FOLLOW US:


Spesialnya Emas SEA Games 2019 bagi Greysia Polii/Apriyani Rahayu

09-12-2019 16:15

 | Anindhya Danartikanya

Spesialnya Emas SEA Games 2019 bagi Greysia Polii/Apriyani Rahayu
Apriyani Rahayu dan Greysia Polii © PBSI

Bola.net - Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, sukses merebut medali emas SEA Games 2019 dari cabang olahraga bulu tangkis untuk Indonesia usai mengalahkan wakil Thailand di final nomor perorangan, Senin (9/12/2019).

Medali emas tersebut sangat penting bukan hanya bagi Indonesia, tapi juga Greysia/Apriyani secara pribadi. Itu merupakan emas pertama mereka di ajang SEA Games selama dua kali berpartisipasi sebagai pasangan ganda putri.

Bahkan, bagi Greysia, medali emas tersebut terasa sangat spesial. Setelah 14 tahun sejak kali pertama turun di SEA Games, Greysia akhirnya meraih medali emas.

“Puji Tuhan kami ditugaskan untuk meraih emas dan kami bisa merealisasikannya. Bersyukur sekali, terutama saya setelah 14 tahun. Rasanya tentu bangga dan senang. Ini proses buat kami berdua,” ujar Greysia melalui rilis PBSI.

1 dari 2

Batu Loncatan

Medali tersebut juga menggembirakan karena jadi loncatan besar bagi Greysia/Apriyani. Dua tahun lalu, Greysia/Apriyani kalah di babak pertama. Yang keempat, medali tersebut memenuhi target yang ditetapkan PBSI.

“Kami juga bersyukur tidak cedera. Kami dikasih sehat di lapangan dan alhamdulillah dikasih emas pada SEA Games kali ini. Dua tahun lalu kami kalah di babak pertama. Semoga ini menjadi batu loncatan untuk kami berdua. Saya bangga dan senang sekali,” imbuh Apriyani.

2 dari 2

Siap Mental

Di babak final, Greysia/Apriyani mengalahkan Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong (Thailand) dalam dua gim langsung dengan skor 21-3, 21-18.

“Kami menyiapkan yang terbaik dulu. Dari awal sebelum masuk lapangan juga kami sudah diberi tahu harus main seperti apa dengan lapangan yang berangin. Hari ini kondisinya berubah lagi. Secara mental dan pikiran kami sudah siap menghadapi Thailand,” jelas Greysia.

Disadur dari: Bolacom/Penulis: Yus Mei Sawitri/Editor: Wiwig Prayugi/Dipublikasi: 9 Desember 2019