
Bola.net - Bola.net - Soccer City, Johannesburg, Afrika Selatan, 11 Juli 2010. Pertandingan final Piala Dunia yang disaksikan 84.490 penonton itu tak menyajikan gol selama waktu normal. Extra time pun digelar, tapi kebuntuan tak kunjung pecah.
Empat menit lagi, adu penalti tak terhindarkan. Wasit Howard Webb sudah mulai melihat jam tangannya.
Kemudian, datanglah operan itu, dari Cesc Fabregas. Di ujung operan tersebut adalah Andres Iniesta. Dia onside. Tembakan penyelesaian dilepaskannya menyilang dari sisi kanan ke tiang jauh Belanda yang dijaga Maarten Stekelenburg.
Bola menggetarkan jala gawang. Iniesta berselebrasi, berlari ke sudut kiri lapangan diikuti pemain-pemain Spanyol lainnya. Sambil berteriak, dia melepas jersey-nya dan menunjukkan kaus yang bertuliskan sebuah pesan.
Dani Jarque siempre con nosotros - Dani Jarque selalu bersama kami.

DANIEL JARQUE GONZALEZ (1 JANUARI 1983 - 8 AGUSTUS 2009)
Lahir di Barcelona, Catalunya, Daniel Jarque merupakan produk asli akademi sepakbola Espanyol. Jarque berposisi sebagai bek sentral dan melakoni debutnya di La Liga bersama Espanyol pada 20 Oktober 2002.
Jarque merupakan salah satu pilar kesuksesan Espanyol menjuarai Copa del Rey 2006. Sejak itu, keberadaannya semakin tak tergantikan.
Pada awal musim 2009/10, Jarque dipercaya menyandang ban kapten Espanyol menggantikan Raul Tamudo. Namun jalan takdir seseorang seringkali memiliki alur yang tak bisa ditebak arahnya.
Pada 8 Agustus 2008, saat Espanyol menjalani pramusim di Coverciano, Florence, Italia, Jarque mengalami serangan jantung. Menurut media-media Spanyol waktu itu, Jarque masih sempat mengikuti sesi latihan pagi, sebelum kolaps di kamar hotel ketika sedang menelepon tunangannya.
Kabar yang beredar menyebutkan kalau tunangannya itu langsung menghubungi dua rekan setimnya begitu menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Mereka menemukan Jarque dalam kondisi tak sadarkan dan langsung memanggil tim medis.
Jantungnya berhenti. Dokter tim berusaha melakukan CPR dan menggunakan defibrillator, tapi tak ada hasilnya. Beberapa menit kemudian, ambulans dari unit gawat darurat Florence tiba dan petugas medis melakukan sebisa mereka. Namun jantung Jarque tetap tak bereaksi, dan dinyatakan meninggal sejam kemudian.
Jarque meninggal di usia 26, hanya sebulan setelah dipercaya menjadi kapten baru Espanyol. Kabar ini membuat publik Spanyol berduka. Rekan-rekan Jarque bersedih, begitu pula kawan-kawan dekatnya.

TRIBUTE UNTUK JARQUE
Berbaga tribute pun bermunculan. Salah satunya adalah dari Cesc Fabregas, mantan rekan setimnya di tim U-21 Spanyol.
Pada 14 Agustus 2009, Fabregas mencetak gol untuk dalam laga Premier League melawan . Fabregas berselebrasi mengibarkan jersey dengan nama dan nomor 21 yang biasa dipakai Jarque sebagai bentuk penghormatan darinya.
"Dia teman saya, dan yang terjadi padanya sangat menyedihkan," kata Fabregas waktu itu.
"Dua musim kami berada di tim U-21 dan kematiannya merupakan kehilangan besar. Saya persembahkan gol itu untuk mengenangnya."

PERSEMBAHAN DARI INIESTA UNTUK JARQUE DI PANGGUNG PALING AKBAR
Andres Iniesta juga merupakan salah satu kawan dekat Jarque. Sama seperti Fabregas, dia juga mantan rekan jarque di tim muda Spanyol. Meski klub yang diperkuatnya, , adalah rival sekota Espanyol, itu tak merusak persahabatan mereka.
Hanya saja, musim itu bukanlah musim yang mudah bagi Iniesta. Dia kerap dibekap cedera di Barcelona. Dipadu kematian kawan dekatnya, Iniesta semakin menderita. Dia seperti berada dalam titik terendah dalam kariernya, yang bahkan hampir membuatnya menyerah.
Iniesta sampai harus membutuhkan bantuan profesional untuk menyembuhkan masalah psikologis dan menata ulang mentalnya. Perlahan namun pasti, Iniesta bangkit dari keterpurukannya.
Iniesta sejatinya terancam tak bisa masuk skuat Spanyol yang akan berangkat ke Afrika Selatan. Namun pelatih Vincente del Bosque memutuskan sebaliknya. Untuk pemain dengan talenta sekaliber Iniesta, del Bosque berani mengambil risiko dan tetap membawanya.
Keputusan yang bijaksana.
Setelah kematian Jarque, Iniesta belum mendapatkan kesempatan yang pas untuk memberikan tribute terbaik buat mendiang sang kawan. Kesempatan itu baru datang 337 hari kemudian. Kesempatan itu pun datang di panggung yang paling akbar, final Piala Dunia.







