Malam Menyakitkan di Bilbao: Kinerja Rasmus Hojlund dan Serangan MU yang Tak Membara
Richard Andreas | 22 Mei 2025 13:52
Bola.net - Final Liga Europa 2024/2025 di Stadion San Mames, Bilbao, berakhir dengan kekecewaan bagi Manchester United. Setan Merah takluk dengan skor 0-1 dari Tottenham Hotspur, menambah catatan buruk dalam musim yang penuh tantangan di bawah kendali Ruben Amorim.
Salah satu masalah utama dalam laga ini adalah ketidakmampuan lini depan MU mencetak gol. Meski mendominasi penguasaan bola, mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Performa Rasmus Hojlund sebagai striker utama pun menuai kritik.
Kekalahan ini memastikan United mengakhiri musim tanpa gelar dan tanpa tiket ke turnamen Eropa musim depan. Hasil yang jauh dari ekspektasi untuk klub sekaliber Manchester United.
Serangan MU yang Tidak Efektif
Dalam partai final, Manchester United menguasai 74% bola, melepas 6 tembakan ke gawang, tetapi tak satu pun berbuah gol. Angka ini menunjukkan betapa tidak tajamnya serangan mereka meski mengendalikan permainan.
Rasmus Hojlund, yang diandalkan sebagai penyerang utama, tampil kurang berdampak. Setiap gerakannya dengan mudah dibaca oleh pertahanan Tottenham yang diperkuat Cristian Romero.
Lini tengah juga tak banyak membantu. Bruno Fernandes dan Mason Mount kesulitan membongkar barisan belakang lawan. Serangan yang monoton membuat MU mudah diprediksi oleh skuad The Lilywhites.
Kokohnya Pertahanan Tottenham

Tottenham mempertahankan kedisiplinan dan efektivitas di sektor belakang sepanjang pertandingan. Cristian Romero dinobatkan sebagai Man of the Match berkat keteguhan dan kepemimpinannya di lini pertahanan.
Micky van de Ven juga berperan penting dengan menghalau peluang berbahaya MU di depan gawang. Kiper Guglielmo Vicario turut andil dengan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk menepis sundulan Luke Shaw di menit akhir pertandingan.
Kolaborasi solid antara Romero, van de Ven, dan Vicario menjadi benteng yang tak tertembus bagi serangan MU. Pertahanan Tottenham patut diacungi jempol atas peran mereka dalam meraih kemenangan ini.
Kekalahan yang Menoreh Luka
Ini adalah kegagalan kedua Manchester United di final Liga Europa dalam empat tahun terakhir. Pada 2021, mereka juga kalah dari Villarreal lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Kegagalan berulang ini mengindikasikan bahwa MU belum mampu menghadapi tekanan di laga besar. Mental juara yang dulu menjadi identitas klub seakan memudar belakangan ini.
Dengan absennya MU dari kompetisi Eropa musim depan, pihak manajemen harus melakukan evaluasi mendalam untuk memperbaiki performa tim.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Celta Vigo vs Lyon 13 Maret 2026
Liga Eropa UEFA 11 Maret 2026, 10:45
-
Prediksi Nottm Forest vs Midtjylland 13 Maret 2026
Liga Eropa UEFA 11 Maret 2026, 10:27
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain Chelsea di Markas PSG: Jorgensen Blunder, The Blues Klenger
Liga Champions 12 Maret 2026, 07:54
-
Rayakan Satu Dekade, Ajang Lari Bertema Kemerdekaan Siapkan 6.000 Slot
Olahraga Lain-Lain 12 Maret 2026, 07:36
-
Daftar Lengkap Tim Lolos 8 Besar Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 12 Maret 2026, 07:21
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Sporting Lisbon: Sondre Brunstad Fet
Liga Champions 12 Maret 2026, 06:24
-
Memuji Federico Valverde Sebagai Identitas Real Madrid
Liga Champions 12 Maret 2026, 06:07
-
Man of the Match Real Madrid vs Manchester City: Federico Valverde
Liga Champions 12 Maret 2026, 05:58
-
Pelatih Leverkusen Protes Keras: Arsenal Disebut Dapat Penalti Gaib
Liga Champions 12 Maret 2026, 05:48
LATEST EDITORIAL
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54
-
11 Pemain yang Pernah Membela PSG dan Chelsea, Ada Legenda Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:44
-
5 Pelatih dengan Kartu Merah Terbanyak, Jose Mourinho Jauh di Puncak
Editorial 10 Maret 2026, 20:41











