10 Hal Menarik Dari Kemenangan Jerman Atas Belanda

10 Hal Menarik Dari Kemenangan Jerman Atas Belanda

Bola.net - - Oleh: Bayu Yulianto

Jerman
menang 2-1 atas tetangga dan rival beratnya, yang oleh banyak orang disebut sebagai pertandingan paling dinanti di Euro 2012 ini.

Dua gol dari Mario Gomez hampir dipastikan akan meloloskan Jerman ke babak selanjutnya. Sementara tendangan Robie van Persie di sisa 17 menit terakhir tak cukup untuk menyelamatkan De Oranje dari kekalahan.

Belanda mau tidak mau harus bisa mengalahkan Portugal dengan dua gol tanpa balas dan berharap Jerman akan mengalahkan Denmark pada matchday terakhir Grup B untuk bisa lolos ke babak selanjutnya. Sedangkan Jerman memiliki pekerjaan lebih mudah setelah kemenangan tadi, The Panzer minimal hanya butuh membukukan hasil seri untuk lolos ke perempat final.

Berikut adalah 10 hal menarik yang bisa kita petik dari pertandingan Fussball melawan Voetbal.

1. Ini Baru Super Mario

Empat tahun lalu, Mario Gomez menjadi bahan tertawaan seluruh benua Eropa karena penampilan konyolnya di depan gawang lawan saat membela Jerman di Euro 2008. Dalam turnamen yang diselenggarakan Austria dan Swiss tersebut, Gomez gagal mencetak gol sama sekali.

Dua penyelesaian akhir yang sempurna saat melawan Belanda tadi malam membuat catatan tersendiri, tiga gol tercipta hanya dari empat shots-on target selama turnamen ini. Sejak awal musim 2011-2012, ia telah membukukan total 44 gol dalam 52 pertandingan untuk klub dan negara.

Wajar bila kita mengatakan bahwa Gomez telah dibebaskan dari kutukan sepakbola internasional. Mungkin sebaiknya Balotelli harus merelakan julukan Super Mario kepadanya.

2. Euro 2012 Datang Terlalu Awal Untuk Afellay

Ibrahim Afellay tiba di Barcelona pada Januari 2011 dan digadang-gadang sebagai pemain yang sangat berbakat yang siap melangkah ke level selanjutnya setelah bermain gemilang bersama PSV Eindhoven.

Setelah seringkali tampil untuk raksasa Spanyol pada musim panas, Afellay seperti dipaksa meredupkan performanya karena cedera lutut yang dialami pada September tahun lalu.

Di akhir musim, Afellay hanya bermain 91 menit untuk Barca sebelum bergabung dengan skuad Belanda, dan dua laga persahabatan pra-turnamen jelas tidak cukup membawa performa terbaiknya kembali untuk menghadapi kejuaraan ini.

3. Skuad Belanda Terlalu Banyak Masalah

Pepatah bahwa skuad Belanda tidak pernah harmonis tampaknya terbukti pada Euro 2012 ini. Eurosport melaporkan bahwa duo striker Huntelaar dan van Persie lebih sering bertengkar, sementara Rafael van der Vaart kecewa karena lebih sering duduk di bangku cadangan.

Puncaknya, kemarahan Arjen Robben saat diganti oleh Dirk Kuyt saat melawan Jerman dan meninggalkan lapangan melalui sisi lainnya menuju ke ruang ganti.

Jika Belanda benar-benar ingin lolos ke babak selanjutnya, sang manajer, Bert van Marwijk, perlu menyuntikkan motivasi dan semangat kepada anak buahnya.

4. Bayern Munich Mungkin Bisa Juara Liga Champions Tahun Depan

Diantara 11 pemain inti Jerman melawan Belanda, tujuh di antaranya pemain Bayern Munich. Manuel Neuer, Jerome Boateng, Holger Badstuber, Philipp Lahm, Bastian Schweinsteiger, Thomas Mueller dan Mario Gomez. Tidak termasuk Toni Kroos yang dicadangkan.

Setelah kekecewaan karena kalah di final Liga Champions sebulan lalu, akan menjadi obat tersendiri bagi para pemain Bayern bila tahun ini bisa mengangkat satu gelar Eropa.

Hal ini berbeda dengan Belanda yang pada dini hari tadi, skuadnya terdiri dari para pemain yang semuanya beda klub. Hal yang tidak bisa disalahkan, namun bisa dijadikan alasan mengapa Jerman menjadi satu unit yang solid sedangkan Belanda seperti di ambang kehancuran.

5. Laga Belanda-Jerman Tetap Menjadi Rivalitas Klasik

Bukan hanya karena kedekatan dan sejarah yang membuat persaingan hebat antara Belanda dan Jerman. Pertandingan kedua tim pada sebuah turnamen selalu ditunggu karena menghibur.

