
Bola.net - Liam Rosenior membuat keputusan mengejutkan dengan menurunkan Filip Jorgensen sebagai starter saat Chelsea kalah 2-5 dari PSG di leg pertama 16 besar Liga Champions. Keputusan ini langsung menjadi sorotan setelah sang kiper melakukan blunder fatal yang memengaruhi mental tim.
Rosenior mencadangkan Robert Sanchez demi memberi kesempatan kepada Jorgensen pada laga krusial Liga Champions, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB. Namun, kepercayaan itu justru berujung pada kesalahan teknis yang membuat PSG kembali ungggul pada momen penting.
Akibatnya, suasana di lapangan sempat memanas. Beberapa pemain senior The Blues menunjukkan frustrasi mereka secara terbuka. Bahkan, sempat muncul friksi kecil yang memperlihatkan besarnya dampak kesalahan tersebut terhadap chemistry tim.
Meski timnya menelan kekalahan telak, Rosenior tetap membela keputusannya. Ia menjelaskan bahwa rotasi kiper dilakukan berdasarkan pertimbangan taktis. Kini, ia menghadapi dilema besar untuk menentukan siapa yang akan menjaga gawang Chelsea pada leg kedua.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Perang Karakter: Ketenangan vs Ketangguhan

Rosenior kemudian menjelaskan perbedaan karakter antara Robert Sanchez dan Filip Jorgensen. Menurutnya, pemilihan kiper tidak hanya didasarkan pada nama besar, tetapi juga pada kebutuhan taktik untuk menghadapi gaya bermain lawan.
Sanchez memiliki keunggulan fisik, terutama dalam mengantisipasi umpan silang dan menghentikan tembakan. Namun, Rosenior membutuhkan kiper yang lebih tenang saat menguasai bola agar tim dapat membangun serangan dari lini belakang.
"Sanchez atau Jorgensen? Mereka memiliki kualitas yang berbeda," ujar Liam Rosenior kepada wartawan.
"Rob (Sanchez) sangat luar biasa dalam mengantisipasi umpan silang dan merupakan penghenti tembakan yang hebat," lanjutnya.
Di sisi lain, Rosenior menilai Jorgensen memiliki kemampuan distribusi bola yang lebih tenang. Menurutnya, kualitas tersebut berperan penting dalam kemenangan Chelsea pada laga sebelumnya.
"Filip memiliki kualitas luar biasa juga. Salah satu alasan kami menang di Aston Villa adalah karena kami sangat tenang dalam penguasaan bola," tegas Rosenior.
Friksi di Lapangan: Amarah Enzo Fernandez dan Moises Caicedo

Blunder Jorgensen yang berujung gol Vitinha memicu reaksi keras dari rekan-rekannya di lini tengah. Enzo Fernandez dan Moises Caicedo terlihat langsung menegur sang kiper di lapangan.
Bahkan, kamera sempat menangkap momen ketika Enzo melempar bola ke arah Jorgensen sebagai bentuk luapan emosi. Rosenior mengakui adanya ketegangan tersebut, tetapi ia memilih untuk merangkul sang kiper setelah pertandingan.
"Pemain terkadang melakukan kesalahan. Filip bukan orang pertama yang melakukan kesalahan, itu bagian dari sepak bola," kata Rosenior.
Ia juga mengapresiasi sikap Jorgensen yang langsung mengakui kesalahannya di ruang ganti. Menurut Rosenior, tanggung jawab atas kekalahan tidak boleh dibebankan kepada satu pemain saja.
"Dia sudah mengakui kesalahannya di ruang ganti. Tapi gol keempat dari Kvaratskhelia adalah tendangan luar biasa. Tidak ada kiper di dunia yang bisa menjangkaunya," tambahnya.
Dilema Leg Kedua: Mencari Keajaiban di Stamford Bridge

