Timnas Indonesia U-19 Menang, Ini Catatan Evaluasi untuk Jack Brown dan Witan Sulaeman
Richard Andreas | 13 Oktober 2020 05:30
Bola.net - Timnas Indonesia U-19 menang telak dengan skor 4-1 atas Makedonia Utara U-19 pada laga uji coba di Stadion NL Jinak Sinj, Split, Minggu (11/10/2020) malam WIB.
Kemenangan ini penting, tapi bukan berarti Garuda Muda sudah tampil sempurna. Ada beberapa hal yang patut dievaluasi untuk perkembangan berikutnya.
Empat gol kemenangan skuat Garuda Muda semuanya lahir berkat aksi lini serang. Jack Brown mencetak dua gol serta Witan Sulaiman dan Irfan Jauhari masing-masing dengan satu gol.
Bagi tim asuhan Shin Tae-yong, kemenangan atas Makedonia Utara U-19 adalah kali kedua pada uji coba pada Oktober.
Sebelumnya, Witan dan-kawan mengalahkan klub Kroasia, NK Dugopolje U-19 di Stadion NK Uskok Klis, Split, Kamis (8/10/2020) malam WIB.
Sukses timnas U-19 melibas Makedonia Utara U-19 dinilai wajar oleh Herman Kadiaman, staf pelatih PSM Makassar. Menurut Herman, secara hasil, timnas U-19 pantas mendapat apresiasi. Tapi secara permainan dengan pakem 4-4-2, penampilan Timnas U-19 belum optimal. Termasuk lini serang yang memborong gol kemenangan.
"Secara stamina dan skill individu, kualitas kita masih diatas Makedonia Utara. Itulah mengapa, timnas U-19 terlihat dominan karena tekanan dari lawan memang tak banyak," ujar Herman kepada Bola.com, Senin (12/10/2020).
Di mata Herman, selain stamina, belum banyak banyak peningkatan dari cara bermain Timnas Indonesia U-19 dari ujicoba pertama di Kroasia.
"Kita lebih banyak mengandalkan counter attack dan skil individu. Padahal pola 4-4-2 mengandalkan permainan kolektif," ujar Herman yang pernah mendampingi mendiang Miroslav Janu (Republik Ceko) menangani sejumlah klub di Indonesia dengan pola 4-4-2.
Performa Witan
Secara khusus, Herman memuji penampilan Witan yang dinilainya paling menonjol di lini serang Timnas Indonesia U-19.
Sayangnya, Witan tidak mendapat dukungan yang baik dari gelandang tengah yang sejatinya berperan vital untuk mengoptimalkan kemampuan penyerang sayap seperti Witan. Ia melihat Witan lebih banyak turun untuk mendapatkan bola.
"Cara bermain ini sangat menguras tenaga. Beruntung Witan memiliki skill individu yang baik. Apalagi lawan yang dihadapi kualitasnya masih di bawah. Buktinya hanya sekali gocekan, Witan bisa melewatinya. Pertanyaan sekarang, apakah Witan bisa melakukan hal yang sama saat menghadapi lawan setara atau setingkat diatas kita," papar Herman.
Belum optimalnya dua gelandang tengah pada pertandingan ini juga disadari oleh Shin Tae-yon. Ini dibuktikan dengan keputusan Shin Tae-yong menarik keluar David Maulana dan Mohammad Kanu dan memasukkan duet Brylian Aldama-Beckham Putra.
"Pola 4-4-2 memang mewajibkan gelandang tidak hanya bisa merebut bola tapi juga mengontrol sekaligus menyuplai bola ke depan. Di babak pertama, peran keduanya tak terlihat sehingga memaksa Braif Fatari dan Saddam Gaffar turun mencari bola sehingga menguras tenaga mereka," terang Herman.
Tentang Jack Brown
Selain Witan, Herman juga menyoroti penampilan Jack Brown yang mencetak dua dari empat gol kemenangan Timnas Indonesia U-19. Menurut Herman, Jack cukup jeli membuka ruang untuk mendapatkan peluang.
"Jack harus mendapat lebih banyak menit bermain agar kemampuannya bisa tergali optomal. Namun, sekali lagi, laga melawan Makedonia Utara tidak bisa dijadikan ukuran karena level permainan lawan lebih dibawah kita," tegas Herman.
Pada kesempatan itu, Herman juga belum melihat rekan yang sepadan dengan Withan di sisi sayap pada pertandingan ini. Irfan Jauhari yang dicoba menggantikan peran Supriadi (cedera) belum bisa mengimbangi irama permainan Witan dari sisi kiri.
"Saya melihat pergerakan Irfan lebih banyak bermain kedalam. Irfan baru terlihat memiliki peranan setelah kembali bermain sebagai striker," tutur Herman.
Timnas U-19 akan kembali menghadapi Makedonia Utara U-19 pada 14 Oktober. Setelah itu, skuat Shin Tae-yong akan dua kali bertemu dengan Bosnia & Herzegovina, 20-23 Oktober.
"Ujicoba kontra Bosnia & Herzegovina bisa jadi acuan untuk mengukur kemampuan timnas U-19 karena level permainan hampir setara," ungkap Herman. Timnas U-19 dan Bosnia & Herzegovina U-19 sudah bertemu bulan lalu. Pada laga ini, Timnas U-19 kalah 0-1.
Disadur dari Bola.com (Abdi Satria/Wiwig Pragyugi), 12 Oktober 2020
Baca ini juga ya!
Kabar Gembira Arsenal! Gabriel Martinelli Bisa Merumput Kembali Sebelum Tahun Baru
Aouar Dinilai Sebagai Gabungan Ozil dan Cazorla
Sebelum ke Arsenal, Thomas Partey Sempat Digoda Juventus dan Chelsea
Demi Messi, Manchester City Siap Korbankan Bomber Terbaiknya, Aguero
Uang, Alasan Sesunguhnya Mesut Ozil Ngotot Bertahan di Arsenal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Timnas Indonesia Juara, Anggun C Sasmi Terharu Nyanyikan Tanah Airku
Tim Nasional 6 Oktober 2026, 06:21
-
Rapor Timnas Indonesia vs Thailand: Mental Baja Sang Juara!
Tim Nasional 6 Oktober 2026, 06:16
LATEST UPDATE
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





