
Bola.net - Laga Inter vs Bodo/Glimt berakhir dengan kepedihan bagi publik tuan rumah yang memadati Stadion San Siro. Meskipun tampil dominan, skuad asuhan Cristian Chivu harus mengakui keunggulan wakil Norwegia dengan skor tipis 1-2.
Laga Inter vs Bodo/Glimt ini memastikan langkah tim tamu melaju ke babak 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya. Agregat akhir 2-5 memperlihatkan betapa efektifnya strategi yang diterapkan oleh sang lawan dalam dua pertandingan.
Upaya maksimal para pemain tidak cukup untuk membendung skema serangan balik yang sangat rapi. Kekalahan ini menjadi evaluasi besar bagi tim sebelum kembali fokus ke kompetisi domestik.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Efektivitas Serangan Balik Tim Tamu

Jens Petter Hauge membuka keunggulan pada menit ke-58. Keadaan semakin sulit bagi tuan rumah setelah Hakon Evjen menggandakan keunggulan timnya pada menit ke-72.
Harapan sempat muncul ketika Alessandro Bastoni memperkecil ketertinggalan dalam duel Inter vs Bodo/Glimt ini pada menit ke-76. Tuan rumah terus menekan hingga menit akhir, tetapi pertahanan kokoh lawan sangat sulit untuk ditembus kembali.
Pengakuan dari Sisi Teknis Pemain

"Kalah seperti ini adalah bagian dari sepak bola, hal itu biasa terjadi," ungkap Nicolo Barella kepada Sky Sport. Ia menyatakan bahwa timnya seharusnya mencetak gol pertama, tapi mereka gagal mewujudkannya di lapangan.
Gelandang Italia tersebut juga memberikan ucapan selamat kepada lawan yang berhasil menang dalam dua pertemuan sekaligus. "Kami sudah mencoba, tetapi mereka lebih baik dari kami," pungkasnya dengan nada yang penuh kekecewaan.
Faktor Keberuntungan yang Menghilang

Yann Bisseck menyatakan bahwa faktor keberuntungan tidak berpihak pada tuan rumah dalam laga Inter vs Bodo/Glimt ini. Ia merasa bola seolah enggan masuk ke gawang lawan meskipun tekanan bertubi-tubi terus diberikan oleh rekan-rekannya.
Bek tersebut mengakui bahwa lawan telah melakukan tugas mereka dengan sangat disiplin sepanjang pertandingan berlangsung. Namun, ia menegaskan bahwa tim harus segera bangkit karena hari esok selalu membawa tantangan baru.
Luis Henrique menegaskan bahwa seluruh penggawa tim sudah mengerahkan segala kemampuan terbaik mereka di depan pendukung sendiri. Pertandingan Inter vs Bodo/Glimt ini membuktikan bahwa kerja keras saja terkadang tidak cukup tanpa penyelesaian akhir yang tajam.
Kekalahan di San Siro ini resmi menutup perjalanan wakil Italia di ajang paling bergengsi Eropa pada musim ini. Akan tetapi, semangat juang para pemain tetap diapresiasi oleh para pendukung setia yang hadir hingga laga usai.
Sumber: UEFA.com
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Man of the Match Leverkusen vs Olympiakos: Alejandro Grimaldo
- Man of the Match Inter vs Bodo/Glimt: Jens Petter Hauge
- Hasil Leverkusen vs Olympiakos: Die Werkself Siap Jumpa Arsenal atau Bayern
- Hasil Inter vs Bodo/Glimt: Sampai di Sini Saja, Nerazzurri
- Prediksi Juventus vs Galatasaray 26 Februari 2026
- Prediksi PSG vs Monaco 26 Februari 2026
- Prediksi Real Madrid vs Benfica 26 Februari 2026
- Prediksi Atalanta vs Dortmund 26 Februari 2026
- Juventus Mengejar Harapan, Galatasaray Siap Menjegal
- Posisi PSG Menguntungkan, Beban Monaco Berat
- Real Madrid di Posisi Nyaman, Benfica Tetap Punya Peluang
- Dortmund Pegang Kendali, Atalanta Terpaksa Agresif
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 12 April 2026 18:45Live Streaming Como vs Inter - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
-
Liga Spanyol 12 April 2026 17:38
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 12 April 2026 22:27 -
Bola Indonesia 12 April 2026 22:24 -
Bola Indonesia 12 April 2026 22:20 -
Tim Nasional 12 April 2026 22:17 -
Liga Inggris 12 April 2026 22:07 -
Liga Inggris 12 April 2026 21:57
MOST VIEWED
- 10 Klub Terbaik Dunia Versi Opta Power Rankings: Real Madrid Peringkat ke-6, Manchester United Masuk Daftar!
- Rapor Pemain Barcelona vs Atletico Madrid: Kartu Merah Cubarsi Jadi Awal Bencana di Camp Nou
- Rekap Hasil Liga Champions Tadi Malam: Barcelona Keok, PSG Tunjukkan Taji
- 4 Tim Pertama yang Lolos Liga Champions 2026/2027: Arsenal dan Barcelona Kunci Tiket Lebih Cepat!
HIGHLIGHT
- 5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Di...
- 5 Alternatif Marcus Rashford untuk Barcelona, dari...
- Tottenham Menyusul? 6 Kasus Degradasi Paling Menge...
- 5 Suksesor Mohamed Salah di Liverpool: Yan Diomand...
- 6 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Baru Mohamed Salah...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 5 Mega Transfer yang Wajib Dipantau pada Musim Pan...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5439713/original/021523100_1765368668-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5553669/original/052763600_1776010229-pg12-prabowo-ipsi-c6c39e.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5510067/original/004176400_1771816661-20260222IQ_Dewa_United_vs_Boreo_FC-16.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5517450/original/096362200_1772429037-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-02T122314.020.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5433566/original/029724700_1764851042-WhatsApp_Image_2025-12-04_at_19.22.40.jpeg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5553642/original/004827100_1775998992-WhatsApp_Image_2026-04-12_at_20.00.33.jpeg)

