sebelum laga semifinal tersebut.
Kemarin kami melakukan latihan penalti meskipun hanya satu sesi saja. Kami memiliki pengalaman adu penalti di Islamic Solidarity Games beberapa waktu lalu, dan ini saya pikir sangat berguna, bebernya.
Berbeda dengan dua tahun lalu (final SEA Games 2011) ketika para pemain menolak saat ditunjuk sebagai algojo penalti. Hari ini, semua pemain justru antusias, tandasnya.
Pada laga tersebut, Indonesia mampu unggul terlebih dahulu melalui gol dari Bayu Gatra pada menit ke-30. Namun Malaysia mampu memanfaatkan kelengahan Indonesia untuk menyamakan kedudukan di menit ke-85 sekaligus memaksakan pertandingan hingga perpanjangan waktu.
Di babak extra time, kedua tim gagal menambah pundi-pundi gol sehingga pertandingan terpaksa harus ditentukan lewat adu penalti. Di babak tos-tosan tersebut, Kurnia Meiga menjadi pahlawan setelah sukses menggagalkan dua tendangan Malaysia, sementara di pihak Indonesia hanya Manahati Lestusen yang gagal menjalankan tugasnya dengan baik.[initial]
Mari Dukung Perjuangan Garuda Muda!
(bola/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal dan Agenda Timnas Indonesia 2026: Ada FIFA Series dan Piala AFF
Tim Nasional 17 Desember 2025, 10:43
-
Timnas Indonesia U-22 Gagal Total di SEA Games 2025, PSSI Pecat Indra Sjafri
Tim Nasional 16 Desember 2025, 20:32
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
