Kekalahan ini membuat Chelsea tertinggal tiga gol secara agregat. Situasi tersebut jelas menyulitkan peluang mereka untuk melakukan comeback pada leg kedua.
Rosenior menilai timnya gagal mengelola emosi saat tertinggal. Ia bahkan menyebut Chelsea seperti “menembak kaki sendiri” karena kesalahan yang seharusnya bisa dihindari.
Menghadapi lini serang PSG yang dihuni pemain seperti Ousmane Dembele dan Kvaratskhelia menuntut konsentrasi penuh sepanjang pertandingan. Karena itu, Rosenior kini harus menentukan apakah akan kembali memainkan Sanchez atau tetap mempercayai Jorgensen.
"Menghadapi defisit dua gol masih bisa dicapai, tetapi tiga gol membuat situasinya jauh lebih sulit, meski bukan mustahil," ujar Rosenior.
Ia pun menegaskan bahwa Chelsea harus tampil lebih tenang dan kolektif saat bermain di kandang sendiri. Pada akhirnya, keputusan Rosenior di posisi penjaga gawang pada leg kedua akan menjadi salah satu pertaruhan terbesar dalam karier kepelatihannya.
"Kami harus mengelola permainan dengan lebih baik. Kami butuh ketenangan saat situasi memburuk," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Champions 11 September 2026 15:50Nico Paz, Bertahan di Como Akhirnya Hadirkan Malam yang Selama Ini Ia Bayangkan
-
Liga Champions 11 September 2026 14:33Assane Diao Mewujudkan Mimpi di Malam Magis Bersama Como
-
Liga Champions 11 September 2026 14:24Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
-
Liga Champions 11 September 2026 14:19Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
-
Liga Champions 11 September 2026 14:15Fabregas Batasi Euforia Como
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 11 September 2026 17:31Hasil BRI Super League: Dwigol Jose Enrique Bawa Persik Tenggelamkan Garudayaksa
-
Bola Indonesia 11 September 2026 16:56Prediksi BRI Super League: PSS Sleman vs Madura United 12 September 2026
-
Bola Indonesia 11 September 2026 16:36Prediksi BRI Super League: Persija vs Persib 12 September 2026
-
Liga Inggris 11 September 2026 16:34Prediksi Liverpool vs Fulham 12 September 2026
-
Liga Champions 11 September 2026 15:50Nico Paz, Bertahan di Como Akhirnya Hadirkan Malam yang Selama Ini Ia Bayangkan
-
Bola Indonesia 11 September 2026 15:47
Jadwal BRI Super League Pekan Ini di Indosiar, 11-13 September 2026
BERITA LAINNYA
-
champions 11 September 2026 15:50Nico Paz, Bertahan di Como Akhirnya Hadirkan Malam yang Selama Ini Ia Bayangkan
-
champions 11 September 2026 14:33Assane Diao Mewujudkan Mimpi di Malam Magis Bersama Como
-
champions 11 September 2026 14:24Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
-
champions 11 September 2026 14:19Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
-
champions 11 September 2026 14:15Fabregas Batasi Euforia Como
-
champions 11 September 2026 14:11Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
SOROT
-
Liputan6 11 September 2026 16:48Ferry Boboho Kembalikan Rp 5 Miliar ke Kejagung
-
Liputan6 11 September 2026 16:27Air Sumur Diduga Tercemar Limbah Dapur MBG
-
Liputan6 11 September 2026 14:58Tegur Pendaki Ilegal, Petugas TNGGP Dikeroyok hingga Luka Parah
-
Liputan6 11 September 2026 14:45Kapolri Janji Berantas Premanisme dan Pungli di Kawasan Industri
-
Liputan6 11 September 2026 14:37Pramono Dalami Usulan Kartu Transportasi Gratis untuk Pelajar
-
Liputan6 11 September 2026 14:22Keluarga Mahasiswi Tewas Dicekoki Narkoba Minta Proses Hukum Transparan
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289607/original/098662900_1753074718-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_12.09.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346263/original/026343500_1789118867-1001654883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1662905/original/003171100_1501352511-Taman_Nasional_Gunung_Gede_Pangrango.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446609/original/066893700_1765931612-Kapolri_Jenderal_Listyo_Sigit_Prabowo.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3560138/original/068350600_1630651083-20210903-Bus-Sekolah-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/849467/original/025285500_1428837125-Ilustrasi-pembunuhan-wanita-2.jpg)

