Mengenal Sechser, Para Penjaga Palang Pintu di Bundesliga

Serafin Unus Pasi | 23 Maret 2020 21:12
Joshua Kimmich (c) DFL

Bola.net - Jika Bolaneters masih ingat, beberapa waktu yang lalu kami sempat membahas mengenai Zehner. Zehner merupakan julukan populer di Bundesliga untuk pemain yang berposisi sebagai pemain nomor '10'.

Di Bundesliga, Zehner bukan satu-satunya istilah khusus mengenai posisi seorang pemain di atas lapangan. Pada kesempatan ini, kami mencoba untuk membahas peran seorang Sechser.

Sama seperti Zehner yang identik dengan pemain posisi nomor '10', Sechser juga merujuk pada posisi yang khusus, yaitu posisi pemain nomor '6' atau yang dikenal orang-orang sebagai gelandang bertahan.

Namun tidak semua pemain gelandang bertahan bisa dikatakan sebagai seorang Sechser. Lantas pemain seperti apa yang masuk dalam posisi ini? Dan siapa saja Sechser terbaik di Bundesliga saat ini? Yuk simak ulasan kami di bawah ini.

1 dari 4 halaman

Si Pembersih Debu

Sebelum beranjak lebih jauh, ada baiknya kita kenali dulu apa itu Sechser dan bagaimana mereka bekerja.

Sechser, atau "6"; nama itu lahir sesaat setelah pemain menggunakan nomor punggung sesuai dengan posisi mereka di lapangan. Kala itu, Libero (nomor 5) sebagai orang terakhir di lini belakang dimainkan hampir di mana-mana - di depannya berjejer tiga pemain (nomor 2, 3 dan 4) dan di depannya bertengger si "6".

Ia juga dikenal sebagai "pembersih debu", yang bertugas menyapu bola sebelum masuk area pertahanan, dan lebih umum dikenal dengan "penjaga pintu" yang selain menjaga bola agar tidak masuk ke area pertahanan.

Tugas mereka yang lainnya adalah untuk menjamin serta menjaga playmaker (nomor 10) agar tetap bebas bergerak agar si "10" tersebut tidak pernah harus turun membantu pertahanan.

Walau peran Sechser masih dapat dijumpai, penerapan formasi seperti itu mulai jarang digunakan utamanya di sepak bola modern. Saat ini tidak ada tim yang mampu menggunakan playmaker tanpa tugas defensif tambahan.

2 dari 4 halaman

Denis "Samson" Zakaria

Konsistensi Gladbach dalam mempertahankan posisi mereka di papan atas klasemen hingga Rückrunde musim 2019/20 ini tidak lepas dari andil pemain kelahiran Jenewa, 23 tahun lalu, yang telah mengantongi lebih dari 1.900' menit waktu permainan bersama Die Fohlen.

Denis Zakaria -- gelandang bertahan yang punya mobilitas tinggi ini punya kekuatan layaknya Samson (tokoh dalam cerita lama yang memiliki kekuatan fisik luar biasa.) Stamina yang prima serta andal dalam
melakukan tekel serta umpan yang akurat membuat Zakaria menjadi salah satu gelandang tengah paling komplit dan satu di antara yang terbaik dalam posisi Sechser di Bundesliga saat ini.

3 dari 4 halaman

Joshua "Der Panzer" Kimmich

Lebih dikenal sebagai bek kanan baik untuk perannya di tim nasional Jerman maupun Bayern Muenchen, faktanya Kimmich juga adalah salah satu Sechser terbaik di Bundesliga, bahkan Eropa.

Joshua Walter Kimmich, lahir di Rottweil, Jerman, 8 Februari 1995 melambangkan semangat Der Panzer yang tak pantang menyerah, terbukti dengan catatan jarak tempuhnya yang hingga Rückrunde kali ini menembus angka 293.6 kilometer - tertinggi di Bundesliga.

Ia juga memimpin dalam statistik penguasaan bola, dengan 2.397 penguasaan. Dari segi karakter dan gaya permainan, Kimmich tidak ada duanya. Ia seperti virus - menularkan semangat dan hasrat untuk menang kepada rekan setim, juga agresif dan seimbang dalam fokusnya baik bertahan maupun menyerang.

4 dari 4 halaman

Konrad "Heart of the Bulls" Laimer

Kesuksesan fenomenal Leipzig pada musim ini sering dikaitkan dengan sistem Nagelsmann, walau fakta di atas lapangan menunjukkan ada andil dan kinerja seorang bintang muda yang lepas dari sorotan yang memungkinkan sistem Nagelsmann berjalan sesuai dengan rencana. Dia adalah Konrad Laimer.

Lahir di Salzburg, 22 tahun yang lalu, Laimer adalah perwujudan nyata jantung hati suatu tim di atas lapangan. Ketika Leipzig membangun permainan dari belakang, Laimer sering memposisikan dirinya secara cerdas di belakang lini penyerangan lawan, demi membuka opsi progresif untuk rekan setimnya yang berposisi di bek tengah.

Ketika timnya maju ke sepertiga akhir lapangan, gelandang pekerja keras ini selalu tersedia sebagai opsi umpan yang aman dan juga menjamin perlindungan terhadap potensi serangan balik tim lawan.

Tidak hanya itu, ia juga seorang pengumpan yang kompeten -walau sering diremehkan dengan dibiarkan begitu saja tanpa pressing ketat- dengan kemampuannya untuk mengubah pertahanan menjadi serangan bersama keahlian menggiring bolanya yang luar biasa. Diberkati dengan fisik atletis mirip bintang Manchester City dan Belgia, Kevin de Bruyne, Laimer bisa menjadi ancaman yang sulit dihentikan ketika dalam kekuatan penuh.

(Bundesliga)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR