Timnas Indonesia vs Saint Kitts dan Nevis: Menanti Taktik John Herdman, Dony Tri Pamungkas Jadi Senjata Rahasia?

Editor Bolanet | 27 Maret 2026 13:00
Timnas Indonesia vs Saint Kitts dan Nevis: Menanti Taktik John Herdman, Dony Tri Pamungkas Jadi Senjata Rahasia?
Pemain Timnas Indonesia menjalani latihan jelang FIFA Series 2026. (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Kabar mengejutkan datang dari pemusatan latihan Timnas Indonesia jelang duel kontra Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026. Bek kiri andalan, Dean James, dipastikan absen membela Skuad Garuda dalam pertandingan krusial tersebut.

Masalah administrasi kewarganegaraan menjadi penyebab utama pemain Go Ahead Eagles itu harus menepi dari lapangan hijau. Padahal, tenaga pemain berusia 25 tahun itu sangat dibutuhkan untuk menjaga kedalaman sektor pertahanan kiri.

Advertisement

Absennya Dean James bermula dari temuan mengejutkan terkait dokumen kewarganegaraannya yang belum sepenuhnya tuntas. Meski sudah menyandang status WNI, bek tangguh ini diketahui masih mengantongi paspor Belanda miliknya.

Hal ini otomatis menutup peluangnya untuk menjalani debut di FIFA Series 2026 bersama pasukan Merah Putih. John Herdman pun harus segera mengatur ulang skema permainan agar keseimbangan tim tetap terjaga dengan stabil.

Salah satu opsi paling mengejutkan adalah potensi turunnya bintang muda Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas. Bakat muda ini diprediksi akan menjadi kartu as baru bagi strategi ofensif yang diusung oleh John Herdman.

1 dari 4 halaman

Geser Posisi Calvin Verdonk

Geser Posisi Calvin Verdonk

Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk menjalani latihan jelang FIFA Series 2026. (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Opsi pertama yang muncul adalah dengan mengembalikan Calvin Verdonk ke posisi aslinya sebagai bek kiri. Pemain yang merumput di Liga Prancis bersama Lille ini awalnya diproyeksikan sebagai gelandang untuk memperkuat lini tengah.

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, menilai pergeseran ini sangat masuk akal dalam formasi tiga bek. Verdonk memiliki kemampuan transisi yang sangat cepat untuk membantu serangan maupun saat bertahan secara kolektif.

"Nah, Calvin Verdonk yang dalam daftar namanya ada di posisi gelandang, bisa bermain lagi di posisi kiri," ujar Ronny Pangemanan.

2 dari 4 halaman

Stabilitas Lini Tengah Garuda

Jika Verdonk ditarik ke belakang, maka posisi gelandang akan menjadi rebutan para pemain berlabel Eropa lainnya. Jordi Amat atau Nathan Tjoe-A-On disebut-sebut sebagai kandidat kuat pendamping Joey Pelupessy di jantung permainan.

Bung Ropan menekankan bahwa kedalaman skuad Indonesia saat ini sangat tebal sehingga rotasi bukan masalah besar. Kehadiran Ivar Jenner juga bisa menjadi alternatif cerdas untuk menjaga aliran bola tetap mengalir lancar ke depan.

"Berarti di posisi tengah bisa saja Jordi Amat yang akan mendampingi Joey Pelupessy. Atau Nathan Tjoe-A-On," ungkap pria yang akrab disapa Bung Ropan tersebut.

3 dari 4 halaman

Dony Tri Pamungkas Sang Supersub

Di tengah perdebatan pemain senior, nama Dony Tri Pamungkas muncul sebagai alternatif yang sangat layak untuk diuji coba. Kecepatan dan kemampuan crossing akuratnya dianggap cocok untuk merusak konsentrasi pertahanan Saint Kitts and Nevis.

Walau sulit menjadi starter, Dony dipandang sangat mumpuni jika dimasukkan pada babak kedua sebagai pemecah kebuntuan. Ia diharapkan mampu membawa energi baru saat fisik lawan mulai terkuras di menit-menit akhir pertandingan.

"Dony Tri Pamungkas mungkin saja bisa dicoba, diberikan ruang bagi dia untuk mendapatkan menit bermain di timnas senior," papar Ropan.

4 dari 4 halaman

Menanti Masterclass John Herdman

Selain sektor belakang, lini serang Indonesia juga diprediksi akan tampil mengerikan dengan kehadiran Ole Romeny. Eliano Reijnders dan Ragnar Oratmangoen kemungkinan besar akan menyisir sisi sayap untuk memberikan suplai bola matang.

Komposisi ini dianggap Bung Ropan sangat ideal untuk menghadapi gaya main tim-tim asal Kepulauan Karibia. Kini keputusan akhir ada di tangan John Herdman untuk menentukan siapa yang paling siap mengawal sisi kiri pertahanan.

"Jadi dengan pola apa pun, saya pikir kedalaman skuad tetap oke. Kita tebal," pungkas Ropan menutup analisisnya.

LATEST UPDATE