FOLLOW US:


Deretan Fakta Unik Kesuksesan Indonesia Rebut Emas Bulu Tangkis SEA Games 2019

04-12-2019 13:57

 | Anindhya Danartikanya

Deretan Fakta Unik Kesuksesan Indonesia Rebut Emas Bulu Tangkis SEA Games 2019
Jonatan Christie © PBSI

Bola.net - Indonesia meraih medali emas dari bulu tangkis beregu putra SEA Games 2019 usai membekuk Malaysia 3-1 lewat kemenangan Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso di Muntinlupa Sport Center, Filipina, Rabu (4/12/2019).

Usai Jonatan membuka keunggulan dengan mengalahkan Lee Zii Jia (21-9, 21-17), Indonesia kecolongan pada partai kedua, di mana Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto kalah dari Aaron Chia Teng Fong/Soh Wooi Yik (17-21, 13-21).

Anthony membuka asa Indonesia untuk juara setelah menekuk Soong Joo Ven (13-21, 21-15, dan 21-18). Wahyu/Ade yang tampil pada partai keempat sukses mengalahkan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi 21-15 dan 21-19. Kemenangan ini jadi penentu emas untuk Indonesia.

Dengan demikian, target PBSI mempertahankan emas dari beregu putra SEA Games 2019 tercapai. Berikut ini fakta-fakta menarik setelah Indonesia merebut medali emas bulu tangkis beregu putra SEA Games 2019.

1 dari 5

Ranking Tak Berpengaruh

Ranking Tak Berpengaruh
Muhammad Rian Ardianto dan Fajar Alfian © PBSI

Peringkat di BWF tak berpengaruh pada pertandingan Indonesia vs Malaysia kali ini. Itu terlihat di pertarungan ganda putra. Indonesia mengandalkan Fajar/Rian yang turun sebagai ganda pertama.

Fajar/Rian lagi-lagi kalah dari pasangan Malaysia, Aaron Chia Teng Fong/Soh Wooi Yik 17-21, 13-21. Secara peringkat, Fajar/Rian unggul (peringkat kelima) atas Aaron Chia Teng Fong/Soh Wooi Yik (peringkat ke-13). Ini pun jadi kekalahan keempat Fajar/Rian di tangan Chia/Soh.

Fakta lain ialah, Wahyu/Ade yang mengalahkan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi 21-15 dan 21-19. Meski secara peringkat kalah jauh, Wahyu/Ade (peringkat ke-27) mampu mengalahkan pasangan Malaysia peringkat ke-19 itu.

2 dari 5

Medali Emas Keenam Secara Beruntun

Medali emas beregu putra bulu tangkis pada SEA Games 2019 ialah yang keenam bagi Indonesia secara beruntun.

Sebelumnya, Indonesia merebut podium pertama pada SEA Games 2007, SEA Games 2009, SEA Games 2011 di Indonesia, SEA Games 2013, SEA Games 2015 Singapura, dan SEA Games 2017 di Malaysia.

3 dari 5

Medali Emas ke-17 Sejak 1977

Medali Emas ke-17 Sejak 1977
Anthony Sinisuka Ginting © PBSI

Total, Indonesia telah mengumpulkan 17 medali emas dari nomor beregu putra pada ajang SEA Games, sejak 1977.

Setelah merebut medali emas pada SEA Games 2019, Anthony Ginting dkk. menyamai rekor SEA Games 1977-1987. Pada dekade itu, Indonesia merebut enam medali emas secara beruntun.

4 dari 5

Pelatih Indonesia di Tim Malaysia

Pertarungan Indonesia versus Malaysia di final bulu tangkis beregu putra SEA Games 2019 menjadi ajang adu strategi pelatih asal Indonesia.

Tunggal putra Malaysia dilatih legenda bulu tangkis Indonesia, Hendrawan. Pelatih ganda putra Malaysia juga berasal dari Indonesia, yakni Paulus Firman.

5 dari 5

Pergantian Pemain 'Last Minute'

PBSI melakukan pergantian pemain sehari menjelang keberangkatan ke SEA Games 2019. Anthony Sinisuka Ginting dipanggil untuk memperkuat tim beregu. Ia menggantikan Daniel Marthin.

Namun, Anthony dan Jonatan tidak akan turun di nomor perorangan karena akan bertanding di BWF World Tour Finals 2019 di Guangzhou. Strategi PBSI berhasil karena Anthony sukses menyumbang poin kedua Indonesia atas Malaysia.

Disadur dari: Bolacom/Penulis: Wiwig Prayugi/Editor: Aning Jati/Dipublikasi: 4 Desember 2019