7 Pelatih Terbaik Real Madrid Sepanjang Masa

7 Pelatih Terbaik Real Madrid Sepanjang Masa
Carlo Ancelotti - Zinedine Zidane (c) FIFA/Real Madrid

Bola.net - Bola.net - Real Madrid punya reputasi sering melakukan bongkar pasang pelatih. Selama berjalan 114 tahun, raksasa La Liga telah merekrut 38 pelatih dan Arthur Johnson adalah pelatih pertama yang ditunjuk Los Blancos pada tahun 1910. Sejak saat itu, klub mampu menorehkan sejarah dengan menjadi salah satu klub sepakbola paling sukses sepanjang masa.

Madrid dikenal memiliki sejumlah bintang kelas dunia di dalam skuatnya seperti Cristiano Ronaldo, Alfredo di Stefano, Ferenc Puskas, dll. Namun, mereka juga tidak akan mungkin bisa menang 32 gelar La Liga, 19 trofi Copa del Rey dan rekor 11 trofi Piala Eropa / Liga Champions tanpa ditangani oleh pelatih yang luar biasa

Berikut adalah 7 pelatih terbaik Real Madrid sepanjang masa.

Zinedine Zidane

Zinedine Zidane

Mungkin masih banyak yang meragukan Zinedine Zidane karena masih belum cukup lama menangani Real Madrid. Meskipun begitu, pria asal Prancis itu sudah mampu menorehkan prestasi yang luar biasa selama periode singkat memimpin Los Blancos.

Zidane menjadi berita utama setelah ditunjuk menggantikan Rafael Benitez pada bulan Januari 2016. Ia mewarisi skuat yang berantakan tapi dalam waktu lima bulan mampu mengantar mereka mengangkat trofi Liga Champions.

Zidane tercatat sebagai pelatih kedua tersukses dalam sejarah Real Madrid dalam hal persentase kemenangan, dengan  72,13% masih kalah dari Carlo Ancelotti sebesar 74,79%. Zidane juga menorehkan rekor tidak terkalahkan selama 40 pertandingan beruntun di semua ajang kompetisi, rekor terbaik di sepakbola Spanyol.

Jose Mourinho

Jose Mourinho

Mourinho mungkin lebih sering diingat karena kegagalannya menghadirkan La Decima ketimbang kesuksesannya di Real Madrid.  Meskipun begitu, pria Portugal itu punya persentase kemenangan terbaik ketiga di klub dengan memenangkan 71.91% dari 178 pertandingan selama menangani klub.

Meski punya reputasinya sebagai pelatih defensif, Real Madrid secara mengejutkan ternyata mampu mencetak 475 gol - hanya kalah dari era Miguel Munoz. Mourinho mengakhiri karirnya di Madrid setelah memenangkan satu La Liga, Copa del Rey dan Piala Super Spanyol.

Mourinho juga punya noda selama di Santiago Bernabeu setelah berseteru dengan ikon klub seperti Sergio Ramos dan Iker Casillas. Selain itu, Mourinho juga pernah menelan kekalahan memalukan 0-5 melawan Barcelona dalam laga El Clasico pertamanya. Di luar itu semua, Mourinho masih tercatat sebagai salah satu pelatih terbaik Real Madrid.

Luis Carniglia

Luis Carniglia

Pria Argentina mengambil alih Real Madrid pada bulan Juni 1957. Saat itu tim bermaterikan pemain hebat seperti pemenang Ballon d'Or Alfredo di Stefano, Raymond Kopa dan Gento. Carniglia pun akhirnya sukses memenangkan La Liga dan Piala Eropa di musim pernah pertamanya.

Carniglia mampu membawa Madrid memenangkan Piala Eropa kedua di tahun berikutnya setelah menang 2-0 atas Reims. Namun, ia justru dipecat hanya karena tidak memainkan pemain ikon Madrid ketika itu, Ferenc Puskas. Selama menukangi Madrid, Carniglia mampu mempersembahkan satu gelar La Liga dan dua trofi Eropa.

Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti hanya bertugas dua musim di Real Madrid, tapi pelatih Italia itu memberikan dampak yang besar di klub. Carletto mewarisi skuat dari Jose Mourinho dan di bawah tangan dinginnya berhasil disulap menjadi tim juara.

Ancelotti mendapat kado yang istimewa di Santiago Bernabeu dengan kedatangan pemain termahal dunia kala itu Gareth Bale. Ia pun berhasil menuntaskan rasa penasaran akan La Decima setelah mengalahkan Atletico Madrid di final Liga Champions 2014.

Tim asuhan Ancelotti berhasil mencetak rekor 22 kemenangan beruntun dan persentase kemenangan sebesar 74,79%, catatan terbaik di antara pelatih Real Madrid lainnya. Namun, tidak ada gelar pada akhir musim 2014/15 membuatnya harus angkat kaki dari Madrid.

Jose Villalonga

Jose Villalonga

Villalonga adalah pelatih yang memulai era dominasi Real Madrid di pentas Eropa. Ia ditunjuk sebagai pelatih Madrid pada pertengahan musim 1954-1955 dan memimpin tim yang bermaterikan superstar seperti Alfredo Di Stefano, Francisco Gento, Miguel Munoz, Hector Rial dan juga Raymond Kopa.

Pada musim pertamanya, Villalonga berhasil meraih kesuksesan dengan memenangkan dua gelar La Liga dan Copa Latino pada tahun 1956 sehingga ia tercatat sebagai pelatih pertama dan termuda yang memenangkan Piala Eropa.

Musim terakhir Villalonga di Madrid adalah musim tersuksesnya. Ia mampu mengatarkan Madrid meraih treble dengan memenangkan La Liga, Copa Latina dan Piala Eropa. Villalonga meninggalkan klub pada musim panas meski punya persentase kemenangan sebesar 62,86% selama dua setengah musim.

Vicente del Bosque

Vicente del Bosque

Del Bosque adalah salah satu pelatih yang cukup sukses setelah memenangkan Piala Dunia, Euro, Piala Interkontinental dan Liga Champions. Ia memenangkan trofi terakhir bersama Real Madrid.

Real Madrid baru saja mengakhiri penantian 32 tahun akan gelar Eropa pada tahun 1998 tetapi mereka kesulitan meniru kesuksesan tahun 1950-an dan 1960-an. Maka masuklah Del Bosque.

2 Liga Champions (2000 dan 2002), 2 La Liga (2001 dan 2003), satu Piala Super Spanyol dan Piala Intercontinental adalah prestasi yang berhasil diberikan Del Bosque selama di Santiago Bernabeu. Namun, Florentino Perez tetaplah Florentino Perez, dan hanya sehari setelah Real Madrid memenangkan gelar La Liga 2003, Del Bosque justru dipecat.

Keputusan tersebut terbukti menjadi kesalahan terbesar yang pernah dibuat oleh klub mengingat mereka menjalani empat musim berikutnya tanpa berhasil memenangkan trofi major.

Miguel Munoz

Miguel Munoz

Pria Spanyol ini sudah menjadi legenda Real Madrid bahkan sebelum diangkat menjadi pelatih. Sebagai pemain, ia memenangkan 4 gelar La Liga, 3 Piala Eropa dan 2 trofi Copa Latina.

Setelah ditunjuk menjadi pelatih Madrid, ia mampu mengantarkan klub mengalahkan Eintracht Frankfurt 7-3 di dinal Piala Eropa 1960. Ini adalah awal kesuksesan bagi Real Madrid, yang kemudian memenangkan La Liga musim secara beruntun, dari 1960-1961 sampai 1964-1965. Munoz berhasil memadukan pemain tua seperti Puskas yang berusia 40 tahun dengan Pirri, Gento dan Amancio sehingga mengangkat Piala Eropa kedua pada tahun 1966.

Selama 5078 hari bertugas di Real Madrid, Munoz memimpin 604 pertandingan, memenangkan 357 pertandingan dengan persentase kemenangan 59,10%. 1225 gol berhasil dicetak oleh tim asuhan Munoz ditambah 9 gelar La Liga, 2 trofi Copa del Rey, 1 Piala Interkontinental dan 2 Piala Eropa.