Tanpa Playmaker Murni, Apa Rencana Taktik Timnas Indonesia Era John Herdman di FIFA Series 2026?

Asad Arifin | 25 Maret 2026 19:28
Tanpa Playmaker Murni, Apa Rencana Taktik Timnas Indonesia Era John Herdman di FIFA Series 2026?
John Herdman memimpin latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (24/3/2026). (c) Bola.net/M. Iqbal Ichsan

Bola.net - Timnas Indonesia bersiap menghadapi FIFA Series Maret 2026 dengan wajah baru. Pelatih anyar John Herdman membawa pendekatan berbeda dalam menyusun komposisi pemain. Turnamen ini jadi panggung awal perubahan.

Laga debut akan digelar pada 27 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Indonesia dijadwalkan menghadapi Saint Kitts and Nevis. Ini menjadi ujian pertama Herdman.

Advertisement

Sorotan utama bukan hanya pada lawan. Komposisi pemain yang dipilih Herdman justru memantik perhatian. Ada pola yang cukup mencolok.

Dari 24 pemain yang dipanggil, tidak ada gelandang serang murni. Ini menjadi indikasi kuat perubahan filosofi permainan Timnas Indonesia.

Situasi ini membuka ruang analisis lebih dalam. Herdman tampaknya sedang membangun fondasi taktik baru. FIFA Series 2026 menjadi titik awal eksperimen tersebut.

1 dari 3 halaman

Tanpa Playmaker, Herdman Ubah Struktur Permainan

Tanpa Playmaker, Herdman Ubah Struktur Permainan

Pemain Timnas Indonesia, Eliano Reijnders dan Joey Pelupessy saat melawan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Absennya playmaker murni menjadi keputusan yang tidak biasa. Selama ini, Timnas Indonesia identik dengan gelandang kreatif. Kini, pendekatan itu mulai ditinggalkan.

Mayoritas gelandang yang dipanggil adalah tipe pekerja. Nama seperti Joey Pelupessy dan Ivar Jenner dikenal sebagai gelandang bertahan. Mereka kuat dalam duel dan distribusi sederhana.

Selain itu, ada pemain dengan peran hibrida. Jordi Amat, Calvin Verdonk, dan Nathan Tjoe-A-On masuk kategori ini. Mereka fleksibel dalam transisi posisi.

Situasi ini menunjukkan fokus pada keseimbangan dan kontrol ruang. Herdman tampaknya ingin membangun tim yang solid secara struktural, bukan bergantung pada kreativitas individu.

2 dari 3 halaman

Alternatif Playmaker dari Posisi Non-Tradisional

Alternatif Playmaker dari Posisi Non-Tradisional

Selebrasi Beckham Putra usai mencetak gol di laga Persib vs Persija pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 (c) Abdul Aziz

Meski tanpa playmaker murni, Herdman masih memiliki opsi. Beckham Putra bisa dimainkan sebagai gelandang serang. Namun, perannya lebih sering sebagai winger di klub.

Eliano Reijnders juga pernah mengisi posisi tersebut. Akan tetapi, dalam perkembangan terakhir, ia lebih sering bermain sebagai bek sayap. Fleksibilitas menjadi kunci.

Nama lain seperti Dony Tri Pamungkas juga menarik. Ia pernah berperan sebagai playmaker di level U-23. Namun, belum tentu menjadi pilihan utama.

Artinya, kreativitas tidak hilang sepenuhnya. Hanya saja, distribusinya tersebar ke beberapa pemain. Ini berbeda dari sistem konvensional.

3 dari 3 halaman

Gaya Cepat dan Minim Dribel Jadi Identitas Baru

Gaya Cepat dan Minim Dribel Jadi Identitas Baru

Aksi Elkan Baggott pada sesi latihan Timnas Indonesia jelang FIFA Series edisi Maret 2026 (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Komposisi skuad juga memperlihatkan minimnya pemain bertipe dribbler. Ini menguatkan dugaan perubahan gaya bermain. Herdman cenderung memilih pemain dengan fisik kuat.

Pendekatan ini mengarah pada permainan cepat dan langsung. Transisi menjadi fokus utama. Bola tidak lama berada di kaki pemain.

Mantan pemain nasional, Alexander Sununu, melihat pola ini sebagai strategi yang disengaja. Pemilihan pemain dinilai sudah sesuai dengan rencana pelatih.

"Saya kira John Herdman ingin Timnas Indonesia bermain cepat dan sedikit mengurangi peran para gelandang. Sebagai pelatih baru, dia harus berani bereksperimen di laga debutnya bersama Timnas Indonesia," tuturnya.

LATEST UPDATE