Chant-Chant Terbaik di Bundesliga: Mulai Dari Senandung Cinta Hingga Alunan Irama Punk

Serafin Unus Pasi | 26 April 2019 20:39
Fans Schalke 04 memimpin rekan-rekannya bernyanyi mendukung kesebalasan kesayangan mereka (c) Bundesliga

Bola.net - - Bagi sebagian orang, sepak bola adalah agama dan mendukung tim kesayangan adalah ibadah yang sakral. Mereka dengan sepenuh hati menyemangati para idola yang sedang bertanding di lapangan hijau.

Kibaran bendera, tepukan tangan dan teriakan senantiasa diberikan tanpa henti selama 90 menit sebagai bentuk 'ibadah' mereka demi menghantarkan para pejuang kesayangan mereka bertempur di medan perang.

Setiap tim punya nyanyian atau chant penyemangat tersendiri dan beberapa chant ini telah tercipta sejak awal berdirinya tim-tim tersebut. Syair-syairnya punya makna lebih dari sekedar sepak bola. Ada sejarah dan filosofi hidup yang termuat di dalamnya.

Berikut ini adalah beberapa syair nyanyian terbaik yang telah didengungkan para penggemar Bundesliga di seluruh dunia. Penasaran? Silahkan scroll berita ini ke bawah untuk mengetahuinya

1 dari 4 halaman

‘Mer Stonn Zo Dir’ - 1.FC Köln

Lagu ‘Mer Stonn Zo Dir’ punya segalanya untuk jadi chant sepak bola yang sempurna. Lirik yang bermakna dalam, nada yang mudah dinyanyikan, serta tempo sedang yang mudah diikuti.

Fans FC Koln mengangkat panji dukungan mereka untuk klub kesayangan mereka (c) Bundesliga

‘Mer Stonn Zo Dir’ diciptakan oleh grup musik lokal, Höhner, pada tahun 2002 dan dinyanyikan dengan dialek lokal yang disebut Kölsch. Lagu ini mengumandangkan tentang loyalitas dalam mendukung Effzeh, julukan kesayangan untuk 1.FC Köln. Kata “üvverall” yang terdapat di dalam liriknya memiliki makna “di mana-mana,” menegaskan tentang keberadaan fans Köln yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Kalimat “Neues Spill heiß neues Jlöck!” (pertandingan baru berarti keberuntungan baru) juga menggambarkan kegigihan yang menjadi nyawa klub. Terdapat juga kalimat “Durch dick un durch dünn” yang bermakna kurang lebih “Senang atau susah kita lewati bersama,” menandakan loyalitas tanpa batas yang dimiliki para fansnya.

2 dari 4 halaman

‘Alte Liebe’ - Hannover 96

Lagu ini awalnya ditulis oleh Martin Hylla dan Kai Hoffmann pada tahun 1998. Pada tahun 2002, Hannover 96 membuka kompetisi untuk mencari himne terbaru dan dua produser musik, Oswald ‘Ossy’ Pfeiffer dan Dete Kuhlmann, menggubah lagu ‘Alte Liebe’ untuk diikutkan ke dalam kompetisi.

Fans Hannover mengibarkan bendera timnya di dalam stadion sebagai bentuk dukungan mereka. (c) Bundesliga

Lagu tersebut pun terpilih, ‘Alte Liebe’ yang berarti “cinta lama” adalah lagu roman yang menggambarkan cinta sejati fans Si Merah. Lagu ini pun wajib dinyanyikan setiap kali Hannover 96 akan bertanding.

3 dari 4 halaman

‘Hamburg, Meine Perle’ - Hamburg SV

Berbeda dari lagu-lagu dari tim lain, ‘Hamburg, Meine Perle’ bercerita tentang keindahan kota Hamburg. Judulnya yang memiliki arti “Hamburg, permataku” menggambarkan kecintaan yang luar biasa pada kota di utara Jerman ini.

Para fans Hamburg bernanyi dengan lantang untuk mendukung tim kesayangan mereka (c) Bundesliga

Musisi lokal bernama Lotto King Karl didaulat sebagai pembawa resmi lagu kebangsaan HSV ini dan semoga lagu ini akan lebih sering terdengar di pentas utama Bundesliga saat HSV berhasil kembali naik ke kasta tertinggi sepak bola Jerman ini.

4 dari 4 halaman

‘Elf vom Niederrhein’ - Borussia Mönchengladbach

Lagu yang judulnya memiliki arti “Kesebelasan dari Lower Rhein” ini memiliki irama penuh semangat khas musik Punk Rock.

Barisan pendukung Eintracht Frankfurt membentangkan scarf mereka untuk mendukung tim kesayangan mereka (c) Bundesliga

Para fans kerap bernyanyi sambil melompat-lompat di Nordkurve, tribun utara stadion, saat memasuki bagian refrainnya, memberikan atmosfir yang menciutkan nyali lawan saat bertandang ke Borussia-Park.

Liriknya sendiri sering mengucapkan kata die stimmung alias “atmosfir” yang memang menjadi terasa nyata keberadaannya setiap kali lagu ini dinyanyikan oleh para pendukung pasukan Kuda Muda.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR