Real Madrid vs Monaco, Mbappe: Terima Kasih Mantan, Tapi Madrid Wajib Menang!

Real Madrid vs Monaco, Mbappe: Terima Kasih Mantan, Tapi Madrid Wajib Menang!
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe saat konferensi pers sebelum laga melawan AS Monaco di Liga Champions. (c) dok.Real Madrid FC/Antonio Villalba

Bola.net - Laga emosional menanti Kylian Mbappe di Santiago Bernabeu. Bintang Real Madrid itu akan menghadapi klub yang membesarkan namanya, AS Monaco.

Duel lanjutan Liga Champions ini dijadwalkan kick-off pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. Bagi Mbappe, ini bukan sekadar reuni biasa.

Ada misi krusial yang diusung Los Blancos untuk mengamankan posisi di klasemen. Mereka wajib menang demi tiket otomatis ke babak delapan besar UCL.

Meski punya kenangan manis bersama sang mantan, Mbappe menegaskan profesionalitasnya. Ia menuntut Madrid tampil ganas sejak peluit pertama dibunyikan.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 4 halaman

Injak Gas Sejak Menit Awal

Mbappe tak ingin Madrid membuang waktu. Ia meminta rekan-rekannya untuk langsung menekan pertahanan lawan tanpa ampun.

Targetnya jelas: tiga poin penuh di kandang sendiri. Finis di delapan besar adalah harga mati agar terhindar dari babak play-off yang melelahkan.

"Kami harus bermain agresif sejak awal, mengejar mereka, dan kami ingin memenangkan pertandingan agar berada di delapan besar," tegas Mbappe.

Tuah Santiago Bernabeu diharapkan kembali bekerja. Magis stadion ini sering kali menjadi pembeda di malam-malam Eropa.

"Ini pertandingan penting melawan lawan yang tangguh dan kami bermain di kandang, di Bernabéu. Semua orang tahu malam Liga Champions di Bernabéu adalah keuntungan bagi kami," lanjutnya.

Pertandingan Selanjutnya
UEFA Champions League UEFA Champions League | 21 Januari 2026
Real Madrid Real Madrid
03:00 WIB
AS Monaco AS Monaco
2 dari 4 halaman

Waspada DNA Eropa Monaco

Meski diunggulkan, Mbappe enggan meremehkan mantannya. Ia sadar betul performa domestik Monaco sedang angin-anginan.

Namun, Liga Champions adalah panggung yang berbeda. Monaco dinilai punya mentalitas untuk menyulitkan tim raksasa manapun.

"Monaco sedang tidak dalam performa terbaiknya saat ini, tapi di Eropa, mereka tahu cara bertahan dan bersaing sebagai tim papan atas," analisis Mbappe.

3 dari 4 halaman

Utang Budi pada Sang Mantan

Di balik ambisi mengalahkan Monaco, terselip rasa hormat yang mendalam. Mbappe mengakui bahwa dirinya tak akan menjadi seperti sekarang tanpa tempaan klub Ligue 1 tersebut.

Ia mengenang masa-masa indahnya di sana sebagai periode formasi yang krusial. Monaco adalah tempat di mana mimpi besarnya bermula.

"Itu luar biasa. Saya bisa mewujudkan banyak impian saya. Tidak mungkin saya berada di sini jika bukan karena Monaco," kenang Mbappe penuh haru.

Sang striker merasa sangat beruntung pernah berseragam merah-putih Monaco.

"Jujur saja, itu sebuah keberuntungan bagi saya bisa berada di klub itu karena mereka memberi saya begitu banyak hal untuk membantu saya mencapai impian menjadi pemain profesional, dan saya tidak akan pernah melupakannya," imbuhnya.

4 dari 4 halaman

Pesan Duka untuk Cordoba

Sebelum membahas taktik dan reuni, Mbappe menunjukkan sisi humanisnya yang berkelas. Ia menyempatkan diri mengirim pesan duka cita atas insiden kecelakaan di Cordoba.

Baginya, ada hal-hal kemanusiaan yang nilainya jauh di atas rivalitas sepak bola.

"Saya ingin menyampaikan belasungkawa saya kepada semua korban kecelakaan di Cordoba. Saya telah melihat apa yang terjadi," ucap Mbappe dengan nada serius.

"Penting untuk memikirkan semua keluarga, ayah, ibu, dan saudara yang kehilangan orang yang dicintai. Kami memikirkan mereka, dan ingat bahwa ada beberapa hal yang jauh lebih penting daripada sepak bola," tutupnya.