20 Menit yang Sangat Sulit bagi Bodo/Glimt

20 Menit yang Sangat Sulit bagi Bodo/Glimt
Pemain Bayern Munchen Tom Bischof (kedua dari kanan) dan pemain Bodo/Glimt Ole Didrik Blomberg saling menyapa usai laga Liga Champions antara Bayern vs Bodo/Glimt, 10 September 2026 (c) AP Photo/Lennart Preiss

Bola.net - Bodo/Glimt mampu membuat Bayern Munchen frustrasi selama babak pertama Liga Champions 2026-27. Pertahanan disiplin membuat skor tetap 0-0 hingga jeda sebelum lima gol tuan rumah mengubah pertandingan secara drastis.

Bayern akhirnya membuka keran gol melalui Jamal Musiala pada awal babak kedua. Setelah itu, Harry Kane, Alphonso Davies, dan Michael Olise dua kali mencatatkan nama di papan skor untuk memastikan kemenangan 5-0.

Bagi Bodo/Glimt, kekalahan tersebut terasa berat setelah mampu bertahan dengan baik di awal. Jens Petter Hauge mengakui 20 menit terakhir menjadi periode yang sangat sulit ketika kualitas Bayern mulai memberikan tekanan besar.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Babak Pertama Berjalan Sesuai Rencana

Bodo/Glimt tampil berani sejak menit awal dan tidak hanya mengandalkan pertahanan dalam menghadapi Bayern. Hauge menilai timnya mampu bertahan dengan baik sekaligus tetap memberikan ancaman ketika mendapatkan kesempatan menyerang.

Bayern memiliki peluang terbaik melalui Joshua Kimmich yang tembakannya membentur tiang. Selain peluang tersebut, Bodo/Glimt mampu menjaga lini pertahanannya tetap rapat sehingga Bayern kesulitan menciptakan peluang bersih.

"Kami memulai dengan sangat baik dan penuh keberanian. Kami bertahan dengan baik, kami menyerang dengan baik," ujar Hauge kepada UEFA.

Musiala Membuka Jalan Bayern

Situasi berubah setelah kiper Bodo/Glimt, Nikita Haikin, harus meninggalkan lapangan saat jeda. Julian Faye Lund masuk menggantikannya dan langsung memungut bola dari gawang setelah Musiala mencetak gol pembuka.

Kane kemudian menggandakan keunggulan Bayern melalui sundulan. Gol tersebut membuat Bodo/Glimt semakin kesulitan menjaga organisasi pertahanannya sehingga ruang mulai terbuka untuk serangan berikutnya.

Alphonso Davies memanfaatkan situasi tersebut dengan mencetak gol ketiga Bayern melalui tembakan yang tidak mampu dihentikan kiper. Michael Olise kemudian mengakhiri pertandingan dengan dua gol pada fase akhir untuk membawa Bayern menang telak 5-0.

20 Menit Terakhir Jadi Mimpi Buruk

Hauge mengakui Bodo/Glimt tidak mampu mempertahankan performa positif mereka hingga pertandingan berakhir. "20 menit terakhir sangat sulit. Mereka memiliki kualitas yang luar biasa dan mereka menghukum kami," kata Hauge.

Gelandang Bodo/Glimt itu tetap menilai babak pertama sebagai pengalaman positif bagi timnya. "Kami datang ke sini dan tahu bahwa pertandingan akan sangat, sangat sulit. Kami bermain baik pada babak pertama dan mempertahankan skor 0-0," ujarnya.

Kekalahan ini menunjukkan betapa tipis batas antara bertahan dengan baik dan kehilangan kendali saat menghadapi tim dengan kualitas seperti Bayern. Bodo/Glimt harus belajar dari pengalaman tersebut jika ingin mampu menjaga level permainan selama 90 menit pada pertandingan berikutnya.

Sumber: UEFA.com

Klasemen