10 Pemain Yang Gagal Bersinar Bersama Jose Mourinho

10 Pemain Yang Gagal Bersinar Bersama Jose Mourinho
Jose Mourinho (c) AFP

Bola.net - Bola.net - Jose Mourinho dikenal sebagai pelatih juara. Manajer Manchester United itu selalu berhasil memberikan prestasi kepada tim yang ditanganinya.

Selain itu Mourinho juga dikenal sangat piawai mengeluarkan kemampuan terbaik anak buahnya. Deco, John Terry dan Frank Lampard adalah sebagian kecil pemain yang menjadi kelas dunia di bawah asuhan pria Portugal tersebut.

Meskipun begitu, tidak semua pemain mampu bersinar ketika dilatih Mourinho. Biasanya, para pemain ini kurang mendapat kepercayaan dari Mourinho.

Berikut 10 pemain bintang yang gagal bersinar kala dilatih Jose Mourinho seperti dilansir Squawka.

Kevin De Bruyne

Kevin De Bruyne

Kevin De Bruyne mungkin adalah salah satu contoh pemain yang tidak berjodoh dengan Jose Mourinho. Bahkan sang pemain justru mampu bersinar setelah tak lagi ditangani pria Portugal tersebut.

De Bruyne awalnya mendapat kepercayaan dari Mourinho. Ia menjadi starter dalam pertandingan pertama Mourinho setelah kembali ke Stamford Bridge dan Bermain tiga kali dari lima pertandingan pembukaan Chelsea sebelum menghilang dari skuat utama.

Isu mengenai keretakan antara De Bruyne dan Mourinho kemudian dengan cepat muncul dan ia dilepas ke Werder Bremen dengan status pinjaman pada bulan Januari 2014 sebelum menandatangani kontrak permanen dengan Wolfsburg pada musim panas berikutnya.

Romelu Lukaku

Romelu Lukaku

Secara teori, Romelu Lukaku seharusnya bisa jadi striker yang sempurna bagi Jose Mourinho pada periode keduanya di Chelsea.

Mampu mengalahkan defender lawan dengan kombinasi kecepatan dan kekuatannya, Lukaku sudah sejak lama dianggap sebagai penerus Didier Drogba di Stamford Bridge.

Namun, Lukaku hanya bermain 122 menit di bawah Mourinho dan kehilangan tempatnya setelah gagal mengeksekusi penalti saat kalah dalam ajang Piala Super Eropa melawan Bayern Munchen.

Nuri Sahin

Nuri Sahin

Setelah menyabet penghargaan pemain terbaik Bundesliga usai mengantarkan Borussia Dortmund memenangkan gelar liga pada 2010-11, Nuri Sahin mendapat kesempatan untuk pindah ke Real Madrid.

Ekspektasi kepada pemain Turki itu sangat besar dan ia diharapkan bisa menjadi pemain penting di Bernabeu. Namun, pada kenyataanya karir Sahin tidak sukses karena cedera dan jarang mendapat kesempatan.

Ia kemudian dipinjamkan ke Liverpool setelah satu tahun di klub sebelum kembali ke Dortmund di mana ia mampu mengembalikan karirnya sebagai pemain penting di tim Jerman tersebut.

Mohamed Salah

Mohamed Salah

Jose Mourinho merekrut Mohamed Salah dari FC Basel pada pertengahan musim pertamanya setelah kembali ke Chelsea untuk menambah serangan lini depannya.

Pemain asal Mesir tersebut awalnya tampil menjanjikan di Premier League tapi selanjutnya gagal meyakinkan Mourinho untuk menjadi pilihan jangka panjangnya.

Torehan 43 gol dan 28 assist dalam 109 pertandingan untuk Fiorentina dan Roma setelah meninggalkan Stamford Bridge ternyata menunjukkan bahwa Mourinho terlalu terburu-buru melepasnya.

