FOLLOW US:


Liverpool Juara Karena Belajar dari Masa Lalu

04-06-2019 13:00

 | Serafin Unus Pasi

Liverpool Juara Karena Belajar dari Masa Lalu
Jurgen Klopp mengangkat trofi juara Liga Champions 2018-19. © AP Photo

Bola.net - Penyerang Liverpool, Daniel Sturridge memberikan pandangannya terkait keberhasilan The Reds menjuarai Liga Champions musim ini. Sturridge menyebut bahwa timnya berhasil memenangkan trofi itu karena mereka belajar dari kesalahan mereka di masa lalu.

Pada tahun 2016 silam yang merupakan musim pertama Jurgen Klopp di Liverpool, The Reds menjalani dua Final. Mereka menghadapi Manchester City di Final Carabao Cup dan menghadapi Sevilla di Final Liga Europa, namun mereka tumbang di dua laga tersebut.

Tiga tahun berselang, Liverpool kembali bermain di partai final, yaitu Final Liga Champions. Kali ini The Reds berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-0.

Sturridge menyebut bahwa timnya bisa menjadi juara karena tahun ini mereka mempersiapkan diri dengan lebih baik. "Sebelumnya kami belum pernah mengadakan pertemuan khusus untuk membahas partai Final secara komprehensif," buka Sturridge kepada Sportsmole.

Baca pemaparan lengkap sang striker di bawah ini.

1 dari 2

Jadikan Pelajaran

Sturridge menyebut bahwa di masa lalu, timnya tidak pernah mempersiapkan dengan serius jelang partai final. Alhasil timnya gagal meraih trofi juara di masa lampau.

"Di masa lalu, sebelum Final Liga Europa [2016] saya rasa kami tidak mempersiapkan diri kami dengan sebaik mungkin."

"Musim lalu, kami juga mengatakan bahwa kami tidak mempersiapkan diri dengan baik di musim sebelumnya, dan kami akhirnya belajar dari pengalaman itu."

2 dari 2

Belajar dari Kesalahan

Sturridge percaya bahwa kegagalan Liverpool di beberapa partai final terdahulu merupakan sebuah anugrah bagi timnya, karena ia merasa kekalahan itu membuat timnya menjadi tahu apa yang harus mereka benahi.

"Ada perbedaan antara mengalami kekalahan dan juga mengalami kemenangan."

"Ketika anda menang, anda merasa bahagia dan tidak mempedulikan kesalahan-kesalahan yang anda buat. Sementara ketika anda kalah, anda akan merefleksikan kesalahan itu, dan mencari tahu apa yang keliru dari diri anda dan belajar dari hal tersebut." tandasnya.