
Bola.net - Juventus kembali dipermalukan di Liga Champions 2025/2026. Pada matchday pertama babak play-off, Bianconeri tumbang 2-5 meski sempat unggul 2-1 di babak pertama.
Duel yang berlangsung di RAMS Park, Rabu (18/2) dini hari WIB, menjadi tamparan keras bagi wakil Italia tersebut. Lima gol bersarang ke gawang Juventus dalam satu laga.
Catatan itu terasa janggal untuk klub dengan tradisi pertahanan kuat. Ini menjadi kali pertama Juventus kebobolan lima gol dalam satu pertandingan sejak format baru Liga Champions diterapkan.
Kekalahan ini bukan insiden tunggal. Tren performa Juventus menunjukkan penurunan signifikan, terutama dalam aspek bertahan.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Rekor Buruk dan Rapuhnya Pertahanan

Kebobolan lima gol menegaskan adanya masalah struktural di lini belakang. Stabilitas yang selama ini menjadi identitas Juventus terlihat menghilang.
Dalam empat laga terakhir di semua kompetisi, Juventus kalah tiga kali dan hanya sekali imbang. Selama periode itu, mereka kebobolan 13 gol.
Sebelumnya, Juventus kemasukan tiga gol saat takluk dari Atalanta dan Inter Milan. Mereka juga kebobolan dua kali ketika bermain imbang melawan Lazio.
Data tersebut memperlihatkan pola yang konsisten: pertahanan Juventus mudah ditembus. Intensitas, koordinasi, dan transisi bertahan menjadi titik lemah yang berulang.
Pengakuan Spalletti: Ada yang Salah

Kartu merah Juan Cabal dan cedera Gleison Bremer memang memengaruhi jalannya laga. Namun, pelatih Luciano Spalletti tidak menjadikannya alasan utama.
Ia mengakui ada persoalan mendasar dalam cara timnya bertahan. Pendekatan taktik dinilai belum berjalan optimal.
“Saya yakin kita bisa meringankan beban pertahanan jika kita mampu bermain sepak bola. Jika kita membangun barikade dan melakukan serangan balik, kita tidak memiliki pemain yang cocok untuk pendekatan seperti itu,” kata Spalletti.
“Jadi saya percaya menyerang adalah bentuk pertahanan terbaik, mengambil inisiatif. Jika kita turun di bawah standar kualitas kita, maka kita selalu berisiko kebobolan gol," tegas Spalletti.
Sumber: Opta, Football Italia
Klasemen Serie A 2025/2026
Baca Ini Juga:
- Man of the Match Galatasaray vs Juventus: Gabriel Sara
- Hasil Galatasaray vs Juventus: Kartu Merah, Bianconeri Babak Belur di Turki
- Club Brugge yang Kuat di Kandang, Atletico Madrid yang Berpengalaman di Fase Gugur
- Olympiacos dan Leverkusen Bukan Lawan yang Asing
- Inter Milan Punya Nama Besar, tapi Bodo/Glimt Bukan Sekadar Penggembira
- Rekor Buruk Qarabag FK, Performa Stabil Newcastle
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Champions 18 Februari 2026 03:47Kebobolan 13 Gol dari 4 Laga: Ada Apa dengan Lini Belakang Juventus?
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 18 Februari 2026 05:20 -
Liga Champions 18 Februari 2026 05:15 -
Liga Champions 18 Februari 2026 04:56 -
Liga Champions 18 Februari 2026 04:17 -
Liga Champions 18 Februari 2026 03:47 -
Liga Champions 18 Februari 2026 03:43
HIGHLIGHT
- 7 Klub Tujuan Cristian Romero Jika Hengkang dari T...
- Starting XI Pemain Gratisan Siap Direkrut: Dari Se...
- 7 Pemain Italia di Manchester United: Akankah Sand...
- 5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...









:strip_icc()/kly-media-production/medias/5505129/original/051357800_1771334624-1000170459.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5505118/original/019169200_1771332733-WhatsApp_Image_2026-02-17_at_19.40.19.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5505055/original/039903200_1771322062-IMG_4909.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5146070/original/008459300_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5505046/original/090381500_1771320724-8e479e0f-404d-40cd-a6eb-9a050af453b5.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)

