FOLLOW US:


Konsentrasi yang Lemah Jadi Pemicu Kekalahan Barcelona

08-05-2019 18:18

 | Divock Origi

Konsentrasi yang Lemah Jadi Pemicu Kekalahan Barcelona
Selebrasi Divock Origi usai bobol gawang Barcelona. © AP Photo

Bola.net - Eks pelatihAC Milan Fabio Capello menyebut skuat Barcelona bisa kebobolan gol keempat dari Liverpool karena mereka tak berkonsentrasi penuh sepanjang laga.

Liverpool menjamu Barca di leg kedua semifinal Liga Champions di Anfield, Rabu (08/05) dini hari WIB. Di laga ini Liverpool wajib menang 4-0.

The Reds menjawab tantangan itu dengan bermain spartan dan tak kenal lelah selama 90 menit. Alhasil mereka pun bisa menang 4-0.

Gol penentu alias gol keempat dicetak oleh Divock Origi pada menit ke-79. Ia mencetak gol itu dari umpan sepak pojok Trent Alexander-Arnold.

Gol ini sendiri tercipta dengan brilian. Trent menendang bola dari sepak pojok dengan cepat, saat para pemain Barca masih lengah dan belum mengambil posisi bertahan sama sekali.

1 dari 2

Konsentrasi


Capello memuji performa pasukan Jurgen Klopp di laga tersebut. Ia mengaku terkesan dengan kekuatan mental yang dimiliki oleh skuat Liverpool.

Selain itu ia juga menyebut Barca memiliki masalah konsentrasi. Hal tersebut terlihat pada terciptanya gol keempat dari Origi.

“Barcelona mendapati diri mereka tiga kali di depan Alisson, yang melakukan penyelamatan luar biasa, tetapi menunjukkan masalah konsentrasi seperti pada gol keempat," cetusnya pada Sky Sport Italia.

"Anda tidak bisa kebobolan gol keempat seperti itu. Ini adalah mahakarya tipu muslihat dan visi, tetapi mereka tidak dapat mengacaukan situasi seperti itu karena para pemain Liverpool berada pada level yang sangat tinggi sehingga mereka menghukum Anda," seru Capello.

2 dari 2

Rahasia Anfield


Sementara itu eks bek Milan, Alessandro Costacurta, mengaku terkesan dengan magis yang dimiliki oleh Stadion Anfield. Ia juga mengaku penasaran apa rahasia yang membuat para pemain Liverpool bisa tampil hebat saat bermain di kandang sendiri.

Ia lantas menyebut nama striker yang kerap jadi cadangan yakni Divock Origi. Striker asal Belgia itu jadi starter karena Mohamed Salah dan Roberto Firmino absen. Ia memanfaatkan momen itu dengan mencetak dua gol.

“Pasti ada sesuatu,” cetus Costacurta kepada Sky Sport Italia.

“Jelas bahwa comeback tidak hanya terjadi di sini, tetapi pasti ada sesuatu di tembok-tembok itu yang mengubah pemain tertentu," serunya.

"Saya mengacu pada Origi yang dikirim dengan status pinjaman ke Jerman musim lalu," tandasnya.