FOLLOW US:


Malam Indah untuk Fernandinho: Pesta Ulang Tahun dan Final Liga Champions

05-05-2021 07:41

 | Asad Arifin

Malam Indah untuk Fernandinho: Pesta Ulang Tahun dan Final Liga Champions
Fernandinho melakukan duel dengan Neymar pada leg kedua semifinal Liga Champions 2020/2021 © AP Photo

Bola.net - Fernandinho mungkin menjadi orang paling bahagia di balik sukses Manchester City lolos ke final Liga Champions 2020/2021. Sebab, sukses ini bertepatan dengan momen ulang tahunnya ke-36.

Man City menjamu PSG pada leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (5/5/2021) dini hari WIB. Pada duel di Stadion Etihad itu, Man City menang dengan skor 2-0 lewat gol yang dicetak Riyad Mahrez.

Hasil ini membuat Man City lolos ke final. Man City menang 2-1 pada leg pertama yang digelar di Paris. Jadi, secara agregat, The Citizen menang 4-1 dari PSG. Man City ke final Liga Champions untuk pertama kalinya.

1 dari 2

Malam Spesial Bagi Fernandinho

Fernandinho tidak mendapatkan banyak sorotan layaknya Ruben Dias. Dia juga tidak mendapat pujian seperti Riyad Mahrez yang mencetak dua gol. Namun, Fernandinho punya peran yang krusial.

Fernandinho absen pada duel leg pertama di Paris. Pada laga leg kedua Pep Guardiola mempercayai Fernandinho bermain sejak menit awal. Pemain asal Brasil itu menggantikan peran Rodri di lini tengah.

Fernandinho bermain sangat stabil. Dia memenangkan banyak duel. Termasuk mengunci Neymar dan Angel Di Maria. Bahkan, Fernandinho mampu 'mengusir' Di Maria dengan sedikit provokasi yang dilakukannya.

Menariknya, laga melawan PSG bertepatan dengan perayaan ulang tahun Fernandinho yang ke-36. Sebuah momen spesial bagi sang pemain. "Pesta ulang tahun yang luar biasa bagi saya hari ini," ucap Fernandinho.

2 dari 2

Kurang Apresiasi

Mantan pemain Man City, Nedum Onuoha, menilai Fernandinho layak mendapat perhatian khusus dari fans Man City. Dia memang tidak mencetak gol atau assist, tapi perannya di lapangan sangat penting.

"Ini ulang tahunnya yang ke-36 dan cara dia bermain dalam permainan itu dia keterlaluan bagusnya," kata Onuoha.

"Di Maria tidak dikeluarkan dari lapangan jika ada orang lain yang melakukan tekel pada saat itu. Dia tahu bagaimana mendorong dan dia mengakhiri laga tanpa kartu kuning. Itulah tipe pemain yang ingin dimainkan semua tim, tetapi dia tidak mendapatkan cukup kredit yang cukup," kata Onuoha.

Sumber: BBC Sport