Timnas Indonesia Menang Besar Lawan Saint Kitts and Nevis, Ini Catatan Plus Minusnya

Aga Deta | 28 Maret 2026 20:07
Timnas Indonesia Menang Besar Lawan Saint Kitts and Nevis, Ini Catatan Plus Minusnya
Selebrasi Ole Romeny di laga Timnas Indonesia lawan Saint Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3) (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Bola.net - Timnas Indonesia menunjukkan sinyal positif di bawah arahan pelatih anyar, John Herdman, usai meraih kemenangan atas Saint Kitts and Nevis pada laga pembuka FIFA Series 2026. Hasil tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi era baru Skuad Garuda.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat (27/3/2026) malam WIB, Indonesia tampil dominan sepanjang pertandingan. Keunggulan itu berbuah kemenangan meyakinkan dengan skor 4-0.

Advertisement

Beckham Putra Nugraha tampil menonjol dengan mencetak dua gol pada menit ke-13 dan 23. Sementara itu, dua gol tambahan di babak kedua disumbangkan oleh Ole Romeny pada menit ke-52 dan Mauro Zijlstra pada menit ke-74.

Penampilan tim di bawah komando Herdman pun mendapat respons positif. Meski demikian, masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki untuk menghadapi tantangan berikutnya.

1 dari 4 halaman

1. Kejelian John Herdman dalam Meracik Tim

1. Kejelian John Herdman dalam Meracik Tim

Selebrasi Dony Tri Pamungkas bersama Timnas Indonesia U-23 dalam laga persahabatan versus India, Jumat (10/10/2025). (c) M Iqbal Ichsan

John Herdman memang tidak memiliki waktu yang panjang untuk mempersiapkan tim di ajang FIFA Series 2026. Meski begitu, pelatih asal Inggris tersebut mampu memaksimalkan waktu yang ada dengan cukup efektif.

Salah satu hal yang layak mendapat perhatian adalah keberaniannya melakukan eksperimen posisi pemain. Duet Calvin Verdonk dan Jordi Amat di lini tengah menjadi bukti pendekatan taktis yang berbeda.

Verdonk sebenarnya sudah pernah dimainkan di sektor tersebut pada periode sebelumnya. Sementara itu, Jordi Amat kembali dipercaya mengisi peran gelandang bertahan yang pernah ia jalani di level klub.

Selain itu, keputusan Herdman menurunkan Dony Tri Pamungkas sejak menit awal juga patut diapresiasi. Winger muda tersebut mampu menjawab kepercayaan dengan penampilan impresif sepanjang pertandingan.

2 dari 4 halaman

2. Peran Baru Ole Romeny di Era Herdman

2. Peran Baru Ole Romeny di Era Herdman

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny merayakan gol ke gawang St Kitts and Nevis bersama Ramadhan Sananta dalam laga FIFA Series 2026, Jumat (27/03/2026) (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Ole Romeny menjadi salah satu pemain yang patut mendapat sorotan dalam kemenangan Timnas Indonesia. Selain Beckham Putra yang mencetak dua gol, kontribusi Romeny terlihat sangat penting dalam membangun serangan tim.

Penyerang Oxford United tersebut tak hanya mencetak satu gol di babak kedua. Ia juga menyumbang dua assist yang berujung pada gol Beckham Putra.

Menariknya, Romeny terlihat menjalani peran berbeda di bawah arahan John Herdman. Ia lebih sering turun ke lini tengah untuk membantu proses kreatif tim.

Pergerakan tersebut membuatnya kerap mengirim umpan-umpan berbahaya ke area pertahanan lawan. Kreativitasnya menjadi salah satu kunci dalam membuka ruang dan menciptakan peluang.

Peran fleksibel yang diberikan Herdman tampaknya dimanfaatkan dengan baik oleh Romeny. Ia diberi kebebasan untuk bergerak mencari ruang dan menjadi motor serangan Timnas Indonesia.

3 dari 4 halaman

3. Umpan Direct Jadi Senjata Utama

3. Umpan Direct Jadi Senjata Utama

Selebrasi gol Beckham Putra dan Ole Romeny pada laga Timnas Indonesia lawan Saint Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3) (c) Abdul Aziz

Salah satu pola permainan yang menonjol dari Timnas Indonesia di bawah arahan John Herdman adalah penggunaan umpan direct. Skema ini memungkinkan bola cepat menembus lini pertahanan lawan, terutama dalam situasi transisi.

Gol pertama yang dicetak Beckham Putra berawal dari pola tersebut. Ole Romeny mengirimkan umpan terukur dari lini tengah yang berhasil dimanfaatkan Beckham setelah lolos dari jebakan offside.

Pendekatan serupa juga terlihat pada gol kedua Indonesia. Kerja sama antara Ramadhan Sananta, Ole Romeny, dan Beckham mampu membuka ruang di pertahanan lawan hingga menciptakan peluang bersih.

Sementara itu, gol Mauro Zijlstra juga lahir dari situasi serangan langsung. Umpan terobosan Joey Pelupessy membuka ruang bagi Zijlstra untuk mencetak gol, dan skema ini beberapa kali kembali menciptakan ancaman sepanjang pertandingan.

4 dari 4 halaman

4. Lini Belakang Masih Minim Ujian

4. Lini Belakang Masih Minim Ujian

Aksi Elkan Baggott pada laga Timnas Indonesia lawan Saint Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3) (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Secara keseluruhan, performa lini pertahanan Timnas Indonesia tampak solid saat menghadapi St Kitts and Nevis. Lawan nyaris tidak mampu memberikan ancaman berarti ke area pertahanan yang dikawal Jay Idzes dan rekan-rekan.

Namun, pertandingan ini belum bisa dijadikan tolok ukur kekuatan sebenarnya. Perbedaan kualitas dan peringkat FIFA yang cukup jauh membuat tekanan ke lini belakang Indonesia relatif minim.

Sepanjang laga, St Kitts and Nevis hanya mampu melepaskan satu tembakan. Kondisi ini membuat sektor pertahanan Skuad Garuda belum benar-benar diuji dalam situasi yang menantang.

Ujian sesungguhnya diperkirakan baru akan datang pada laga berikutnya. Indonesia akan menghadapi Bulgaria, tim yang baru saja mencatat kemenangan besar atas Kepulauan Solomon.

Disadur dari: Bola.com (Radifa Arsa, Aning Jati) 28 Maret 2026

LATEST UPDATE