
Bola.net - Ole Gunnar Solskjaer ditunjuk menjadi manajer interim Manchester United setelah Jose Mourinho dipecat. Setelah memenangkan 14 dari 18 pertandingan pertamanya, Solskjaer kemudian diangkat sebagai manajer permanen pada bulan Maret.
Namun, nasib manajer asal Norwegia itu sekarang sudah berubah drastis. Setan Merah sekarang kesulitan setelah hanya memenangkan empat dari 17 pertandingan terakhirnya.
United sudah mencatatkan start terburuk mereka dalam 30 tahun terakhir. Mereka hanya menang dua kali dari delapan pertandingan pertama mereka di Premier League.
Alhasil, Setan Merah saat ini duduk di urutan ke-12 di klasemen sementara Premier League. Mereka bahkan terpaut dua poin di belakang zona degradasi.
Performa Marcus Rashford di lapangan sangat mengerikan. Sebagian penggemar sudah tidak menginginkan Solskjaer di Old Trafford.
Manajemen Setan Merah masih memberikan dukungan penuh kepada Solskjaer. Namun, jika hasilnya tidak membaik dalam waktu dekat, Solskjaer mungkin akan bernasib seperti Mourinho.
Konon, memecat Solskjaer tidak akan menyelesaikan masalah Manchester United. Berikut ini tiga alasan mengapa United harus tetap bertahan dengan Solskjaer seperti dilansir Sportskeeda.
Bisa Terapkan Gaya Permainan Seperti Era Ferguson

Manchester United memainkan sepakbola terbaik mereka selama beberapa tahun terakhir ketika Solskjaer pertama kali diangkat sebagai manajer sementara di Old Trafford. Manajer Norwegia itu mengubah gaya permainan yang digunakan oleh Jose Mourinho dan menerapkan sistem tekanan tinggi, yang memungkinkan mereka bermain lebih banyak di sepertiga akhir.
Sementara Solskjaer benar-benar mengerahkan timnya untuk bermain dalam serangan balik melawan 6 tim teratas dalam laga tandang, ia menempatkan penekanan besar pada penguasaan bola dan memainkan sepakbola yang menarik di Old Trafford. Banyak yang mengatakan bahwa Setan Merah bermain seperti dulu di bawah Sir Alex Ferguson.
Satu-satunya perbedaan antara dulu dan sekarang adalah bahwa ia memiliki pemain yang memiliki kualitas untuk menerapkan gaya permainannya di lapangan dengan sempurna. Setelah menjual beberapa pemain tersebut di musim panas ditambah dengan cedera beberapa pemain kunci, Solskjaer terpaksa memainkan pemain pelapis sehingga mempengaruhi performa di lapangan.
Begitu Solskjaer mendapatkan skuat yang diinginkannya, publik Old Trafford kemungkinan akan menyaksikan kembali meyaksikan gaya permainan yang membuat mereka bergairah selama masa kepemimpinan manajer Norwegia itu.
Pemain Rekrutannya Bersinar

Ketika Solskjaer masuk, hal pertama yang dia lakukan adalah mengubah kebijakan rekrutmen dari memikat pemain bintang menjadi mendatangkan pemain muda dan berbakat. Mereka merekrut Aaron Wan-Bissaka, Harry Maguire dan Daniel James selama musim panas, dan ketiganya sudah membuat dampak besar sejak bergabung dengan klub.
Selain itu, Solskjaer menyingkirkan semua pemain yang kinerjanya buruk, yang diperlukan untuk membersihkan ruang ganti. Sejauh ini, ini merupakan bursa transfer terbaik United selama bertahun-tahun. Namun, manajer Norwegia itu masih menyisakan pemain yang buruk sehingga berdampak pada penampilan di lapangan.
Rekrutan Solskjaer sudah menjadi bintang sejauh ini dan jika diberikan beberapa bursa transfer lagi, dia bisa membangun pasukan muda yang memainkan sepakbola yang menarik dan mampu bersaing dalam perebutan gelar juara.
Pecat Solskjaer Akan Membangun Skuat dari Awal Lagi