Dalam delapan pertemuan mereka di turnamen besar (tiga Piala Dunia, termasuk final tahun 1974, dan lima di Euro) memperlihatkan skor kedua tim imbang. Kemenangan Jerman di Kharkiv menjadikan persaingan mereka di ajang Euro masing-masing menjadi dua menang dan sekali seri.

Namun, Jerman lebih memimpin head-to-head sepanjang masa dengan 15 kemenangan, 10 untuk Belanda dan 14 kali berakhir imbang.

6. Mesut Ozil, Calon Pemenang Ballon D'Orr

Mesut Ozil menunjukkan kapasitasnya pada pertandingan melawan Belanda. Pemain Real Madrid ini selalu menyenangkan untuk ditonton di setiap laga.

Permainan Ozil mengalir dengan indah. Sering lepas dari penjaggaan dan memberi umpan-umpan terukur yang sempurna. Ia melakukannya seolah-olah permainan skill tinggi tersebut sangat mudah untuk dilakukan (olehnya).

Performanya mengingatkan kita pada Kaka, mantan pemain terbaik dunia yang ia gusur perannya di Real Madrid. Jika ia bisa menyamakan golnya dengan banyaknya assist yang ia lakukan - musim lalu membantu terciptanya 17 gol Real Madrid - maka dia akan segera meraih Ballon D'Orr dalam waktu yang sangat dekat.

7. Belanda Mungkin Tersingkir Secara Tragis

Tidak banyak yang memprediksi Belanda menjadi juru kunci Grup B menjelang pertandingan fase grup yang terakhir. Undian menempatkan Belanda ke dalam grup maut bersama Jerman, Portugal dan Denmark. Ironisnya, Belanda-lah yang menjadikan banyak orang menyebut Grup B sebagai Grup Neraka.'

Finalis Piala Dunia 2010 dan berada di peringkat ketiga FIFA, pemain seperti van Persie, Sneijder, dan lain-lainnya menjadikan mereka sebagai tim unggulan, bukan kuda hitam, sebelum turnamen dimulai, apalagi lawan pertama mereka adalah Denmark.

Setelah kekalahan atas Denmark dan Jerman, harapan Belanda untuk lolos ke babak selanjutnya adalah dengan mengalahkan Portugal, negara yang hanya sekali mengalahkan mereka dalam 10 pertemuan terakhir.

8. Belanda Tetap Percaya Pada Van Persie

Banyak cibiran ditujukan kepada Robin van Persie menyusul kekalahan atas Denmark. Top skor Liga Inggris itu seperti mengalami hari terburuk di depan para pendukungnya.

Spekulasi bahwa van Persie akan digantikan oleh pencetak gol terbanyak Bundesliga, Klaas-Jan Huntelaar, beredar luas.

Namun, adalah bijaksana bila Bert van Marwijk memilih van Persie sebagai striker utama walaupun ia bermain tidak seperti yang diharapkan saat melawan Denmark. Meskipun ia tidak on-fire saat melawan Jerman, kapten Arsenal ini berhasil menunjukkan bahwa ia masih mampu dengan mencetak gol pertama Belanda di turnamen ini.

Pertanyaannya sekarang adalah, haruskah Huntelaar menjadi duet van Persie? atau tetap di bangku cadangan?

9. Jerman Melupakan Talenta-talenta Muda

Mario Goetze adalah salah satu pemain muda yang paling dibicarakan di Eropa setelah membantu Borrusia Dortmund meraih gelar Bundesliga 2010-2011.

Musim lalu, Goetze kurang berkiprah karena didera cedera dan topik pembicaraan beralih kepada sosok Marco Reus, gelandang muda yang mencuri perhatian publik setelah penampilan mengesankannya bersama Borrusia Moenchengladbach.

Keduanya sekarang satu tim di Dortmund, dan mereka punya banyak waktu untuk mengenal satu sama lain sebelum memasuki musim depan karena keduanya hanya duduk di bangku cadangan Jerman.

Joachim Loew mungkin saja telah menyia-nyiakan dua bakat hebat ini.

10. Euro 2012 Adalah Turnamen Klasik

Pertandingan Belanda-Jerman menandakan titik tengah dari babak penyisihan grup Euro 2012, dan menjadikan turnamen ini mengesankan.

Di pertandingan grup B kemarin saja kita telah disuguhi delapan gol, di antaranya adalah upaya keras dari Helder Postiga, Silvestre Varela, Mario Gomez dan Robin van Persie.

Setelah Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan yang terkesan membosankan, turnamen Euro sejauh ini seperti menghilangkan dahaga kita akan sepakbola yang indah.

Peristiwa-peristiwa di luar lapangan dan di tribun mungkin saja kurang menyenangkan untuk dibahas, tapi setidaknya, di dalam lapangan, para pemain menyuguhkan aksi-aksi yang hebat.

Berita Terkait