Tak Lagi di Timnas U-19, Inilah Pekerjaan Baru Indra Sjafri
Editor Bolanet | 4 November 2014 21:22
- Tidak mendapatkan perpanjangan kontrak kerja dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), tidak membuat mantan pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri menganggur. Pekerjaan baru pun langsung menghampirinya.
Yakni, menjadi konsultan di Akademi Sepak Bola Jaya Perkasa Purwakarta, yang dibentuk Bupati Dedi Mulyadi.
Dikatakan Indra, dirinya punya alasan kuat tertarik mengambil tawaran pekerjaan tersebut. Dalam penilaiannya, melahirkan pesepakbola berkualitas harus dimulai sejak dini mulai rentang usia 6-12 tahun. Hal tersebut, diperlukan agar pemain memiliki karakter dan identitas permainan
Di Purwakarta, kota kecil ini, saya ingin mewujudkan hal tersebut. Para pemain yang memiliki karakter dan identitas permainan sepak bola Indonesia. Langkahnya sudah bagus. Pemkab (Pemerintah Kabupaten)punya kepedulian dalam pendidikan sepak bola melalui pendirian akademi, terang Indra.
Dikatakannya lagi, selama ini masyarakat Indonesia disuguhkan bentuk pembinaan sepakbola yang ala kadarnya. Yakni, tanpa kurikulum yang jelas. Sehingga, yang diciptakan para pemain yang tidak memiliki identitas.
Pemain tidak bisa masuk bergaya permainan Eropa, Timur Tengah atau pun Asia sendiri. Karena itu, perlu dibina sejak dini. Mulai faktor teknis maupun nonteknisnya, termasuk pola makan dan kadar gizi dari makanannya. Di akademi Jaya Perkasa, Bupati-nya siap mengikuti saran saya ini, tutupnya. (esa/dzi)
Yakni, menjadi konsultan di Akademi Sepak Bola Jaya Perkasa Purwakarta, yang dibentuk Bupati Dedi Mulyadi.
Dikatakan Indra, dirinya punya alasan kuat tertarik mengambil tawaran pekerjaan tersebut. Dalam penilaiannya, melahirkan pesepakbola berkualitas harus dimulai sejak dini mulai rentang usia 6-12 tahun. Hal tersebut, diperlukan agar pemain memiliki karakter dan identitas permainan
Di Purwakarta, kota kecil ini, saya ingin mewujudkan hal tersebut. Para pemain yang memiliki karakter dan identitas permainan sepak bola Indonesia. Langkahnya sudah bagus. Pemkab (Pemerintah Kabupaten)punya kepedulian dalam pendidikan sepak bola melalui pendirian akademi, terang Indra.
Dikatakannya lagi, selama ini masyarakat Indonesia disuguhkan bentuk pembinaan sepakbola yang ala kadarnya. Yakni, tanpa kurikulum yang jelas. Sehingga, yang diciptakan para pemain yang tidak memiliki identitas.
Pemain tidak bisa masuk bergaya permainan Eropa, Timur Tengah atau pun Asia sendiri. Karena itu, perlu dibina sejak dini. Mulai faktor teknis maupun nonteknisnya, termasuk pola makan dan kadar gizi dari makanannya. Di akademi Jaya Perkasa, Bupati-nya siap mengikuti saran saya ini, tutupnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Real Madrid Lirik Manuel Locatelli Usai Gagal Dapatkan Rodri
Liga Spanyol 8 Agustus 2026, 23:00
-
Thailand dan Malaysia Melaju ke Semifinal Piala AFF 2026
Tim Nasional 8 Agustus 2026, 22:01
-
PSG Naikkan Tawaran untuk Rekrut Kiper Incaran Juventus
Liga Eropa Lain 8 Agustus 2026, 22:00
-
Hasil Uji Coba: Chelsea Hajar AC Milan 3-0 di SUGBK
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 21:16
-
Prestasi Membanggakan, PP PBVSI Dapat Penghargaan FIVB World Event 2025
Voli 8 Agustus 2026, 21:05
-
Bruno Guimaraes Siap Jadi Pejuang Arsenal dan Bantu Raih Banyak Trofi
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 21:00
-
Ferran Torres Capai Kesepakatan dengan PSG
Liga Spanyol 8 Agustus 2026, 20:20
-
Hasil Uji Coba: Inter Milan Kalahkan Juventus 2-1 di Australia
Liga Italia 8 Agustus 2026, 20:12
-
Segini Dana yang Harus Dikeluarkan Liverpool untuk Permanenkan Ronald Araujo
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 19:01
-
Jadwal Pre-season Friendly Match 2026 - Chelsea vs Johor Darul Tazim di Vidio
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 18:21
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59









