Mikel Arteta Bongkar Alasan Pilih Gabriel sebagai Penendang Penalti ke-5 Arsenal di Final Liga Champions: Dia yang Minta!

Mikel Arteta Bongkar Alasan Pilih Gabriel sebagai Penendang Penalti ke-5 Arsenal di Final Liga Champions: Dia yang Minta!
Gabriel Magalhaes menangis usai kekalahan Arsenal pada adu penalti final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Andreea Alexandru

Bola.net - Arsenal harus menelan pil pahit pada final Liga Champions 2025/2026. Bermain melawan PSG di Puskas Arena, Budapest, The Gunners gagal mengangkat trofi setelah kalah 3-4 pada babak adu penalti.

Pertandingan berlangsung sengit selama 120 menit dan berakhir dengan skor 1-1. Kedua tim saling menekan, tetapi tidak mampu mencetak gol tambahan hingga babak perpanjangan waktu berakhir.

Drama kemudian terjadi pada babak adu penalti. PSG tampil lebih tenang dalam mengeksekusi tendangan dari titik putih dan akhirnya keluar sebagai juara Eropa untuk musim kedua secara beruntun.

Di kubu Arsenal, Gabriel Magalhaes menjadi sosok yang paling terpukul. Bek asal Brasil itu gagal menjalankan tugas sebagai penendang kelima, kegagalan yang memastikan PSG meraih gelar Liga Champions.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Gabriel Mengambil Tanggung Jawab Besar di Momen Krusial

Gabriel Mengambil Tanggung Jawab Besar di Momen Krusial

Gabriel Magalhaes menangis di tengah kegembiraan fans PSG usai kekalahan Arsenal pada adu penalti final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Vadim Ghirda

Tekanan besar memang berada di pundak Gabriel saat melangkah menuju titik penalti. Arsenal sebenarnya sudah berada dalam posisi sulit setelah Eberechi Eze lebih dulu gagal menuntaskan tugasnya sebagai penendang ketiga.

Namun, situasi yang dihadapi Gabriel jauh lebih menentukan. Tendangannya menjadi kesempatan terakhir Arsenal untuk menjaga asa dalam adu penalti tersebut.

Bola yang melambung di atas mistar akhirnya mengakhiri perjuangan Arsenal. Para pemain PSG langsung merayakan keberhasilan mereka, sementara pemain Arsenal terjatuh dalam kekecewaan mendalam.

Gabriel pun terlihat sangat emosional setelah pertandingan berakhir. Rekan-rekan setimnya segera memberikan dukungan kepada sang bek yang sepanjang musim menjadi salah satu pemain paling konsisten di lini belakang Arsenal.

Arteta Beberkan Alasan di Balik Keputusan Penting

Arteta Beberkan Alasan di Balik Keputusan Penting

Mikel Arteta menghibur Eberechi Eze usai kegagalan di final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Petr Josek

Usai pertandingan, Mikel Arteta menjelaskan alasan di balik pemilihan Gabriel sebagai penendang kelima. Menurutnya, keputusan tersebut bukan diambil secara mendadak, melainkan berdasarkan persiapan yang sudah dilakukan sebelumnya.

Arteta mengungkapkan bahwa Gabriel sendiri menginginkan tanggung jawab tersebut. Sang pemain merasa siap menjadi eksekutor pada momen yang sangat menentukan.

"Dia ingin mengambil penalti kelima. Kami telah mempersiapkan dan berlatih untuk momen ini," kata Arteta dikutip dari BBC Sport.

"Biasanya penendang penalti tetap adalah Bukayo , Martin , Kai . Tapi kami tahu jika pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu dan adu penalti, penendang penalti akan berbeda," sambung Arteta.

Situasi Kontras PSG dan Arsenal

Situasi Kontras PSG dan Arsenal

Pemain PSG, Marquinhos, mengangkat trofi Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Andreea Alexandru

Gelar musim ini menjadi trofi Liga Champions kedua secara beruntun bagi PSG. Sebelumnya, pada musim 2024/2025, mereka meraih gelar pertama setelah menghancurkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di partai final.

Bagi Arsenal, hasil ini menjadi luka lama yang kembali terbuka. Setelah gagal pada final 2006 melawan Barcelona, The Gunners kembali harus menerima kenyataan pahit sebagai runner-up setelah begitu dekat dengan trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.