Timnas Indonesia di Ujung Jurang: Jalur Curam Menuju Piala Dunia 2026
Gia Yuda Pradana | 9 Oktober 2025 11:19
Bola.net - Kekalahan dari Timnas Arab Saudi membuat perjuangan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 berada di ujung jurang. Mimpi besar yang sempat tumbuh di dada para pemain dan pendukung kini diuji oleh realitas yang keras. Dengan satu laga tersisa, harapan Garuda untuk menorehkan sejarah masih hidup—tetapi hanya setipis benang.
Tim asuhan Patrick Kluivert harus mengakui keunggulan Arab Saudi dengan skor 2-3, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB. Kekalahan di laga perdana Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran keempat zona Asia itu menjadi pukulan berat bagi Skuad Garuda. Kini, perjalanan menuju tiket lolos otomatis hampir tertutup sepenuhnya.
Pertandingan berikutnya melawan Timnas Irak pun berubah status menjadi partai hidup-mati. Di sinilah semua asa tersisa akan ditentukan—antara bertahan dalam mimpi atau terjaga dalam kenyataan. Kemenangan atas Irak adalah satu-satunya cara untuk menjaga napas Garuda tetap berdegup.
Putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia zona Asia memang kejam. Hanya dua laga yang tersedia, dua kesempatan yang menentukan nasib sebuah bangsa. Bagi Indonesia, separuh perjalanan sudah terlewati, dan separuh lainnya menjadi penentu akhir. Saat ini, jalurnya curam.
Format Ketat, Kesalahan yang Terbayar Mahal

Format mini turnamen ini meninggalkan sedikit ruang bagi kesalahan. Tiga tim dalam satu grup—Arab Saudi, Irak, dan Indonesia—berebut satu tiket otomatis menuju putaran final. Sementara itu, posisi runner-up hanya memberi kesempatan untuk melanjutkan ke babak playoff.
Sejak awal, posisi Indonesia sudah tidak menguntungkan. Dari sisi peringkat FIFA, Skuad Garuda menjadi tim dengan nilai terendah. Akan tetapi, hal itu bukan alasan untuk menyerah sebelum bertanding. Setiap poin, setiap gol, bahkan setiap menit di lapangan punya arti besar dalam kompetisi sesingkat ini.
Kekalahan 2-3 dari Arab Saudi membuat peluang lolos otomatis praktis tertutup. Kini, fokus utama adalah merebut kemenangan atas Irak demi peluang mengamankan posisi runner-up. Hanya kemenangan yang bisa memberi kesempatan bagi Indonesia untuk tetap berjuang di jalur playoff kontinental.
Irak, Ujian Terakhir Kluivert dan Garuda di Jeddah

Laga melawan Irak pada Minggu dini hari nanti akan digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah—venue yang sama saat Indonesia kalah dari Arab Saudi. Stadion megah itu akan kembali menjadi saksi perjuangan terakhir Skuad Garuda di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Bagi Patrick Kluivert dan anak asuhnya, tidak ada ruang untuk kesalahan kedua. Setelah menelan kekalahan di laga pembuka, kemenangan atas Irak telah menjadi harga mati. Kegagalan menang berarti mimpi tampil di Piala Dunia 2026 akan sirna sepenuhnya.
Jika berhasil menang, Indonesia akan mengoleksi tiga poin dari dua pertandingan. Raihan tersebut masih bisa membuka peluang untuk finis sebagai runner-up grup, tergantung hasil laga Arab Saudi melawan Irak. Dalam skenario tertentu, selisih gol bisa menjadi penentu akhir jika ketiga tim mengakhiri turnamen dengan poin yang sama.
Namun, hasil imbang atau kekalahan akan langsung menutup semua peluang. Jika hanya mampu bermain imbang, Indonesia akan finis dengan satu poin—jumlah yang jelas tidak cukup untuk bersaing. Jika kalah, Skuad Garuda akan menutup perjalanan di dasar klasemen tanpa kemenangan.
Antara Harapan dan Kenyataan

Patrick Kluivert tentu paham betul betapa besar tekanan yang menanti timnya di Jeddah. Meski begitu, seluruh pemain dituntut untuk menjaga mental dan semangat hingga akhir. Pertandingan melawan Irak akan menjadi ujian terakhir—bukan hanya soal taktik, tetapi juga tentang keteguhan hati dan keberanian menghadapi tekanan.
Harapan terakhir ini bukan hanya tentang angka dan peluang, tetapi juga tentang kebanggaan. Bagi para pemain, mengenakan lambang Garuda berarti memberikan segalanya, bahkan ketika peluang terlihat mustahil. Laga melawan Irak adalah simbol dari tekad untuk tidak menyerah meski di ujung jurang.
Kini, semua mata tertuju ke Jeddah. Satu pertandingan yang bisa mengubah segalanya—antara menyalakan lagi mimpi atau mematikannya sepenuhnya. Timnas Indonesia berdiri di persimpangan sejarah, dan hanya kemenangan yang bisa menuntun mereka menuju cahaya di ujung jalan panjang bernama Piala Dunia.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Firas Al-Buraikan yang Gagal Dijinakkan dan Harapan Menipis Timnas Indonesia
- Bukan Kurang Semangat, Kekalahan Timnas Indonesia Datang dari Keputusan yang Salah
- Andai Saja Ritme Permainan Timnas Indonesia Bisa Dijaga, Hasilnya Mungkin Berbeda
- Timnas Indonesia Kalah 2-3 dari Arab Saudi: Kurang Fokus, Ruang Kosong, Tembakan Jarak Jauh yang Mematikan
- Kekalahan Timnas Indonesia Akibat Persiapan Tim yang Kurang Optimal?
- 3 Kekurangan yang Membuat Timnas Indonesia Takluk dari Arab Saudi
- Hilangnya Kestabilan di Pusat Permainan Timnas Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rafael Leao Jadi Penyelamat Milan, Allegri Ungkap Perubahan Penting Sang Bintang
Liga Italia 11 Januari 2026, 10:55
-
Transfer Panas! Chelsea Siap Jual Palmer, Man United Siap Beli Dengan Dana Jumbo!
Liga Inggris 11 Januari 2026, 09:59
-
5 Pemain Kunci Barcelona untuk Kalahkan Real Madrid di Final Piala Super Spanyol
Liga Spanyol 11 Januari 2026, 08:00
LATEST UPDATE
-
Cerita Setelah Man City Menang 10-1: The Citizens Memang Butuh Antoine Semenyo
Liga Inggris 12 Januari 2026, 09:11
-
Liam Rosenior Minta Pemain Chelsea Tampil Lebih Galak
Liga Inggris 12 Januari 2026, 09:00
-
Real Madrid Dibungkam Barca, Alonso: Kami Kecewa, Tapi Sangat Bangga!
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 08:26
-
Rencana B Juventus Bikin Kaget, Nama Anak Legenda Milan Masuk Daftar Belanja
Liga Italia 12 Januari 2026, 07:39
-
Lewati 3 Bulan Berat, Vinicius Akhiri Puasa Gol di Final Supercopa de Espana!
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 07:00
-
Inter Milan Siap Bajak Dusan Vlahovic dari Juventus, AC Milan Terancam Kena Tikung!
Liga Italia 12 Januari 2026, 07:00
-
Vinicius Ditarik Keluar di Final Supercopa, Xabi Alonso Beri Penjelasan
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 06:53
-
Bukan Hanya Masalah Mental, Ini Peringatan Fletcher untuk Calon Pelatih Baru MU
Liga Inggris 12 Januari 2026, 06:15
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52