Manchester United sudah melakukan sejumlah pergantian manajer sejak kepergian Sir Alex Ferguson pada 2013. Sejak Mereka sudah menunjuk empat manajer berbeda dengan filosofi yang sangat berbeda. Namun, tak satupun dari mereka diberi waktu dan dukungan untuk membangun skuat yang bisa menantang gelar juara.
Ketika Louis van Gaal ditunjuk, ia menjual sebagian besar pemain berpengalaman dan mencoba membangun pasukan muda dari awal. Namun, dia dipecat sebelum menyelesaikan rencananya meskipun mengangkat Piala FA.
Selanjutnya datang Jose Mourinho, yang membongkar skuad yang disusun oleh Van Gaal untuk mendatangkan pemain yang sesuai dengan filosofinya.
Sekarang Solskjaer yang bertanggung jawab dan dia membentuk skuat yang sesuai dengan gaya permainannya. Ia juga membuang sebagian besar pemain yang biasanya tampil secara teratur di bawah manajer Portugal. Jika Solskjaer dipecat sekarang, manajer berikutnya yang datang akan melakukan hal yang sama dengan pemain tertentu dan lingkaran setan ini akan terus berlanjut.
Petinggi Manchester United tidak boleh mengulangi kesalahan yang mereka buat dengan manajer lainnya. Mereka perlu memberi Solskjaer waktu untuk benar-benar membangun skuat yang mampu menerapkan gaya permainannya di lapangan.
Sumber: Sportskeeda
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 11 September 2026 20:09Prediksi Sunderland vs Arsenal 13 September 2026
-
Liga Inggris 11 September 2026 16:34Prediksi Liverpool vs Fulham 12 September 2026
-
Liga Inggris 11 September 2026 15:39Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 12-15 September 2026
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 11 September 2026 23:51Beckham Putra Ingin Berselebrasi di Stadion Gelora Bung Karno
-
Liga Spanyol 11 September 2026 23:11Barcelona Belum Siapkan Laga Penghormatan untuk Lionel Messi, Hubungan Masih Retak
-
Bola Indonesia 11 September 2026 22:36Baru Pekan ke-2, Bek Asing Bali United Cedera Parah dan Absen Hingga Akhir Musim
-
Bola Indonesia 11 September 2026 21:50Janji Shin Tae-yong: Persija Dapat 3 Poin Lawan Persib
-
Bola Indonesia 11 September 2026 21:14Hasil BRI Super League: Duel Dewa United vs Bhayangkara Berakhir Imbang 2-2
-
Liga Spanyol 11 September 2026 21:10Prediksi Madrid vs Rayo 13 September 2026
BERITA LAINNYA
-
editorial 8 September 2026 20:58Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
-
editorial 27 Agustus 2026 14:00Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
-
editorial 26 Agustus 2026 12:065 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
-
editorial 25 Agustus 2026 11:334 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
-
editorial 12 Agustus 2026 12:515 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
SOROT
-
Liputan6 12 September 2026 00:58Nyala Lilin dan Harapan untuk 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
-
Liputan6 12 September 2026 00:52Makam Warga Jadi Rawa Limbah, Akses TPA Cikundul Diblokir
-
Liputan6 12 September 2026 00:40Mobil Mahasiswa Ditinggal Beli Jus Dibobol, Barang Rp 11 Juta Raib
-
Liputan6 12 September 2026 00:33Sempat Digeruduk Massa, Pengasuh Pesantren di Pati Ditahan Polisi
-
Liputan6 12 September 2026 00:12Jejak Pengabdian Wili di Papua Berakhir di Peluru KKB
-
Liputan6 11 September 2026 23:48Usai Santap MBG, Siswa Lombok Tengah Alami Sesak hingga Pingsan
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346490/original/051079400_1789149545-455247.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346483/original/048811000_1789149137-454956.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346480/original/072821100_1789148478-454531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346478/original/048827500_1789148029-IMG-20260911-WA0056.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346470/original/069212400_1789146731-426384.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346468/original/098986900_1789145333-Screenshot_2026-09-11_234527.jpg)
