
Bola.net - Kasus Malaysia kembali menyalakan sorotan ke rezim sanksi FIFA. Komite Disiplin FIFA menghukum tujuh pemain serta menjatuhkan denda besar ke Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait pemalsuan dokumen naturalisasi.
Di sisi lain, sanksi terhadap asosiasi anggota bisa cepat berubah: Pakistan dan Kongo sempat diskors awal 2025, lalu dicabut setelah syarat tata kelola dipenuhi.
Bola.net coba merangkum negara-negara yang pernah atau sedang disanksi FIFA, alasan hukuman, serta status per 29 September 2025, sekaligus pelajaran yang berulang: integritas kompetisi dan independensi federasi.
Kasus Malaysia (2025): Inti Pelanggaran, Sanksi, Dampak

FIFA menyatakan tujuh pemain melanggar Pasal 22 Kode Disiplin (pemalsuan/falsifikasi), masing-masing dijatuhi larangan bermain dan denda; FAM juga didenda. Nama-nama pemain dan dasar hukumnya termaktub dalam rilis resmi.
Media regional mencatat perkara terkait laga kualifikasi vs Vietnam dan menegaskan sanksi bersifat disipliner pada individu plus denda institusional, dengan ruang banding.
Dampak jangka pendek: absennya tujuh pemain di level klub/timnas dan sorotan ke proses naturalisasi; FAM menyuarakan pembelaan di ranah domestik.
Skors Federasi yang Paling Mutakhir (2025): Pakistan dan Kongo

Pakistan: diskors 6 Februari 2025 karena isu konstitusi dan tata kelola; skors dicabut 2 Maret 2025 setelah Kongres PFF mengesahkan amandemen yang divalidasi FIFA/AFC.
Kongo (FECOFOOT): diskors 6 Februari 2025 karena intervensi pihak ketiga; dicabut 14 Mei 2025 setelah kondisi dipenuhi, termasuk kontrol penuh atas markas federasi.
Implikasi: akses kembali ke kompetisi resmi dan jadwal kualifikasi, dengan catatan penguatan tata kelola pasca-pencabutan.
Masih Dibatasi: Rusia

Sejak 2022, klub dan tim nasional Rusia tetap ditangguhkan dari kompetisi FIFA/UEFA “hingga pemberitahuan lebih lanjut”; sejumlah upaya banding ke CAS ditolak, membuat larangan berlaku berkelanjutan.
Per 2025, wacana geopolitik kerap memunculkan debat, namun status partisipasi di turnamen resmi UEFA/FIFA belum dipulihkan.
Catatan: kebijakan level usia sempat diperdebatkan di UEFA, tetapi tidak mengubah fakta larangan umum di kompetisi utama.
Preseden Penting: Kuwait dan Zimbabwe
Kuwait: diskors 2015 karena intervensi politik; dicabut 6 Desember 2017 setelah perubahan regulasi olahraga dan normalisasi struktur.
Zimbabwe: diskors Februari 2022; dicabut 10 Juli 2023 dengan pembentukan komite normalisasi untuk menjalankan ZIFA sampai pemilihan baru.
Pelajaran umum: FIFA konsisten menuntut independensi federasi dari intervensi eksternal serta kepatuhan prosedural sebagai syarat pemulihan.
Intinya, sanksi FIFA berpijak pada dua pilar: integritas kompetisi (eligibilitas, pemalsuan) dan independensi federasi dari intervensi. Rekam jejak 2015-2025 menunjukkan pola yang sama: hukuman bisa keras, tetapi pintu pemulihan selalu terbuka jika syarat tata kelola dan kepatuhan dipenuhi.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 1 November 2026 08:28Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
-
Liga Italia 1 November 2026 08:21Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
-
Liga Italia 1 November 2026 08:03Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
-
Bundesliga 1 November 2026 07:54Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
-
Liga Italia 1 November 2026 07:45Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
-
Liga Inggris 1 November 2026 07:36Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
BERITA LAINNYA
-
bola dunia lainnya 18 Oktober 2026 09:50Hasil Atlanta United vs Inter Miami: Messi Brace, The Herons Menang 3-1
-
bola dunia lainnya 28 September 2026 15:41Prediksi Australia vs Brasil 29 September 2026
-
bola dunia lainnya 13 September 2026 09:22Lionel Messi Cetak Gol ke-99, Inter Miami Gagal Menang di Injury Time
-
bola dunia lainnya 6 September 2026 10:08Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
