Momen Canggung Saat PSG Angkat Trofi Liga Champions, Presiden UEFA Nyaris Salah Serahkan Piala ke Dembele

Bola.net - PSG kembali menorehkan sejarah di pentas Eropa setelah sukses mempertahankan gelar Liga Champions musim 2025/2026. Namun, di tengah perayaan besar tersebut, sebuah insiden unik justru mencuri perhatian para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
PSG memastikan diri sebagai juara usai mengalahkan Arsenal lewat drama adu penalti dengan skor 4-3 setelah kedua tim bermain imbang hingga babak perpanjangan waktu. Kegagalan Gabriel mengeksekusi penalti menjadi penentu kemenangan wakil Prancis tersebut.
Keberhasilan ini membuat PSG menjadi tim kedua di era modern yang mampu menjuarai Liga Champions secara beruntun. Sebelumnya, pencapaian serupa pernah dilakukan Real Madrid yang meraih tiga gelar berturut-turut pada periode 2016 hingga 2018.
Setelah pertandingan berakhir, para pemain PSG satu per satu naik ke podium untuk menerima medali juara sebelum momen yang paling ditunggu, yakni pengangkatan trofi Liga Champions.
Namun, prosesi tersebut sempat diwarnai kesalahan yang cukup memalukan dari Presiden UEFA, Aleksander Ceferin.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Ceferin Hampir Berikan Trofi kepada Dembele
UEFA President Aleksander Ceferin almost forgot about Marquinhos 😂 pic.twitter.com/vq0Dbp1lvU
— Football on TNT Sports (@footballontnt) May 30, 2026
Saat para pemain PSG menerima medali, Ceferin terlihat memeluk Ousmane Dembele dan menyerahkan medali kepada penyerang asal Prancis tersebut. Setelah itu, ia bahkan mengisyaratkan agar Dembele segera menuju podium trofi.
Masalahnya, kapten PSG Marquinhos ternyata belum menerima medali dan masih menunggu giliran sebagai pemain terakhir yang naik ke panggung.
Menyadari kesalahan tersebut, Dembele langsung memberi tahu Ceferin bahwa sang kapten belum dipanggil. Situasi itu membuat Ceferin tampak terkejut dan segera berbalik menghampiri Marquinhos sambil mengangkat kedua tangannya sebagai tanda permintaan maaf.
Beruntung, kesalahan itu cepat diperbaiki. Ceferin kemudian memeluk Marquinhos, mengalungkan medali juara ke leher bek asal Brasil tersebut, sebelum akhirnya menyerahkan trofi Liga Champions untuk diangkat sebagai simbol keberhasilan PSG mempertahankan mahkota Eropa.
Reaksi Fans: Lucu Sekaligus Canggung

Momen tersebut langsung menjadi bahan perbincangan di media sosial. Banyak penggemar yang merasa terhibur melihat kebingungan Ceferin di atas podium.
Sejumlah komentar pun bermunculan. Ada yang bercanda bahwa Presiden UEFA benar-benar mengira Dembele adalah kapten PSG. Sementara yang lain menyebut insiden itu sebagai salah satu momen paling canggung dalam seremoni juara Liga Champions.
Di sisi lain, banyak pula yang memberikan pujian kepada Marquinhos karena tetap tenang dan profesional menghadapi situasi tersebut tanpa memperlihatkan rasa kesal.
Luis Enrique Akui Arsenal Memberikan Perlawanan Berat

Terlepas dari insiden lucu saat seremoni, PSG memang harus bekerja keras untuk mempertahankan gelarnya. Statistik menunjukkan Les Parisiens mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 75 persen dan melepaskan 21 tembakan.
Meski demikian, Arsenal mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang laga dan memaksa pertandingan berlanjut hingga adu penalti.
Pelatih PSG, Luis Enrique, mengakui bahwa final kali ini menjadi salah satu pertandingan tersulit yang mereka hadapi sepanjang musim.
Menurut Enrique, Arsenal tampil sangat baik dan berusaha membawa pertandingan ke situasi yang menguntungkan mereka. Karena itu, PSG harus berjuang keras untuk mengontrol permainan melalui penguasaan bola dan tekanan tinggi.
“Pertandingan yang sangat sulit. Selamat untuk Arsenal karena mereka memberikan perlawanan luar biasa. Mereka memainkan laga yang hebat dan mencoba membawa pertandingan ke fase yang menjadi kekuatan mereka,” ujar Enrique.
Pelatih asal Spanyol itu juga menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan gelar Liga Champions merupakan pencapaian luar biasa bagi timnya.
“Ini adalah momen terbaik musim ini. Kami masih menjadi juara dan berhasil melakukannya dua kali berturut-turut. Rasanya luar biasa,” tutup Enrique.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 1 Juni 2026 00:45Liverpool Resmi Lepas Ibrahima Konate Secara Gratis
BERITA LAINNYA
-
champions 31 Mei 2026 19:00Analisis Taktik: Kendali Permainan PSG, Pertahanan Sayap Arsenal
-
champions 31 Mei 2026 18:30Mengulas 3 Keputusan VAR di Final Liga Champions PSG vs Arsenal
-
champions 31 Mei 2026 18:08Odegaard Puji Sikap Marquinhos kepada Gabriel
-
champions 31 Mei 2026 17:54Mentalitas Dinasti PSG dan Target Hat-trick Juara Liga Champions
SOROT
-
Liputan6 1 Juni 2026 01:25Khvicha Kvaratskhelia Jadi Pemain Terbaik Liga Champions 2025/2026
-
Liputan6 31 Mei 2026 22:37PSG Memang Pantas Jadi Kampiun Liga Champions Dua Kali Beruntun
-
Liputan6 31 Mei 2026 22:35PSG Sejajar dengan Barcelona Soal Rekor Gol di Liga Champions
-
Liputan6 31 Mei 2026 19:46Hasil MotoGP Italia 2026: Marco Bezzecchi Juara di Kandang
HIGHLIGHT
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, A...
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Mus...
5 Pemain Top yang Tak Masuk Timnas Belanda untuk P...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...














:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568950/original/053357800_1777407647-khvicha-kvaratskhelia-psg-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7414691/original/084122600_1780192908-Arsenal_Gabriel_PSG-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7391798/original/039332700_1780171511-000_B4HP2EN__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7418501/original/032596300_1780196121-PSG.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5413857/original/015758700_1763204123-000_83XE8EZ.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5667573/original/047971000_1778380934-Francesco_Bagnaia.jpg)

