
Bola.net - Indonesia Warriors memang kalah dari San Miguel Beermen di partai final ketiga Liga Bola Basket ASEAN (ABL) 2013 di Gedung Basket Britama Arena, Jakarta, pada Rabu, namun mereka menerima hasil tersebut dengan lapang dada.
"Anda hanya bisa mengangkat topi, mengucapkan selamat kepada Beermen. Mereka tim terbaik dalam pertandingan tadi dan sepanjang musim ini," ujar pelatih Warriors, John Todd Purves, setelah timnya dikalahkan 70-55 oleh Beermen di Jakarta, Rabu malam.
Meski menerima hasil tersebut, Purves tidak bisa mengelak bahwa ia merasa kecewa atas kegagalan mempertahankan gelar musim ini, terlebih lagi apabila mengingat uoaya yang telah ditunjukkan para pemain Warriors sepanjang gelaran ABL 2013.
"Saya tahu bagaimana usaha mereka, itulah kenapa hati saya hancur dengan hasil ini. Saya merasakan yang mereka rasakan," ujar dia.
Ia juga sempat menyayangkan masalah yang mendera timnya, yaitu dengan cederanya Jerick Uy Canada, yang secara langsung mempengaruhi variasi serangan timnya.
Meski demikian, ia enggan menjadikan itu sebagai alasan kekalahan timnya.
"Ada kelelahan, juga absennya Jerrick, itu membuat keadaan berbeda. Tetapi, Beermen tetap pantas menjadi pemenang dengan level permainan dan determinasi yang mereka tunjukkan," kata Purves.
"Kedalaman skuad mereka memang terasa sangat bermanfaat, terlebih di kala kami didera masalah cedera," ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Mario Wuysang yang menjadi penyumbang angka terbanyak bagi Warriors dalam pertandingan tersebut dengan 21 poin, menyatakan bahwa tahun ini memang tahunnya Beermen dan timnya tidak disinari keberuntungan.
"Ini bukan tahun kami. Kami tidak beruntung tahun ini, dengan banyaknya rekan-rekan yang cedera. Ini tahun Beermen. Selamat," ujar dia.
Wuysang juga sempat mengungkapkan bahwa rekannya, Steve Demon Thomas, memaksakan diri bermain meskipun sedang berada dalam kondisi yang tidak baik.
"Dia memaksakan diri. Saya salut dengan dedikasinya untuk tim ini, untuk Indonesia," kata Wuysang.
Hal itu juga dikonfirmasi oleh pelatih Purves, yang mengatakan bahwa Thomas mengalami cedera lutut pada laga final kedua di Filipina, Minggu (9/6) lalu, namun memaksakan diri tetap bermain.
"Sepanjang musim ia melakukan hal yang sama, ia sangat pintar dalam menyembunyikan rasa sakit," ujar dia.
Keberhasilan Beermen menjadi juara ABL, merupakan torehan sejarah baru bagi kompetisi basket klub-klub Asia Tenggara tersebut, mengingat wakil Filipina itu merupakan klub keempat yang meraih gelar juara di empat tahun penyelenggaraan turnamen itu.
Sebelumnya, kali pertama penyelenggaraan ABL di musim 2009-2010, wakil Filipina, Philippine Patriots menjadi juaranya. Kemudian di musim 2010-2011 giliran Chang Thailand Slammers merasakan trofi ABL.
Sementara di musim lalu, 2012, Warriors menjadi juara setelah mengalahkan Beermen di babak final dan merupakan kejutan mengingat mereka tertinggal lebih dulu 0-1 di laga pertama untuk kemudian membalikkan keadaan menjadi 2-1 di dua pertemuan selanjutnya.
Musim ini Warriors gagal memenuhi ambisi mereka untuk menciptakan sejarah baru sebagai satu-satunya tim yang berhasil mempertahankan gelar juara dua tahun beruntung.
Ambisi tersebut harus terhenti karena Beermen mengalahkan mereka tiga pertandingan langsung dalam babak final yang menggunakan sistem "best of five" atau pemenang tiga laga berhak menjadi juara. Beermen menang 75-70, 65-64 dan 70-55. (ant/opw)
"Anda hanya bisa mengangkat topi, mengucapkan selamat kepada Beermen. Mereka tim terbaik dalam pertandingan tadi dan sepanjang musim ini," ujar pelatih Warriors, John Todd Purves, setelah timnya dikalahkan 70-55 oleh Beermen di Jakarta, Rabu malam.