Filipe Luis

Filipe Luis

Pada 2014, Mourinho tampaknya berniat menggembosi Atletico Madrid yang baru memenangkan La Liga dan mencapai final Liga Champions. Ia memulangkan Thibaut Courtois dari masa pinjaman dan merekrut Diego Costa dan Filipe Luis.

Courtois dan Costa langsung menjadi pemain kunci Chelsea di musim berikutnya tapi hal itu tidak terjadi dengan Luis yang kalah dari Cesar Azpilicueta.

Luis kembali ke Madrid setelah hanya satu tahun di London Barat dan kini sudah memulihkan reputasinya sebagai salah satu bek kiri terbaik di dunia sepakbola.

Ezequiel Garay

Ezequiel Garay

Mourinho sering dianggap terlalu cepat menjual pemain berbakatnya. Salah satunya adalah Ezequiel Garay.

Garay sempat merasakan kepemimpinan Mourinho di Real Madrid tapi gagal menampilkan permainan terbaiknya. Ia pun akhirnya hengkang ke Benfica pada 2011.

Garay memainkan peran penting dalam mengantarkan Benfica kembali tampil dominan di Portugal dan menjadi starter untuk Argentina di final Piala Dunia tiga tahun setelah dijual Mourinho.

Ricardo Quaresma

Ricardo Quaresma

Setelah bergabung dengan Inter Milan pada tahun 2008, Mourinho tak banyak mendatangkan pemain dan Ricardo Quaresma adalah pembelian termahal mereka kala itu.

Quaresma sudah melupakan musim buruknya di Barcelona dan menjadi pemain terbaik di Portugal bersama Porto antara 2004 sampai 2008 tapi ia juga gagal menampilkan permainan terbaiknya di Italia.

Ia tidak terlihat saat Inter memenangkan treble pada tahun 2010 dan meskipun karirnya di klub cukup beragam, Quaresma cukup berpengaruh saat Portugal memenangkan Euro 2016.

Juan Cuadrado

Juan Cuadrado

Direkrut setelah tampil cemerlang untuk Kolombia di Piala Dunia 2014, Juan Cuadrado tampak seperti pembelian tengah musim yang tepat untuk Chelsea.

Cuadrado ternyata jarang dimainkan meski The Blues mampu memenangkan liga dan ia kemudian dipinjamkan ke Juventus setelah beberapa bulan datang ke Inggris.

Cuadrado kini sudah membantu Juventus meraih gelar ganda dalam dua musim di Turin dan sempat tampil di final Liga Champions melawan Real Madrid.

David Luiz

David Luiz

Jose Mourinho sepertinya tidak terlalu yakin dengan kemampuan bertahan David Luiz sehingga ia sering dimainkan sebagai geladang bertahan saat keduanya bekerja sama selama satu musim.

Mourinho dianggap jenius karena mampu menjual Luiz dengan biaya 50 juta pounds ke PSG sebelum menjadi kapten Brasil saat kalah 7-1 melawan Jerman di Piala Dunia.

Namun, Luiz ternyata mampu bangkit dari mimpi buruk tersebut dengan memenangkan banyak trofi di Paris sebelum menjadi pemain kunci Antonio Conte di Chelsea saat menjuarai Premier League.

Andre Schurrle

Andre Schurrle

Beberapa bulan setelah memenangkan Piala Dunia, Andre Schurrle hanya menjadi pemain pengganti di Stamford Bridge.

Menjelang musim 2014-15, Schurrle memutuskan hubungannya dengan Chelsea untuk kembali ke Jerman dengan bergabung Wolfsburg dan membantu klub memenangkan trofi DFB Pokal.

Penampilan solid selama 18 bulan bersama Wolfsburg membuat Schurrle mendapat kesempatan pindah ke Borussia Dortmund pada musim panas lalu namun sampai sejauh ini ia kesulitan menampilkan permainan terbaiknya di sana.