
Bola.net - - Kapten Celtic, Scott Brown mengatakan bahwa timnya terlalu malu-malu dan memiliki rasa hormat berlebihan saat melawan Barcelona di Camp Nou pada September lalu.
Seperti diketahui, saat itu Celtic harus rela dibantai tujuh gol tanpa balas oleh Lionel Messi dkk. Kekalahan itu menjadi salah satu kekalahan terbesar mereka dalam sejarah klub di Liga Champions.
Dan jelang pertandingan tersebut, Brown menyebut timnya sudah banyak belajar dari pertemuan pertama mereka itu. Dan dia mengingatkan rekan setimnya untuk tak terlalu menghormati banyak lawan mereka karena mereka butuh kemenangan.
Bahkan Brown mengingatkan Barca bahwa timnya tak akan lagi malu-malu untuk melancarkan tekel kepada tim asuhan Luis Enrique hanya untuk menghentikan mereka.
"Saya pikir kami memberikan mereka terlalu banyak rasa hormat di sana. Kami berusaha untuk mengawasi mereka daripada mendekati dan melakukan tekel untuk mengatasi mereka," ujarnya.
"Kami telah menyaksikan ulang video pertandingan dan kami telah belajar banyak dari itu. Apa yang bisa saya ambil dari sejarah kita melawan mereka? Adalah untuk tak mendapatkan kartu merah! Itulah pelajaran utama," sambungnya.
"Serius, kami tahu bahwa kami harus tenang dan memahami bahwa kami tak akan menguasai banyak bola. Biasanya kami menikmati untuk banyak menguasai bola, sehingga ini akan sulit bagi kami tak menguasai bola selama 30-40 detik pada waktu melawan tim yang menguasai bola melawan Real Madrid terlihat mudah," tandasnya.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 20:10Krisis Kesehatan di Gaza Makin Parah, Ribuan Nyawa Terancam
-
Liputan6 5 Juni 2026 20:07Melihat Langsung Koleksi Kendaraan Mewah Silmy Karim yang Disita KPK
-
Liputan6 5 Juni 2026 19:45Purbaya Mau Terbang ke China Promosikan Panda Bond
MOST VIEWED
Tim Terbaik Liga Champions 2025/2026: PSG Dominasi dengan 5 Pemain, Arsenal Sumbang 3
Penilaian Pedas: Arsenal Belum Masuk Level PSG, Bayern Munchen, dan Barcelona
Main 120 Menit di Final Liga Champions, William Saliba Kini Terancam Absen di Piala Dunia
Bukan Trofi Liga Champions, Marquinhos Sebut Pelukan untuk Gabriel sebagai Momen Terbaiknya
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5630310/original/067752200_1778227999-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4253683/original/066694100_1670473907-edb2e216-5c29-419e-b564-85e68ad4c8b0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7843095/original/001355300_1780664869-IMG_2213.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7772002/original/018659100_1780583504-20260604BL_OT_Timnas_Indonesia_Jelang_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7839442/original/067088600_1780660765-IMG_2097.jpeg)
