Juventus Tersungkur 5-2 dari Galatasaray, Spalletti Sebut Timnya Mundur Tiga Langkah

Juventus Tersungkur 5-2 dari Galatasaray, Spalletti Sebut Timnya Mundur Tiga Langkah
Pemain Juventus Federico Gatti dan pemain Galatasaray, Victor Osimhen, berebut bola dalam laga leg pertama play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Khalil Hamra

Bola.net - Luciano Spalletti menyebut Juventus mundur tiga langkah setelah kalah telak dari Galatasaray. Pelatih Bianconeri itu menyoroti penampilan timnya yang tidak mampu mempertahankan keunggulan di babak kedua.

Juventus mengalami mimpi buruk saat melawat ke markas Galatasaray di Leg 1 Playoff Liga Champions, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Bianconeri sempat unggul lebih dulu di babak pertama sebelum akhirnya dibantai 5-2.

Gabriel Sara membuka skor untuk Galatasaray, namun Teun Koopmeiners membalas dengan dua gol untuk membawa Juventus memimpin 2-1 hingga turun minum. Pertandingan berjalan ketat, dan Juventus tampak memiliki momentum di babak pertama.

Memasuki babak kedua, Juventus mulai kehilangan kendali. Juan Cabal masuk menggantikan Andrea Cambiaso, namun kartu merah membuat timnya kembali kebobolan.

Galatasaray memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menambah gol melalui Noa Lang dua kali, serta Davinson Sanchez dan Sacha Boey. Kekalahan 5-2 ini meninggalkan catatan pahit bagi Juventus, yang harus mengevaluasi banyak hal menjelang leg kedua.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Spalletti Soroti Penurunan Karakter Juventus

Spalletti Soroti Penurunan Karakter Juventus

Pemain Juventus, Francisco Conceicao (kiri), berduel dengan pemain Galatasaray, Ismail Jakobs, laga leg pertama play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Khalil Hamra

Juventus berusaha memperbaiki keadaan setelah babak pertama, tetapi karakter tim menurun secara signifikan. Spalletti menilai penurunan ini setara dengan tiga langkah mundur, bukan satu.

Penggantian Andrea Cambiaso dengan Juan Cabal sempat dilakukan untuk mengurangi risiko kartu kedua, tetapi justru menimbulkan masalah baru. Dua kartu kuning tambahan dalam 15 menit pertama babak kedua memperparah situasi tim.

"Kami mengakhiri babak pertama dengan buruk, mencoba bangkit dan mengubah beberapa hal, tapi kami benar-benar turun dalam hal karakter," ujar Spalletti.

"Bukan satu langkah mundur, tapi tiga langkah mundur malam ini. Jelas, Cambiaso berisiko kartu kedua di akhir babak pertama, dalam pertandingan seperti ini, bijaksana untuk melakukan pergantian," tambah Spalletti.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 21 Februari 2026
Juventus Juventus
21:00 WIB
Como Como

Risiko Kebobolan yang Terus Mengintai

Risiko Kebobolan yang Terus Mengintai

Pemain Juventus, Khephren Thuram (kiri), dan pemain Galatasaray, Baris Yilmaz, berebut bola dalam laga leg pertama play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Khalil Hamra

Spalletti menekankan bahwa Juventus selalu berisiko kebobolan jika standar kualitas menurun. Ia percaya bahwa fokus pada serangan adalah cara terbaik meringankan beban pertahanan.

Bila tim hanya menunggu dan bertahan, lini belakang Juventus rentan karena pemain tidak cukup solid untuk menahan serangan lawan. Spalletti menilai pendekatan menyerang bisa mengurangi risiko kebobolan.

"Saya yakin kita bisa meringankan beban pertahanan jika bermain dengan kualitas. Jika kita membuat barikade dan mengandalkan serangan balik, kita tidak memiliki pemain yang cocok untuk itu," ujar Spalletti.

"Jadi saya percaya menyerang adalah bentuk pertahanan terbaik, mengambil inisiatif di depan. Jika kualitas menurun, kita selalu berisiko kebobolan," tambah Spalletti.

Sumber: Football Italia