Meski menerima hasil tersebut, Purves tidak bisa mengelak bahwa ia merasa kecewa atas kegagalan mempertahankan gelar musim ini, terlebih lagi apabila mengingat uoaya yang telah ditunjukkan para pemain Warriors sepanjang gelaran ABL 2013.
"Saya tahu bagaimana usaha mereka, itulah kenapa hati saya hancur dengan hasil ini. Saya merasakan yang mereka rasakan," ujar dia.
Ia juga sempat menyayangkan masalah yang mendera timnya, yaitu dengan cederanya Jerick Uy Canada, yang secara langsung mempengaruhi variasi serangan timnya.
Meski demikian, ia enggan menjadikan itu sebagai alasan kekalahan timnya.
"Ada kelelahan, juga absennya Jerrick, itu membuat keadaan berbeda. Tetapi, Beermen tetap pantas menjadi pemenang dengan level permainan dan determinasi yang mereka tunjukkan," kata Purves.
"Kedalaman skuad mereka memang terasa sangat bermanfaat, terlebih di kala kami didera masalah cedera," ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Mario Wuysang yang menjadi penyumbang angka terbanyak bagi Warriors dalam pertandingan tersebut dengan 21 poin, menyatakan bahwa tahun ini memang tahunnya Beermen dan timnya tidak disinari keberuntungan.
"Ini bukan tahun kami. Kami tidak beruntung tahun ini, dengan banyaknya rekan-rekan yang cedera. Ini tahun Beermen. Selamat," ujar dia.
Wuysang juga sempat mengungkapkan bahwa rekannya, Steve Demon Thomas, memaksakan diri bermain meskipun sedang berada dalam kondisi yang tidak baik.
"Dia memaksakan diri. Saya salut dengan dedikasinya untuk tim ini, untuk Indonesia," kata Wuysang.
Hal itu juga dikonfirmasi oleh pelatih Purves, yang mengatakan bahwa Thomas mengalami cedera lutut pada laga final kedua di Filipina, Minggu (9/6) lalu, namun memaksakan diri tetap bermain.
"Sepanjang musim ia melakukan hal yang sama, ia sangat pintar dalam menyembunyikan rasa sakit," ujar dia.
Keberhasilan Beermen menjadi juara ABL, merupakan torehan sejarah baru bagi kompetisi basket klub-klub Asia Tenggara tersebut, mengingat wakil Filipina itu merupakan klub keempat yang meraih gelar juara di empat tahun penyelenggaraan turnamen itu.
Sebelumnya, kali pertama penyelenggaraan ABL di musim 2009-2010, wakil Filipina, Philippine Patriots menjadi juaranya. Kemudian di musim 2010-2011 giliran Chang Thailand Slammers merasakan trofi ABL.
Sementara di musim lalu, 2012, Warriors menjadi juara setelah mengalahkan Beermen di babak final dan merupakan kejutan mengingat mereka tertinggal lebih dulu 0-1 di laga pertama untuk kemudian membalikkan keadaan menjadi 2-1 di dua pertemuan selanjutnya.
Musim ini Warriors gagal memenuhi ambisi mereka untuk menciptakan sejarah baru sebagai satu-satunya tim yang berhasil mempertahankan gelar juara dua tahun beruntung.
Ambisi tersebut harus terhenti karena Beermen mengalahkan mereka tiga pertandingan langsung dalam babak final yang menggunakan sistem "best of five" atau pemenang tiga laga berhak menjadi juara. Beermen menang 75-70, 65-64 dan 70-55. (ant/opw)
Advertisement
Berita Terkait
-
Basket 18 September 2026 22:38Persaingan Asian Games 2026 Womens Basketball: Jepang Mendominasi Grup B Saksikan di Vidio
-
Basket 8 Januari 2026 22:02Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
-
Basket 6 Januari 2026 19:15IBL Indonesia 2026 Dimulai 10 Januari 2026, Total Gelar 137 Pertandingan
-
Basket 19 Desember 2025 09:10Jadwal Lengkap Pertandingan Basket SEA Games 2025 Thailand, 13-19 Desember 2025
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 30 Oktober 2026 22:58Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:57Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
-
Piala Dunia 30 Oktober 2026 22:20Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:07Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
BERITA LAINNYA
-
basket 18 September 2026 22:38Persaingan Asian Games 2026 Womens Basketball: Jepang Mendominasi Grup B Saksikan di Vidio
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
-
Liputan6 30 Oktober 2026 19:47KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Sita Dokumen dan Uang
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)