Gol itu menjadi gol penentu kemenangan 1-0 Spanyol atas Belanda. La Furia Roja menjuarai Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Iniesta terpilih sebagai Man of the Match final.
Iniesta berjasa besar mengantarkan Spanyol hingga ke partai puncak. Performanya itu bahkan membuat Iniesta jadi salah satu nominasi penerima penghargaan Golden Ball. Dia juga masuk dalam Dream Team bersama empat kompatriotnya.
Iniesta tampil impresif di turnamen ini. Yang paling berkesan tentu saja gol kemenangan menit 116 ke gawang Belanda dan selebrasinya itu.


GRACIAS ANDRES
Pihak Belanda mungkin pantas memprotes keputusan Webb yang tidak memberi mereka tendangan bebas, melainkan tendangan gawang untuk Spanyol, yang berujung pada terciptanya gol Iniesta.
Namun pihak netral banyak yang menilai kalau final 'kotor' yang diwarnai 14 kartu kuning dan satu kartu merah ini memang pantas dimenangi oleh La Furia Roja. Belanda bahkan beruntung hanya John Heitinga yang dikartu merah. Kalau mau jujur, tendangan kung-fu Nigel De Jong ke dada Xabi Alonso juga pantas diganjar kartu merah.
Untuk pelanggaran tersebut, Webb hanya mengeluarkan kartu kuning (yang di kemudian hari diakuinya sendiri itu harusnya merah). Itu warna kartu yang sama dengan yang dia tunjukkan pada Iniesta untuk 'pelanggaran' melepas jersey saat merayakan golnya. Adil? Silakan dinilai sendiri.
Tim terbaiklah yang sudah menang.
Bagi Iniesta, sepanjang musim setelah mencetak gol bersejarah itu, dia selalu mendapatkan aplaus dari para suporter lawan Barcelona di La Liga. Standing ovation untuk Iniesta yang paling menyentuh tersaji di markas Espanyol.
Para suporter Espanyol kerap mengintimidasi Lionel Messi maupun membentangkan banner ejekan untuk Gerard Pique. Namun untuk Iniesta, perlakuan mereka berbeda.
Untuk Iniesta, mereka hanya punya respek yang abadi.
Gracias - terima kasih - Andres Iniesta.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 6 September 2026 10:00Real Madrid Terpeleset Lawan Real Betis, Bos Barcelona: Bodo Amat!
-
Liga Spanyol 6 September 2026 09:30Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
-
Liga Spanyol 5 September 2026 20:30Dikabarkan Cedera, Hansi Flick Ungkap Kondisi Terbaru Lamine Yamal
-
Liga Spanyol 5 September 2026 18:10Tinggalkan Al Hilal, Karim Benzema Tak Akan Gabung Barcelona
-
Liga Spanyol 5 September 2026 13:03Prediksi Valencia vs Barcelona 6 September 2026
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 6 September 2026 11:00Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
-
Liga Inggris 6 September 2026 10:30Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
-
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026 10:08Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
-
Liga Spanyol 6 September 2026 10:00Real Madrid Terpeleset Lawan Real Betis, Bos Barcelona: Bodo Amat!
-
Liga Spanyol 6 September 2026 09:30Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
-
Liga Inggris 6 September 2026 09:00Jamu Chelsea, 3 Pemain Arsenal Berpotensi Comeback
BERITA LAINNYA
-
editorial 27 Agustus 2026 14:00Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
-
editorial 26 Agustus 2026 12:065 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
-
editorial 25 Agustus 2026 11:334 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
-
editorial 12 Agustus 2026 12:515 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
SOROT
-
Liputan6 6 September 2026 11:06Bukan Debu Biasa, Ini Alasan Bersihkan Abu Anak Krakatau Harus Disiram Dulu
-
Liputan6 6 September 2026 10:50Bandara Halim Ditutup hingga Pukul 14.00 Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
-
Liputan6 6 September 2026 10:45Terganggu Abu Anak Krakatau, CFD Jakarta Berakhir Lebih Awal
-
Liputan6 6 September 2026 10:42Lampung Diselimuti Abu Anak Krakatau, Warga Keluhkan Mata Pedih
-
Liputan6 6 September 2026 09:45Peserta Lari Terganggu Abu Anak Krakatau, Debu Masuk Sepatu dan Kaca Mata
-
Liputan6 6 September 2026 09:38Terdampak Abu Anak Krakatau, Anies Sampai Bisa Tulis Pesan di Mobil Berdebu
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341624/original/012028000_1788667917-WhatsApp_Image_2026-09-06_at_08.46.41__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3090832/original/076119700_1585724040-20200401-Bandara-Corona-2.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/9341539/original/047701800_1788657623-0L5A9653.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341614/original/077244700_1788666271-1001634791.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341575/original/087170900_1788663205-IMG_3614.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341574/original/094735800_1788662872-Screenshot_2026-09-06_092126.jpg)

