Real Madrid Menuju Musim Tanpa Trofi

Real Madrid Menuju Musim Tanpa Trofi
Vinicius Junior bereaksi setelah melewatkan peluang dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Real Madrid vs Bayern Munchen, 8 April 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Real Madrid berada di ambang musim tanpa trofi setelah tersingkir dari Liga Champions 2025-2026. Kekalahan ini mempersempit peluang mereka untuk mengakhiri musim dengan gelar.

Tim ibu kota Spanyol itu kalah 3-4 saat bertandang ke Bayern Munchen pada leg kedua perempat final. Hasil tersebut memastikan mereka tersingkir dengan agregat 4-6.

Pada leg pertama di Santiago Bernabeu, Madrid lebih dulu tumbang 1-2. Situasi ini membuat langkah mereka semakin berat sejak awal fase gugur.

Kegagalan di Liga Champions menjadi pukulan telak karena kompetisi itu merupakan peluang paling realistis bagi Madrid untuk meraih trofi musim ini. Kini, ancaman puasa gelar semakin nyata di depan mata.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Langkah di Eropa Terhenti

Langkah di Eropa Terhenti

Arda Guler dan pemain Real Madrid protes ke wasit Slavko Vincic di laga melawan Bayern Munchen di leg kedua perempat final Liga Champions, 16 April 2026. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Madrid tampil agresif dalam laga penentuan di Allianz Arena, tapi lini belakang mereka kesulitan meredam tekanan lawan. Empat gol yang bersarang menjadi bukti rapuhnya pertahanan dalam laga krusial.

Meskipun mampu mencetak tiga gol, efektivitas serangan tidak cukup untuk membalikkan keadaan. Bayern tampil lebih ganas dalam memanfaatkan peluang sepanjang pertandingan.

Kegagalan ini memperpanjang catatan kurang meyakinkan Madrid di kompetisi Eropa musim ini. Mereka tidak mampu menjaga konsistensi sejak fase gugur dimulai.

Harapan Tipis di La Liga

Harapan Tipis di La Liga

Pemain Real Madrid Rodrygo (kiri) berebut bola dengan pemain Barcelona Frenkie de Jong pada laga final Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana, Minggu, 11 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Di kompetisi domestik, Madrid juga menghadapi situasi yang tidak ideal. Mereka tertinggal sembilan poin dari Barcelona dengan hanya tujuh laga tersisa.

Selisih poin tersebut menjadi tantangan besar untuk dikejar dalam waktu singkat, apalagi Barcelona tampil stabil sepanjang musim ini.

Jika tidak ada perubahan signifikan, peluang Madrid untuk merebut gelar La Liga sangat kecil. Mereka kini bergantung pada hasil tim lain selain performa sendiri.

Musim Penuh Pergantian dan Kegagalan

Musim Penuh Pergantian dan Kegagalan

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa berbicara dengan Jude Bellingham saat laga leg kedua perempat final Liga Champions melawan Bayern Munchen, 16/4/2026) dini hari. (c) AP Photo/Lennart Preiss

Musim ini berjalan tidak stabil sejak awal bagi Madrid. Xabi Alonso memulai musim sebagai pelatih sebelum berpisah pada Januari.

Posisi pelatih kemudian diambil alih oleh Alvaro Arbeloa hingga akhir musim. Pergantian ini berdampak pada konsistensi performa tim di berbagai kompetisi.

Madrid lebih dulu tersingkir di Copa del Rey setelah kalah dari Albacete pada babak 16 besar. Hasil tersebut menambah daftar kegagalan di kompetisi domestik.

Di Supercopa de Espana, Madrid juga gagal meraih gelar setelah kalah 2-3 dari Barcelona di partai final. Kekalahan itu menegaskan dominasi rival mereka musim ini.

Dengan situasi saat ini, Madrid berpotensi mengakhiri musim tanpa trofi. Kondisi ini menjadi evaluasi besar bagi klub dalam menyusun ulang kekuatan untuk musim berikutnya.