5 Hal Menarik yang Tersisa dari Final Liga Europa: Supremasi Sevilla, Rekor Mourinho Tercoreng!
Richard Andreas | 1 Juni 2023 19:30
Bola.net - Sevilla tampil tangguh untuk membekuk AS Roma dalam laga alot final Liga Europa 2022-2023, Kamis (1/6/2023). Skor imbang 1-1 selama 120 menit, Sevilla menang 4-1 di babak adu penalti.
Sesuai prediksi, laga di Puskas Arena kali ini berlangsung seru dan seimbang. Jose Mourinho meracik taktik yang tepat untuk Roma, tapi Sevilla pun merespons dengan permainan agresif.
Laga berlangsung sengit selama 120 menit. Roma unggul lebih dahulu lewat gol Paulo Dybala di babak pertama (34'). Sevilla lantas menyamakan kedudukan melalui bunuh diri Gianluca Mancini (55').
Skor 1-1 terkunci selama 90 menit. Tidak ada gol tambahan dalam dua kali 15 menit babak tambahan. Lanjut ke adu penalti, dua penendang Roma gagal, empat eksekutor Sevilla berhasil. Skor 4-1 menutup pertandingan.
Kemenangan ini menjadi bukti supremasi Sevilla di Liga Europa. Jose Mourinho dan AS Roma harus gigit jari. Setidaknya ada lima hal menarik yang tersisa dari laga Sevilla vs AS Roma kali ini. Apa saja?
1. Supremasi Sevilla
Kemenangan atas Roma kali ini jadi pembuktian Sevilla yang menyandang status rajanya Liga Europa. Tim asal Spanyol ini memang tidak pernah kalah setiap kali masuk ke final.
Tercatat, Sevilla sudah bermain di tujuh final Liga Europa, tujuh kali pula jadi juara. Rekor apik ini dimulai sejak tahun 2006 lalu.
Menariknya, Sevilla pun berhasil menang saat menghadapi tim-tim tangguh seperti Liverpool, Inter Milan, dan yang terbaru AS Roma.
2. Rekor 100% Mourinho terhenti
Bertemmu Sevilla di final Liga Europa kali ini sepertinya jadi kesialantersendiri untuk Jose Mourinho. Rekor apik juru taktik asal Portugal itu akhirnya terhenti.
Tercatat, sebelumnya Mourinho berhasil menuntun timnya ke lima final Eropa, lima-limanya berhasil jadi juara. Dia mengantar juara Porto, Inter Milan, Manchester United, bahkan AS Roma musim lalu.
Nahas, rekor apik Mourinho itu harus terhenti kalil ini. Sevilla jadi lawan yang tidak bisa dikalahkan oleh sentuhan spesial Mourinho di kompetisi Eropa.
3. Catatan menarik Montiel
Kemenangan Sevilla kali ini ditentukan oleh Gonzalo Montiel, pemain yang menjadi eksekutor penalti keempat dalam babak adu penalti. Tendangan Montiel berbuah gol, Sevilla pun jadi juara.
Menariknya, dengan gol ini berarti Montiel berhasil mengulangi torehan spesial di Piala Dunia 2022 lalu. Kala itu, bersama Argentina, dia juga menjadi eksekutor penalti penentu kemenangan atas Prancis.
Dua babak adu penalti di dua final penting, dua kali jadi penentu kemenangan. Montiel sepertinya punya kepercayaan diri lebih di babak adu penalti.
4. Sialnya Gianluca Mancini
Laga final kali ini sepertinya berjalan tidak mudah untuk bek Roma, Gianluca Mancini. Dia tampil buruk dan membuat sejumlah kesalahan yang berdampak terhadap kekalahan tim.
Mancini membuat gol bunuh diri di babak kedua, membantu Sevilla menyamakan kedudukan. Lalu, dia gagal mencetak gol di babak adu penalti, mental skuad Roma pun merosot.
Dua kegagalan ini bisa berdampak buruk untuk kepercayaan diri Mancini. Bahkan bisa saja dia sejak awal tidak begitu percaya diri bermain di final.
5. Spanyol raja Eropa
Kemenangan kali ini tidak hanya jadi catatan istimewa untuk Sevilla, tetapi juga untuk tim-tim Spanyol. Sejarah membuktikan bahwa tim Spanyol selalu jadi ungulan di kompetisi Eropa.
Menurut catatan Opta, tim Spanyol selalu menang dalam 18 final kompetisi Eropa terakhir ketika menghadapi lawan non-Spanyol di partai final. Sevilla menjaga tren tersebut di Liga Europa.
Rekor menarik ini dimulai dari tahun 2002 silam, ketika Real Madrid berhasil mengalahkan Bayer Leverkusen di final Liga Champions.
Susunan pemain
SEVILLA (4-2-3-1): Yassine Bounou; Jesus Navas (95' Gonzalo Montiel), Loic Bade, Nemanja Gudelj (120' Marcao), Alex Telles (94' Karim Rekik); Ivan Rakitic, Fernando (120' Joan Jordan); Lucas Ocampos, Oliver Torres (46' Suso), Bryan Gil (46' Erik Lamela); Youssef En-Nesyri.
Pelatih: Jose Luis Mendilibar.
AS ROMA (3-4-2-1): Rui Patricio; Chris Smalling, Gianluca Mancini, Roger Ibanez; Zeki Celik (91' Nicola Zalewski), Bryan Cristante, Nemanja Matic (120' Edoardo Bove), Leonardo Spinazzola (106' Diego Llorente); Paulo Dybala (68' Georginio Wijnaldum), Lorenzo (106' Stephan El Shaarawy)Pellegrini (19; Tammy Abraham (75' Andrea Belotti).
Pelatih: Jose Mourinho.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Carrick Effect! Kobbie Mainoo Putuskan Bertahan di MU
Liga Inggris 20 Januari 2026, 09:51
-
Manchester United Incar Niko Kovac, Bagaimana Nasib Michael Carrick?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 09:43
LATEST UPDATE
-
Ingat 2 Trofi UCL! Arbeloa Semprot Fans Madrid yang Hobi Cemooh Vinicius Jr
Liga Champions 20 Januari 2026, 11:17
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
-
Bersama Michael Carrick, MU Diyakino Sanggup Tembus Liga Champions
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:40
-
Rahasia Carrick Bisa Bawa MU Kalahkan Manchester City: Ubah Pola Latihan Setan Merah
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:30
-
Madrid vs Monaco: Arbeloa Pasang Target 8 Besar UCL dan Misi Damai dengan Suporter
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:22
-
Gelandang Barcelona Ini Bakal Jadi Suksesor Casemiro di Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:21
-
Mbappe Muak Lihat Rekannya di Madrid Dibully: Kritik Timnya, Jangan Orangnya!
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:10
-
Carrick Effect! Kobbie Mainoo Putuskan Bertahan di MU
Liga Inggris 20 Januari 2026, 09:51
-
Real Madrid vs Monaco, Mbappe: Terima Kasih Mantan, Tapi Madrid Wajib Menang!
Liga Champions 20 Januari 2026, 09:50
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26









